Dalam sejarah aku bercinta, kelas 1 SMA merupakan pengalaman yang sungguh pahit diantara cerita cinta yang lain. Namun kelas 10 merupakan masa petualanganku untuk mencari jati diriku. Akupun terkena imbas balik dalam kejadian sebelumnya. Seperti hal lainnya kalau aku mengalami kejadian yang pernah ku alami namun terulang lagi. Masa cinta kelas 10 adalah masa cintaku yang cukup membuatku di bawa di sebuah Adrenalin Petualangan yang cukup ekstrim dimana imajinasi dan kenyataan berpadu menjadi satu. Yeah…. Hal yang ku cintai sampai saat ini hanya kusimpan di dalam pikiran imajinasiku saja. Dan ini memang tak membuatku sakit hati melainkan rasa saying kepadanya baik sebenci apapun dia kepadaku atau sebaliknya ya itulah rasa kasih saying yang pernah habis dua-duanya.
Di masa aku kelas 2 SMA, aku menemukan fenomena yang terbalik saat aku berada di kelas 1 SMA. Kalau kakak kelas aku yang waktu itu menaksir aku untuk menjadikan saya sebagai pasangan hidupnya, namun sekarang ini adik kelaslah gilirannya untuk menaksir aku untuk menjadikan saya sebagai pasangan hidupnya. Tapi kelihatannya, kejadian ini bagiku cukup langka sekali karena aku pada saat SMP tidak pernah merasakannya apalagi hal yang sebaliknya.
Aku mendapatkan kejadian langka ini saat aku sedang mengajak seluruh anak-anak kelas 1 untuk mengikuti ekstrakulikuler pramuka yang ada di sekolahku. Dari kelas 10-1 hingga 10-6 ku ajak namun belum ada yang ingin ikut dan yang ikut hanyalah orang yang itu-itu saja. Pada saat itu di hari dimana aku sedang mengajak anak kelas 1 untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Aku juga mempunyai acara kegiatan sekolah yaitu berolahraga. Setelah olahraga, tiba-tiba dari kelas 10-6 terdapat adik kelas yang ingin mendaftar untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler pramuka. Akhirnya dari situlah kelihatannya masalah ini sudah dimulai bagi hidupku.
Dimalam hari saat aku sedang membuka facebook, tibat-iba ada seseorang yang ingin mengeadd saya sebagai friend. Namun aku pernah melihat namanya pada saat dia sedang bertempur dengan teman aku pada saat kejadian pergi ke kota Depok. Akhirnya aku konfirm. Aku berkenalan dengannya dan dia adalah anak yang ingin mendaftarkan diri untuk ikut ekstrakulikuler pramuka. Dia bernama inisialnya SSA . Dia berkenalan denganku hingga mungkin perkenalan ini merupakan perkenalan yang konyol bagiku namun dari perkenalan itulah aku bisa mendapatkan 2 teman yang berasal dari sekolahku juga. Yang pertama yaitu kakak kelas yang mengikuti Rohis yang bernama inisialnya AVOP dan yang kedua ialah SSA. Perkenalan konyol ini terjadi saat tingkah laku SSA sudah mulai menjengkelkan aku, namun karena AVOP memiliki rasa belas kasih kepada SSA mungkin bisa dibilang perkenalan ini jauh lebih konyol yang pernah ada. Sepertinya aku sudah dipermainkan oleh perempuan itu. Apakah sifatku yang terlalu baik dan sembrono ini ? awalnya aku juga punya tujuan untuk memperdalam karakteristik dan kepribadian dia. Jadi mungkin aku menyempatkan diri seperti orang bego, tolol, dan gobloknya tak bisa ditandingin.
Dalam beberapa hari kemudian, saat hari latihan pramuka tiba, dia meminta informasi untuk lokasi dan waktu untuk latihan pramuka, akhirnya aku memberikan info yang sedetail-detail mungkin. Namun karena sifatnya dia yang rada lumayan ‘ble’e’ bagiku, jadi dia mendapatkan informasinya hanya setengah-setengah karena saat saya menjelaskan kepadanya dia terbawa hawa bercandanya saat di Facebook jadinya dia hanya membawa sedikit demi informasi yang dia dapat. Alhasil, saat hari latihan pramuka, dia dating dengan membawa informasi yang salah. Akhirnya dia merasa sebal dan kesal hingga menyalahkan aku karena memberikan informasi yang salah. Ya menurutku, mengapa dia kalau sedang diberi nasihat atau informasi kepada seseorang selalu dilalaikan ? Tapi ada hal anehnya lagi dengan dia, dia sangat benci sekali dengan pelajaran TIK dan pada saat itu pelajaran itu berada di hari yang sama saat latihan pramuka. Dia benci karena bukan pelajarannya namun karena gurunya yaitu wali kelas aku saat aku kelas 10. Dia membencinya karena dia selalu kena omelan akibat tidak pernah mengerjakan PR dan lelet dalam praktek, akhirnya dia selalu kena remedial. Seingatku dulu, temanku ada yang punya nasib yang sama seperti SSA namun dia masih tetap berusaha. Tapi si SSA ini tidak mau berusaha karena malas. Jadi bisa ku bilang dari kepribadiannya bahwa dia punya rasa malas tingkat tinggi. Dan inilah dia berencana ingin membolos dari sekolah setiap ada pelajarannya wali kelasku yang kelas 10 itu. Seandainya dia mau berusaha, dan menyukai guru apapun dia kena remedial dan keburukan segala macam pastinya dia mendapatkan prestasi yang baik dalam pelajaran itu.
