Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Mei 2009

Pelanjutan Editan

Selama Banyak halangan yang saya hadapi, akhirnya selesai juga. Sekarang tinggal melanjutkan, masalah-masalah yang harus segera di selesaikan diantaranya :

1. Membuat game Super Mario World - The Real Path 2 (The Real Path 1-nya gagal tapi bisa anda download di blog saya yang kedua yaitu blog khusus untuk download)
2. Membuat step untuk Dance-Dance Revolution versi lagu Indonesia (Baru 1 dari 20 lagu yang baru selesai. 1 lagunya ialah lagu "Ambilkan Bulan" dari "V minutes") yang berminat download tunggu sebentar ya. :)
3. Membuat game RPG tentang ..... lupa sih judulnya apa ?
4. Membuat cerita imajinasi dari dunia mipi saya, yaitu tentang petualangan panjang. Gejala mimpi sejak kelas 1 SD hingga kelas 6 SD tanpa henti :(
5. Menyari Pendaftaran ke SMAN 1 Cibinong (Lewat NEM lagi :( )
6. Memainkan Arcade PIU series di level Freestyle dan Crazy.

Kalau target semua sudah selesai tinggal enak-enakan saja . Hohohohohoho ^0^

Sabtu, 04 April 2009

Kesebalan saat kejadian Reject Hack

Saya BENAR - BENAR SEBAL. Gara 2 kali hack game SMW (Super Mario World) saya di reject. Yang pertama sih game SMW versi bahasa Indonesia, dan SMW the real path. Game ini sudah saya buat selama 5 TAHUN. Tapi, malah direject. Lihat Kenapa hack game saya di reject :

Removed
Hack Name: Super Mario World - The Real Path Demo - 189.4 KB - 189 downloads.
Length: 96 exits
Author: DSMLMD - Submitted by: DSMLMD
Description: This is my first hack. If you find the bugs in my hack please feel free to PM me.

About This Game :
- Overworld is same as original game.
- Level is same as overworld level journey.
- The level difficult is various.


Features :
- GFX : Yes
- ExGFX : No
- Costum Music : No
- Costum Block : No
- Costum Sprite : No

Have Fun ^.^

Reasons
I lost my patience fast with this hack and only got up to the end of the third world. Yet I saw a lot of glitches, and even worse than that - highly repetitive level design. Some concepts were used nearly every level, step by step the SAME THING OVER AND OVER. >_< src="http://i36.tinypic.com/2exlwlv.jpg" alt="">

2. Extremely strict time limits in levels for how long they are. I think each level should have at least 100 more seconds to compensate for that.

3. Again, overuse of the same concepts. Every level feels like a remix of the previous stage or another random level in the hack. There were some levels you had a LOT of "koopa kicking a shell" puzzles, and two levels had them set up exactly the same, when you had to hit a P-switch to complete the bridge for the shell to hit a vine block. (Donut Plains 4 and Red Switch Palace)




(The ? blocks are up further ahead..)

The P-switch races are way overdone - especially the ones with a block between midway point posts. A lot of the early levels start with Mario having to run up a large wall too.

Oh, and here's the one that sticks out like a sore thumb, and is so freaking painful to play through: Vines that extend 20+ screens high with bullet bill generators and nothing. else. at. all. I played two levels with this. It's annoying to press B then up for several minutes straight before finally reaching the top. .___. Change up your level design please.



4. Glitches galore!

NOT AN APPROPRIATE SPINY GRAPHIC because it doesn't have any sort of indicator that it will hurt you if you normal-jump on it. Remove it since you are using Buzzy Beetle here.


Mickey Mouse's shirt is not an appropriate spotlight graphic. Since it's dark and there is no light switch, just set the level to the setting that is a dark horizontal level and take out the spotlight.


That water surface isn't acceptable. It conflicts with the bush, so either paste the surface tile over something you're not using from the underground set, resave it as ExGFX, insert it in this level, and make a new Map16 tile for it, or just replace it all with moving water.