Dalam beberapa selang hari kemudian, tiap hari aku mengobrol dengannya via Facebook. Obrolannya itu menyangkut tentang kehidupan aku dan dia, namun pada sehari setelah latihan pramuka itu, dia pergi ke bandung dan izin dari sekolah selama 1 hari. Aku sempat diledek olehnya karena omonganku yang terlalu serius dan sembrono. Terkadang juga, omongaku suka membuat hati dia sakit, terkadang tidak mengerti apa yang ku ucapkan. Lebih konyolnya lagi saat aku menanyakan pelajaran yang dia favoritkan yaitu pelajaran agama, dia memang jago sekali dalam pengetahuannya namun pengetahuan umum tentang agama masih tetap sedikit. Padahal dia dulu sekolahnya di Madrasah dan seharusnya dia memiliki pengetuhuan umum tentang pendidikan agama islam tapi tetap saja dia walau ilmu agama yang tinggi tapi tingkah lakunya gak sesuai dengan agama islam. Aku memang bukannya meledek dia tapi memang kenyataanya seperti ini.
Kalau aku jelaskan disini, dia memiliki kepribadian yang agak kasar dan membantah hingga kelihatannya tidak sesuai dengan ajaran agama islam. Mempunyai pengetahuan ilmu pengetahuan agama islam yang baik namun dia belum mempelajari ilmu agama secara universal sehingga agama islamlah yang dipentingkan dan tidak ada toleransi bagi kehidupan dan agama lain sehingga gama islamlah yang dipentingkan di dunia. Kelihatannya memang tak adil tapi menurutku dia memiliki iman yang rendah. Akibatnya ya seperti itu, kalau dia jadi presiden, lama-lama Negara kita bakalan jadi atheis semua.
Oh ya, soal cita-citanya dia ialah seorang presiden. Kalau menurutku saja, dia belum tentu bisa jadi presiden kalau soal keagamaan saja masih ditimbangkan di agama islam saja. Lalu, pengethauan yang lainnya saja masih ble’e level. Masa mau jadi presiden yang moron ? Tak mungkin kan ? Dia seharusnya perlu di robak habis kepribadiannya dia, baik perilakunya dan semua yang bersifat negative yang ada di dalam dirinya. Untungnya dia ikut pramuka sehingga kalau pelatihnya bisa bersih keras untuk menggojloknya… kerpibadiannya mungkin bisa lebih baik lagi. Kalau bagiku sepertinya agak sulit kalau tak ada orang yang mau membantu.
Sampai saat ini, dia belum mengenal mengenai agama yang diajarkan secara universal terkadang sulit untuk membedakan mana agama yang bak dan mana agama yang buruk. Kalau agama itu dibedakan memang indah, tapi kalau disamakan maka semua agama itu konsepnya pada dasarnya sama yaitu mempercayai bahwa adanya tuhan. Tuhan yang benar ialah hanya satu yaitu tuhan yang menciptakan alam semesta. Jadi kesimpulannya dia belum mengenal secara jauh kehidupan agama lainnya yang ada di muka bumi. Ya namanya juga anak kecil.
Kembali ke perbincangan, saat dimulainya midtest, dia hanya mengandalkan contekan saja namun ada beberapa pelajaran dimana dia bisa berusaha sendiri selain pelajaran agama yaitu pelajaran basa sunda. Dia lahir di daerah budaya sunda yaitu di bandung. Tapi pas akhir di hari akhir midtest dia mendapatkan nilai jelek hingga dia ingin minta tanda tangan kepada seseorang.
Yeah…. Kalau menurutku dia bukan jodoh bagiku karena dalam ramalan dan analisisku selama ini menghasilkan jodoh yang tidak baik bagi kehidupan masa depanku. Dari kepribadiannya saja sudah membuatku sedikit ketawa termuakan. Belum lagi, tingkah laku dan pengetahuannya saja agama dan lainnya masih di katakan awam dan padahal yang dikatakan sendiri sudah ahli di pelajaran agama namun hanya khusus untuk agama islam saja. Dari bentuk fisik dan ketetarikan antara aku denagnnya mungkin masih dikatakan belum memuaskan walau dia mirip sekali dengan kakak alumni pramukaku dulu.
Kalau menurut dunia petualangan di dunia Magician dia itu ialah musuh yang tergabung dalam grup Exngal yang bertujuan untuk mengambil hatiku untuk diubah agar aku mencintai Exngal yang awalnya dari rayuan cinta dari dia. Dalam petualangan, dia bernama Hinexsa dan di temanin oleh Yuxa (Ya pastinya sesuai dengan peristiwa yang ku alami namun bersifat fantasi). Peristiwa ini dimulai saat aku telah berhasil mengalahkan Dragonnite di dunia Mushroom Kingdom untuk menolong Princess Peach dari kecamannya.
Mungkin dia adalah musuhku yang cukup kecil namun misterius tapi mempunyai kekuatan yang besar untuk mengahncurkanku dengan rayuan dan kekuatan supernya. Dalam petualanganku ini, kekuatan perempuan yang terbesar ialah rayuan agar musuh mau mengikuti apa yang si perempuan inginkan. Tapi tetap pula Exngal, Kirakitxa dan teman-teman lainnya mengincarku untuk membunuhku. Namun untungnya, banyak sekali teman-temanku yang ignin membantuku dan menolongku untuk menghancurkan mereka sehingga petualangan ini semakin menarik. Hal ini juga sama dengan petualangan cinta di dunia nyata untuk mencari cinta yang sebenarnya. Mungkin aku masih bisa mengalahlan perempuan itu di dalam petualangan ini atau mungkin aku akan dikalahkan olehnya. Who knows ? Kita lihat saja cerita nantinya.
Postingan blog yang berisikan tentang keseharian yang unik dan berkesan yang dilakukan oleh DSMLMD.
Senin, 11 Oktober 2010
Selasa, 07 September 2010
Bad Phase
Dalam pertengahan tahun 2010 ini, aku sering sekali hingga selalu mengalami nasib buruk atau bisa dikatakan masa-masa tersial dan terburukku yang pernah ku alami dan berakhir menyakitkan dan tidak menyenangkan. Kalau ada pepatah, ‘bersakit-sakit dulu, bersenang-senang kemudia’ itu merupakan pepatah yang salah bagiku. Mengapa ? Sebagai bukti, aku telah mengalami masa-masa susah bagiku, yang kujalani sangat keras tapi malah berujung dengan keburukan atau mendapatkan hasil buruk atau sial. Semua apapun yang ku alami tidak pernah memberikan yang terbaik untukku. Sebannrnay ada apa denagn dunia ini ?
Kalau aku ingin bercerita mengenai soal masa-masa susahku di tahun 2010 ini, akan kuceritakan masa-masaku yang susah dan sulit tapi berujung dengan kegagalan, keburukan, dan kesialan yang ada. Dari awal Januari hingga Pertengahan Tahun 2010 ini (Agustus).
1. Fenomena Déjà vu
Kamu pasti pernah membaca artikelku tentang Déjà vu kan ? Masa Déjà vu ini adalah masa yang membuatku melakukan kejadian yang berulang-ulang dan teringat akan masaku pas saat aku duduk di bangku SD. Aku sangat membenci sekali jika kejadian yang ku alami saat SD kembali lagi di masa SMA. Karena masa SDku merupakan masa yang paling tidak enak sekaligus buruk bagiku. Aku selalu di buat kekerasan oleh mereka, dibuat sial, ditangisi, hingga aku tidak bisa berbuat apa-apa terhadap apa yang ku hadapi selama ini. Namun kejadian seperti itu terulang lagi saat liburan semester 1 hingga sekarang ini (saat cerita ini dibuat). Masa sial mulai kembali dan menghampiri diriku. Aku tak tau harus bagaimana menghadapi semua yang ku alami ini dalam fenomena Déjà vu ini ? Yang ada aku hanya pasrah saja dan berserah diri kepada Allah untuk mengahdapi semua ini dnegan maksimal. Entah aku juga tidak bisa bersantai jika aku menghadapi hal ini karena masalah selalu muncul di dalam hidupku. Awal permulaan hidupku yang sudah menandakan kesialan bahwa kesialan ini bentuknya sama denagn kesialan dan keburukan yang ku alami saat aku di masa SDku dulu.
2. Situs FFR yang mati untuk selamanya
Situs FFR atau Flash Flash Revolution merupakan situs favoritku karena situs ini merupakan situs yang awalnya berasal dari game yang serupa yaitu Stepmania dan dibuat menggunakan program aplikasi flash. Aku sebut situs favoritku karena situs ini menyediakan banyak sekali simfile utnuk stepmania, belum lagi di lengkapi dengan situs jejaringan sosial yang dapat membuatku berinteraksi dengan orang luar negeri yang mempunyai hobi yang sama denganku, dan juga dilengkapi lagi dengan chatting, dan beberapa game-game yang telah disediakan selain game yang mirip dengan Stepmania. Aku mengetahui situs FFR ini sejak aku kelas 9 SMP yang saat itu ingin mencari simfile stepmania. Aku merasa tertarik gabung dengan situs ini karena situ situ merupakan situs permainan untuk game stepmania. Belum pada saat aku gabung di situ situ, aku juga memiliki banyak sekali kenalan orang luar negeri yang ignin berkenalan denganku.