Gradual slopes screw up underwater. Use normal or steep slopes and flat ledge ground instead, or make new Map16 tiles and manually fix the gradual slopes.



Download "no more sprite tile limits" from the patch section, insert it, and set the sprite tile memory to 10, and if you can't do that, keep changing sprite tile memory until they all stay, or take sprites out until they stop getting cutoff.

5. A mesh of blind and misleading jumps. Coins and enemies should guide the player to safe ground, not to their death - also, throw some coins or enemies up there if you can NOT see your target ground.




. |
. |
. |
.\ /



Also, another arrow leads to here:



So yeah. Don't have a coin arrow pointing down to a bottomless hole. T_T

6. Cutoffness Blarggs + Vines




Protip: Don't place Blarggs on slopes or close to lavafalls.


Attach the bottom of the vines to something like ground or cement blocks, and maybe space them out if you think that'll make them too easy to cross.

7. Too many lives given out so freely. Example: this bonus room - I get about 50 or more lives in here from dragon coins.




It was very easy to slide under those blocks and jumpspam my way over to those three moons, and just as easy to get out of.

8. Most of your ghost houses have really bad palettes like this:

Fix them and make them use the "all brown" ones.

9. Wrong FG/BG starting position here: set it to 00, 00 instead because Mario starts at the top of the level rather than at the bottom.

Dari Kyoseron. Global Moderator. SMW central.net

Saya malas sekali untuk memperbaikinya lagi. Huh... usaha saya sia-sia selam 5 tahun ini. :((

Selasa, 23 Desember 2008

Permainan Arcade Dance di Mall

Saya punya cerita tentang kehidupan sehari-hari saya saat saya di mall. Lihat Cerita dibawah.

Pump it Up merupakan permainan game arcade tipe dance yang ada di Mall - Mall tertentu. Dahulu, sebelum di keluarkannya arcade tipe dance yang bernama Pump it Up, yang pertama kali muncul arcade tipe dance adalah Dance Dance Revolution. Saya sih belum pernah mencoba arcade itu. Arcade itu ada saat saya masih kelas 2 SD, tempatnya di Ramayan Cibinong.

Dance Dance Revolution (disingkat DDR) merupakan game arcade tipe dance yang mempunyai 4 panel ( arah). Diantaranya kiri, kanan, atas, dan bawah. Tapi game ini ada juga di PS, PS 2, atau PC. Saya pernah main game ini di PS waktu kelas 3 SD, tapi nggak pernah di PS 2. Gara- gara gak boleh ama ortu saya. Tapi saya tidak bisa main di arcade dulu, soalnya saya susah ngikutin panel yang berjalan ke atas dan yang telah di tentukan.

Saya main seri DDR pertama kali yang saya mainkan adalah Dance Dance Revolution – Disney Rave . Lagu-lagunya seru untuk didengerin, ngikutin panelnya gampang soalnya pake Joystick. Saya hanya menekan tombol arah waktu itu. Tombol Bulat, Segitiga, Kotak, dan X bisa juga digunakan untuk arah. Tombol Kotak = Kiri , Segitiga = Atas, Bulat = Kanan, X = Bawah. Tombol – tombol tersebut berguna untuk menekan panel yang datang bersamaan. Saya main itu yang level basic. Dulu Kalau Trick, saya kagak bisa soalnya ada panel yang harus ditekan secara cepat. Dulu lagu yang paling saya sebelin yaitu lagu It’s Small World – Ducking Hardcore Mix dan Mr Bassman . Soalnya lagunya banyak panelnya.

Semenjak saya beli kaset DDR versi lainnya, seperti DDR 4th mix, DDR 2nd ReMix, dll . Baru liat ada level Maniac (Kalau Trick di DDR 1-2 disebutnya Another dan Manic di DDR 3 disebutnya SSR [Step Step Revolution] ) . Level yang sulit untuk dikalahkan. Untung ada bantuan Little yang bergunak untuk menghilangkan panel yang bukan warna merah. Trus ada fasilitas baru, yaitu Edit. Gunanya untuk mengedit panel buatan sendiri.