Ada sebuah masa dimana aku bertemu dengan orang yang menyukai FFR tetapi orang tersebut tinggal di Negara Indonesia. Aku sangat senang sekali berkenalan dnegannya hingga bersaing untuk mendapatkan nilai terbaik dengannya. Selain itu, aku dan dia bekerja sama untuk membuat simfile berlagu Indonesia. Tapi sayangnya dia sudah terkena banned akibat saat chatting dia memberikan umur aslinya kepada orang bahwa dia berumur 12 tahun. Padahal untuk masuk kesitus itu haruslah berumur 13 keatas. Akhirnya aku masih bisa bertemu dia lagi. Dia juga sempat mengajak temannya untuk bermain FFR atau Stepmania dan temannya dia tertarik akan game tersebut. Aku sangat bangga mempunyai teman kaya dia. Akhirnya aku ingin agar dia mengeadd aku di Facebook. Akhirnya aku bisa bertemu dengannya di Facebook dan terus berkomunikasi dengannya baik di FFR maupun di Facebook. Lalu beberapa masa kemudian, aku pernah bertemu denagn orang yang hobi bermain Stepmania walau dia tidak hobi bermain di FFR. Dia datang ke situs FFR hanya untuk upload Simfile yang dia buat. Aku dan temanku yang pertama kali kenalan (Dia bernama Bayu) berkenalan dengannya. Dia bernama Yuliani (Aku mengetahuinya saat aku berkenalan di Facebook).
Namun, saat tahun telah memasuki tahun 2010. Situs FFR mati entah mengapa. Aku tidak bisa berkomunikasi dengan mereka lagi dan bermain dengan mereka lagi. Padahal pada saat itu aku ingin memperkenalkan Bayu mengenai mode Multiplayer di FFR. Tapi sehubungan dengan situs itu mati entah mengapa. Akhirnya aku masih bisa melanjutkan komunikasi dengannya tentang Pembuatan simfile Packnya. Aku juga sering berkomunikasi dengan Yuliani mengenai simfile yang dia buat. Walau simfile dia jelek, tapi aku tetap berusaha untuk mengajarkan dia cara membuat simfile yang baik dan benar.
Aku bersabar menunggu situs FFR itu pulih kembali. Setiap hari aku buka situ situ tetapi tidak ada tanda-tanda sedikitpun akan kemundulan FFR. Aku, Bayu, dan Yuliani ingin agar situs itu muncul lagi dan bisa bermain bersama di situs itu. Tapi kesabaran yang ku lakukan bersama dengan mereka hasilnya nihil. Semenjak pengumuman bahwa situs FFR itu diluncurkan pada tanggal 18 juli 2010, semua yang telah kulakukan untuk menunggu situs FFR itu hasilnya tidak ada. Sia-sialah aku menunggu situs FFR itu kembali hingga aku kesal hingga tidak terkendali. Kesabaranku menghasilkan kenihilan sekaligus stress dalam hidup.
3. Cinta yang tak kesampaian.
Kalau kau pernah melihat ceritaku mengenai Dilema Cinta yang sulit di atasi, Pengkhianatan Pendendaman, dan Eternitas Kehidupan pasti kau tau apa yang terjadi dengan cintaku kepada seseorang yang sangat ku sayangi, kusukai, dan kucintai. Semenjak aku berpindah pihak kepada Kirakitxa, banyak temanku yang ingin membantuku untuk mendapatkan Kirakitxa, dan Exngal ingin bahwa aku tidak berpihak kepadanya. Tapi aku tidak mau kembali kepadanya karena dia mengkhianatiku kalau dia punya pasangan cadangan. Tapi kalau kau mengetahui bahwa aku juga mengalami kecerobohan bahwa aku mengatakan kepada Exngal bahwa aku mencintai Kirakitxa. Aku mencintai Kirakitxa karena inilah pandangan pertamaku aku jatuh cinta kepada perempuan yang benar-benar aku sayangi, aku sukai, dan aku cintai. Akhirnya kebodohan dan kecerobohan inilah yang membawa malapetaka bagiku. Akibat dari kejadian itu, aku berusaha untuk mendapatkan Kirakitxa kembali bagaimanapun caranya, tapi mengapa setiap aku mendekatinya aku merasa jauh dengannya dan terhalang oleh Exngal, belum lagi ada suatu hambatan yang tidak jelas menghampiriku agar aku tidak mendekatinya. Aku selalu beursaha tetapi tidak mendapatkannya. Akhirnya, kekuatanku berhasil di kuasai Exngal dengan bantuan pasangan hidup Ixad dan itu sesuai dengan cerita Adventure of Déjà vu dan artikelku yang berjudul Déjà vu. Sepertinya apapun yang kuceritakan akan bersifat mujur tapi bagaimana jika aku tidak curhat dengan catatan ini ?
Teman-temanku yang telah membantuku akhirnya telah di kuasai oleh Exngal dan Ixad dan mereka berusaha untuk menghancurkan hidupku sekaligus agar aku tidak dapat pasangan hidup sama sekali. Betapa kejamnya mereka. Mereka telah memberikan siksaanku yang telah berat seperti yang ada dalam cerita. Dan memang sekarang jadi kenyataan, ternyata usahaku yang kulakukan sia-sia untuk menyelesaikan semua masalah yang aku alami dan berakhir denagn kesengsaraan. Dan ini semuanya merupakan kesalahnaku dari kepribadianku yang dilahirkan seperti ini. Aku merasa bersalah denagn tidak pernah memeperhatikan kekuaranganku yang cukup berbahaya bagi hidupku sendiri. Dan pada saat sekarang ini, dia telah mendapatkan pasangan hidup baru yang bernama Dinurhax yang terkenal kepintaran dan kereligiusan di sekolahku. Aku memang kalah melawan kekuatan mereka kalau kekuatanku sangatlah lemah untuk menghadapi masalah yang ku hadapi ini, berarti aku tidak mampun untuk menghadapi masalah seperti tiu dan satu-satunay cara yaitu pasrah, kabur, atau menghindari masalah itu. Kalau ku bisa menguasai sekolah dalam bidang organisasi aku mungkin bisa jadi raja di sekolah itu namun karena orang tuaku membatasi bahwa aku cukup 1 organisasi saja yang perlu diikuti maka aku hanya mengikuti pramuka saja dengan tujuan bahwa aku hanya bisa mempertahankan organisasi di sekolahku ini.
4. Ketidakmampuan untuk melanjutkan organisasi masyarakat.
Pada pertengahan semester 2, pelatih pramukaku mengajakku untuk bergabung menjadi Dewan Kerja Ranting atau biasa di singkat DKR di kota cibinong. Aku kira menjadi Dewan Kerja Ranting ini akan menarik jika serinf dilaksanakan dan dikerjakan denagn baik. Pada awal pemanggilan banyak sekali anak pramuka yang semangat ingin ikut menjadi dewan kerja cibinong, terutama dari sekoalh lain, tapi dari sekolahku hanya aku seorang saja yang ikut. Namun, makin lama kesemangatan mereka makin berkurang saat mempersiapkan Muspanitra (Aku lupa singkatannya). Karena tugas-tugas yang untuk mempersiapkannya sungguhlah berat dan diperlukan kerja keras yang maksimal, akhirnya banyak yang mengundurkan diri. Aku kebagian pada seksi logistik atau peralatan. Seksi ini merupakan seksi terberat dalam melaksanakan tugasnya karena harus menyiapkan barang-barangnya, baik itu barang pinjaman maupun barang bukan pinjaman harus bisa diajga dan dirawat dengan baik dan hati-hati. Untungnya aku dibantu denagn orang yang ahli didalam bidang logistik, jadinya aku bisa sedikti bersantai dan membatu mereka jika mereka mengalami kesulitan. Setiap mereka kerja aku selalu membantu mereka baik dalam mepersiapakan maupun tidak tetapi tidaklah sendiri melainkan bersama tanpa ada kesendirian apapun. Jadinya aku masih bisa tertolong denagn mereka hingga pada hari mulainya semua persiapan ini selesai sudah denagn lancer dan baik walau aku tidak ahli di dalam bidangnya.
Pada saat muspanitra, aku mengalami masa yang paling tidak enak bagiku bahwa setiap ada rapat aku harus terus hadir, baik itu waktu sekolah maupun tidak. Inilah yang membuat kesenanganku kepada teman-temanku dan waktu bersantai hampir tidak ada. Pada saat acara perpisahan bareng dengan teman sekelasku yaitu kelas 10-1 aku tidak ikut karena bentrok dengan rapat untuk memeprsiapkan pengukuhan. Banyak sekali waktu santai yang ku korbankan demi kelancaran DKR termasuk waktu belajar dan sekolah sehingga banayk sekali ilmu dan nilai yang kulewati. Mungkin sepertinya aku tidak cocok untuk menjadi anggota Dewan Kerja Ranting karena anggota tidak sanggup menjalankan perintahnya karena aku belum mampu, apalagi tidak ada yang bisa kuandalkan atau tidak ada yang peduli denganku. Akhirnya saat persiapan pengukuhan, semuanya harus minta izin dari orang tua untuk mengikuti acara pengukuhan dewan kerja ranting. Tapi beruntungnya diriku bahwa aku tidak diizinkan oleh orang tuaku. Jadinya aku bisa melepaskan diri dan mengurusi diriku sendiri demi menuju kesuksesan.
Saat sebelum dimulainya Ujian Kenaikan Kelas, Pelatih pramukaku emngajak aku, Ka Wiwi, Wuri, dan Zulfa yang merupakan teman pramukaku untuk hadir dalam persiapan Raimuna Ranting Cibinong. Dalam persiapan kali ini pada saat pembagian seksi-seksi, aku kebagian lagi di seksi logistik atau peralatan. Sementara teman-temanku ada yang di seksi dokumentasi, konsumsi, dan humas. Aku memang benar-benar tidak sanggup untuk menjabat seksi logistik. Jadi aku hanya mengandalkan partner yang satunya lagi, kuharap dia bisa membantuku dalam seksi logistik. Namun sayangnya semenjak di bentuknya panitia dan selesainya pengambilan rapot di sekolahku, teman partnerku tidak bisa membantuku karena dia tidak pernah hadir dalam rapat selama ini. Jadinya aku saja yang bisa di andalkan oleh mereka. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka. Jadi aku memang tidak sanggup dan ingin keluar dari kepanitiaan itu karena pada masa itu aku dikelilingi oleh masalah reunian bareng dengan teman SMP saya dan Demonstrasi MOS yang ada di sekolah saya itu. Kalau kau mempertanyakan temanku, temanku ingin sekali mengajukan aspirasi kepada dewan kerja dan panitia yang lain untuk memperlancar Raimuna Ranting itu namun tak ada satupun dari dewan kerja dan panitia yang lain mengetahui, menerima, dan memperhatikan ambalan dari sekolahku itu karena mereka sibuk mengurusi dirinya sendiri dan acara tersebut tanpa memperhatikan atau mempedulikan sekolahku. Jadi teman-temanku juga merasa kesal dan hanya tinggal diam saja dan mengurusi dirinya masing-masing.