Saat saya kelas 4 SD, saya sudah bisa level Maniac dengan menggunakan 8 tombol. Meski gak perlu menggunakan little lagi, tapi saya mencoba menggunakan Sudden, Flat dan beberapa Rotasi panel (Seperti Left, Mirror, Right dan Shuffle) dan saya gak mau nyoba panel hilang selain Sudden ( Hidden dan Stealth). Selain itu saya juga bisa menyelesaikan lagu cepat.

Pas saya kelas 2 SMP baru tuh muncul game arcade dance namanya Pump it Up (disingkatnya PIU). Saya main game itu di ITC Cibinong. Tapi berbeda sekali dengan DDR. Perbedaannya utamanya ialah 5 panel dan Backgroundnya film. Kalau DDR Backgroundnya animasi. 5 Panel itu diantaranya Kiri atas, Kiri Bawah, Kanan Atas, Kanan Bawah, dan Tengah. Saya sih waktu itu ingin mencoba tapi taktu nya waktu kejadian di SD. Kagak bisa maininnya.

Di tahun 2008, waktu saya kelas 3 SMP, saya ingin mencoba permainan itu tapi saya bisa mengikuti panel diagonal tersebut. Meski level 1 dan 1 setengah (1 dan 2) . Saya melihat cewek main PIU mantap sekali. Karena dia main level 5 setengah dan 6 ( 10 dan 11). Gerakannya cepat sekali. Padahal si yang saya lihat tuh dia mainnya dalam lagu lambat alias BPM (Disingkat Beat Per Minute) -nya rendah. Sekitar dibawah 140. Melihat Panelnya aja sih udah banyak tapi cewek itu menakjubkan sekali loh. Berhasil dan dapat Ranking A. Tapi ya saya gak mau kalah. Setiap pulang sekolah dan les, saya menempatkan waktu saya di ITC Cibinong untuk bermain PIU versi NX 1 (Kalau di Ramayan Cibinong versi NX 2).

Saat saya ingin main game arcade itu. Saya terbiasa untuk menitip tas di tempat Casier tiket walaupun gratis nitipnya. Saya pernah mengalami kecelakaan saat main PIU tersebut. Waktu saya memilih lagu lambat dengan tingkat kesulitan 1 setengah, saya disitu melakukan gaya main sumo gara-gara temponya lambat. Pada saat dimana ada panel kiri atas dan kiri bawah datang bersamaan, kaki saya terpeleset dan kena belahan sisi besi itu dan kaiki saya berdarah. Saya diberi pengobatan medis oleh para staff permainan di ITC Cibinong, luka pada saat itu parah sekali. Darahnya sampai banyak keluar dari kaki saya. Setelah keadaan kaki saya mendingan, saya main lagi. Tapi ya gk pakai gaya .

Beberapa minggu kemudian, saya melihat lelaki main PIU memakai banyak gaya. Meski saya takut makai gaya . Malah saya disuruh ikut main itu. Ya apa boleh buat. Lagu yang dipilih dia antara lain lagu yang cepat di antara BPM yang di atas 160. Lumayan Gampang sih. Karena saya sering main kesitu. Tapi pas giliran milih lagu dengan tingkat kesulitan hard. Dia kagak bisa gaya. Malah diam. Tapi tetap saja gagal permainaannya.

Beberapa kali main di ITC Cibinong, saya bisa main PIU dengan level antara 4 dan 5. Soalnya kalau udah di atas itu saya susah ngikutinnya. Apalagi ada panel yang harus make tangan dan kaki secara bersamaan.

ah kalau sekarang saya tidaktau kejadian baru apa saat saya main game PIU selanjutnya ?