Saat selesai demonstrasi MOS tibanya waktu masuk sekolah, rapat masih dilanjutkan hingga waktu dimulai. Temanku yang sama sekolah hampir malas untuk mengikuti acara seperti ini terutama rapat karena mereka termasuk aku sudah dianggap batu yang mengikuti mereka saja. Jadi kelihatannya, aku dan mereka sia-sia saja datang untuk rapat dan menghabiskan waktu untuk menonton dan mendengarkan tanpa ada manfaat sekalipun bahkan bagiku saja, ini aku sudah dianggap orang asing yang di telantarkan karena aku tidak sanggup dengan tugas yang ku jalani. Akhirnya, kelihatannya yang kerja hanyalah dari dewan kerja saja dari seksi humas hingga logistic. Jadinya aku mungkin tidak berkerja untuk mereka, melainkan membantu untuk lancarnya acara itu.
Saat di 1 hari sebelum dimulai hari Raimuna Ranting dimulai, panitia dan dewan kerja hadir dalam rankga persiapan apapun. Tapi pada hari itu merupakan masa yang sangat membuatku takut akan kegagalan yang ada dalam diriku termasuk bagi masyarakat sekitar. Kau tau mengapa ? Akan ku jelaskan walau memang cukup panjang.
Pada saat aku, Wuri, dan Zulfa datang (Ka Wiwi tidak hadir karena dia sibuk dan terbelngkalai dengan aktivitas di dalam sekolah) ke Yon Bek Ang 1 Kostrad karena acaranya disitu, aku dan mereka sedang asyik mengobrol di dalam Aula Kostrad bersama panitia yang lainnya. Sembari mengobrol, aku melihat dewan kerja yang sedang membicarakan sesuatu terhadap ambalan yang menjadi panitia dan akibat kerja pada akhir-akhir ini tidak becus untuk mengadakan Raimuna Ranting tersebut. Dan juga kabarnya akan mendapatkan marahan yang sangat besar hingga kekerasan oleh Senior-seniornya. Saat ku mendengarkan omongan mereka, aku merasa bahwa sekolahku memiliki kesalahan yang besar bahwa usaha yang dilakukan juag sia-sia. Akhirnya, aku dan temanku mengajak untuk mengobrol diluar Aula agar udaranya enak dan sejuk. Tiba-tiba pelatihku datang untuk menghampiri kami dan memerintahkan agar aku, Wuri, dan Zulfa untuk pulang karena kalau tetap ikutan maka nanti malam aku akan ada aksi kekerasan oleh Senior-senior Pramuka yang dapat membuat kami jatuh dalam kesemangatan dan mengalami kesengsaraan. Temanku protes, karena hal tersebut sudah mendapatkan surat dispensasi dari sekolah bahwa kami telah menjadi panitia. Kalau kabur, atau keluar sama saja, kami dicap buruk oleh sekolah apalagi Pembina. Belum lagi kami juga akan dianggap sebagai pecundang dan penakut. Akhirnya dengan belas kasih Pelatih, akhirnya kami menyerah dan pualng ke rumah. Aku merasa takut untuk menghadapi semua ini termasuk cara menyelesaikan semua masalah yang ada. Teman-temanku juga kecewa dan sambil ngobrol untuk mencari jalan solusi agar bisa ikut jadi panitia karena sudah mendapatkan surat dispensasi dari sekolah. Tapi tanpa sengaja, Wuri mengirimkan SMS ke Pembina bahwa kami keluar dari panitia karena suruhan Pelatih. Akhirnya aku menyuruh mereka untuk beristiarahat sejenak dirumahku dan membahas soal solusinya. Mau gak mau harus terima nasib apa adanya, saat istirahat, muncullah telepon dari Pembina bahwa Pembina tidak terima atas tindakan dari Pelatih dan kami menunggu kemunculan bunda di Pertigaan Lampu Merah Pemda, saat Pembina datang, kami membicarakan panjang lebar tetang apa yang terjadi. Akhirnya Pembina segera ke tempat diadakannya Raimuna Ranting itu dan kami juga ikut kesana denagn jalan kaki kecuali pembina yang menggunakan motor. Setelah kami hampir tiba, perasaanku dan temanku grogi, merinding, takut, khawatir, dan lain sebagainya bercampur adik kedalaman hawa keburukan dan kesengsaraan. Kami mengintai-intai halaman aula takut terjadi sesuatu yang dapat membuat kami hilang kendali. Saat pembina kami tiba, pembina kami menyampar pelatih kami untuk membicarakan semua yang terjadi. Kami merinding dan merasa ketakutan kalau misalkan juga kami yang bersalah jika kami meneruskan bertindak dan salah tentang apa yang selama ini aku usahakan namun berhasil sia-sia. Pembina aku mengamuk kepada pelatihku karena diperlakukan tidak hormat dan kasar kepada ambalan yang menjadi panitia. Yah... seperti yang ku katakan sebelumnya bahwa ada dilema yang harus dipilih, kabur atau memaksakan diri. Kalau kabur dipandang buruk oleh kepala sekolah dan sudah berbohong alias sia-sia usaha yang dilakukan selama ini karena pengorbanannya itu diantaranya antara lain waktu, kepentingan, dan tugas-tugas sekolah. Kalau memaksakan diri, maka resiko, dan konsekuesninya yaitu mendapatkan kekerasan dari kakak senior dan penderitaan. Yah memang dilema ini sulit tuk dipilih. Yang namanya dilema harus mengorbankan salah satu dari pilih itu. Pembina kami meminta nomor kakak senior kita untuk membicarakan tentang hasil kualitas kerja kami selama jadi panitia. Pembina kami sampai marah-marah karena diperlakukan kasar kepada ambalan. Akhirnya seniornyapun meminta maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang di lakukannya.
Yah... kalau kamu mengetahui semua ini.... senior yang ingin melakukan kekerasan itu sangat kesal terhadap pembina kami termasuk kami karena ketahuan dalam hal pengaduan tersebut. Akhirnya, selama dalam berlangsungnya acara tersebut, suasana jadi terasa hening ditambah denagn perasaan yang beguitu tidak jelasnya. Dimulai dari awal hari Raimuna Ranting itu dimulai, saat dimulainya untuk melakukan pekerjaan agar acara tersebut berjalan lancar, kami malah bingung untuk melakukan sesuatu karena kami tidak tahu apa tugas-tugasnya. Sepertinya, kami telah diangap sebagai batu dan tidak bisa bekerja untuk ngapa-ngapain lagi. Dewan kerja serasa mnyibukan diri tanpa disibuk sendiri. Pada awalnya yang sudah ku ceritakan, kami ingin mengajukan inspirasi tetapi malah di cueki. Dan akhirnya kami hanya berdiam diri saja. Aku memang bingung, apakah ada yang salah dari kami atau apa ? Akhirnya selama acara tersebut di mulai hanya berdiam diri saja dan tidak melaksanakan tugas sesuai denagn seksi-seksi yang ada, namun setelah kejadian pengaduan tersebut, secara spontanitas kami merasa kaget bahwa susunan organisasinya telah berubah secara total dan itulah yang membuat kami bingung untuk bekerja di seksi mana. Akhrinya akmi bekerja sebagai anggota pengangguran dan inilah yang aku benci jika aku bekerja sebagai anggota pengangguran.
Adapun yang lebih parahnya lagi, salah satu dari Dewan Kerja marah terhadap kami karena tidak becus dalam bekerja. Ditambah lagi dengan senior dari saka tertentu. Kami memang sudah merasa kesal denagn kemarahan mereka karrena mereka juga melakukan kesalahan yang begitu fatal sejak awalnya seperti mereka tidak peduli akan inspirasi dari ambalan. Lalu ada lagi bahwa mereka tidak peduli akan pekerjaan yang di lakukan ambalan kalau mereka seakan-akan ingin memabntu dewan kerja. Ya... Aku hanya bisa tertawa dengan kesalahan mereka saja dan tertawa dalam nasib kesengsaraan ini karena semua kesalahan ini semuanya aku yang menanggungnya. Betulkah ? Aku dan teman-temanku yang menjadi panitia yang berasal dari sekolahku juga merasa kesal akan tindakan mereka terhadap ambalan. Seandainya kalau di evaluasi aku meamng bersalah atas nama ambalan sendiri maka bukannya aku menyalahkan mereka tetapi mereka ingin menag sendiri dan ingin menindas akan kelemahan kita sendiri. Saat pengevaluasian tentang apa yang terjadi selama ini dan aku mengelaurkan kata-kata yang berhubungan dnegan suasana saat raimuna tersebut akhirnya dewan kerja meminta maaf dan mengatakan walau mereka masih pemula tapi mereka tetap kerja sama untuk mempedulikan dan saling membantu satu sama lainnya.
Tapi apakah kau tau apa yang mereka ucapkan ? Mereka tidak bisa memegang ucapan tersebut dan itu hanya omongan doang alias OMDO. Itu terjadi saat diadakannya sanlat dan diklat bhayangkara. Aku awalnya belum tahu apa-apa soal kegiatan tersebut, namun salah satu dewan kerja memanggilku untuk ikut hadir dirumah bunda andalan ranting lewat SMS. Tapi aku tidak tahu dimana alamat rumahnya, maka dari itu jika aku bertanya di mana alamt rumahnya maka dia tidak menjawabnya karena pada saat rapat raimuna aku tidak datang kerumahnya dan kalau di suruh tunggu di tempat tertentu dia malah tidak mau karena pada saat itu sedang dalam masa bulan puasa. Akhirnya aku mulai malas untuk ikut kesana. Jadi SMS tersebut tidak aku balas. Aku juga malas utnuk hadir karena saat itu sedang bulang puasa. Kemudian, pada saat hari kemerdekaan negara indonesia. Dewan kerja yang meng-SMSku menyuruhku untuk hadir untuk melaksanakan upacara di sekolah dekat Kwarran. Aku kira biasanya itu upacara di pemda namun karena aku mengikutinya akhirnya aku ikuti saja dan membicarakan soal hasil rapat tadi setelah pulang dari upacara tersebut. Tapi untungnya aku upacara tidak berbaris melainkan menjadi tamu kehormatan. Setelah itu, aku menanyakan soal sertifikata dan piagam bahwa sertifikat dan piagam itu ada di tangan ketua pelaksana raimuna ranting yaitu pelatih pramukaku yang ada di sekolah. Aku ikut bersama mereka utnuk membahas soal sanlat dan diklat bhayangkara. Ternyata setelah di lihat pada proposal. Aku terpilih sebagai seksi logistik lagi. Aku merasa muak dengan tugas tersebut. Keliahtannya mereka memilih secara acak atau dipilih secara bebas. Dan menurutku pemilihan seksi kepanitiann itu sudah diluar batas kewajaran alias tanpa pemberitahuan sedikitpun. Aku secara jujurnya tidak mampu dengan seksi logistik tersebut. Buktinya pada saat rairan aku tidak bekerja karena tak ada yang bisa membantuku kecuali dwan kerja saja. Dan kepanitiaan ini aku kebagiaan dengan orang yang tidak bisa diandalkan. Nah lho kan ? Ternyata mereka sudah melakukan kesalahan besar dalam meperhitungkan rencana. Seharusnya mereka memikirkan terlebih dahulu sebelum bertindak. Teman-temanku pada malas untuk mengikuti kegiatan kepanitiaan ini karena mereka sibuk dalam kegiatan yang ada di sekolah sekaligus malas kalau mengikuti acara yang ujung-ujungnya tidak membawa manfaat sama sekali. Itu memang benar, akupun juga merasa seperti itu kepada teman-teman saya. Sepertinya pemilihan panitia ini dipilih secara tidak hormat dan tidak tahu bagaimana kinerja seseorang pada bidang tersebut. Sehingga akupun juga malas beranggap denagn mereka lagi. Untungnya, orang tuaku tidak mengizinkan kalau mengikuti organisasi diluar alais organisasi kemasyarakatan. Yang i dibolehkan hanyalah mengikuti organisasi yang ada di dalam sekolah walau tidak diperbolehkan lagi utnuk mengikuti yang ada di luarnya. Yah kalau gitu masalah beres deh... tapi tetap saja penderitaan sealu nongol kalau aku ikut pramuka karena harus berurusan denagn merka lagi. Aku ingin agar aku bisa cepat lulus dari sekolahku ini dan meninggalkan mereka.
5. Mempertahankan Ekstrakulikuler Pramuka di Sekolah
Semenjak aku masuk ke SMA, aku merasa aku tidak ingin mengikuti ektrakulikuler pramuka lagi. Jujur, aku memang malas mengikuti hal tersebut karena menurutku itu sudah membuang-buangkan tenaga bagiku walau memang ada manfaatnya bagiku yaitu mendapatkan ilmu dari pramuka tapi yang lebih parah bahwa waktu kalau tidak di tentukan bisa di sia-siakan. Tapi semenjak pramuka di sekolahku ini anggota kelas 1nya sedikit banget apalagi untuk anggota perempuannya, akhirnya aku mengikuti kegiatan ini lagi sebagai penolong. Sebeanrnya tujuanku ikut pramuka di SMA bukan untuk mengembangkan diri di bidang tersebut maupun apa melainkan utnuk mempertahanakn ekstrakulikuler yang ada di sekolahku. Aku merasa ironis melihat kondisi pramuka di sekolahku sudah mulai menyempit seperti itu. Padahal, sekolahku ini baru 3 tahun didirikan dan prestasi pramuka di sekolahku cukup tinggi tapi utnuk angkatan aku, anggota pramuka ini sangatlah sedikit tapi utnuk kaka kelasku lebih abnyak dan mungkin lebih setia terhadap pramuka. Namun sayangnya aku bingung dengan angkatanku mengapa pramuka di sekoalhku ini akhir-akhri ini semakin menipis ?
Aku seallu berjuang untuk mempertahankan pramuka di sekolahku bila perlu meningkatkannya lagi. Aku mengalami masa mati-matianku hingga aku mengorbankan waktu untuk pramuka di sekolahku terutama saat demonstrasi MOS di sekolahku. Dari mengundang kakak kelas hingga teman-teman yang lainnya untuk membantu dalam demonstrasi MOS. Tapi tetap saja selama liburan mereka sibuk untuk mengatur diri sendiri. Aku sudah dinaggap orang gila karena aku tertawa dalam nasib kesialan tersebu. Yeah, tapi betapa beruntungnya ada orang yang simpatik dneagku untuk membantu dalam memperlancarkannya demonstrasi MOS tersebut, yaitu pelatih pramukaku. Tapi sayangnya saat aku berada di kelas 2, dia sudah tidak bisa memabntuku karena dia juga tidak kuat untuk mengikuti kepramukaan ini termasuk menjadi dewan kerja. Kalau bisa ku bilang. Pramuka itu hanyalah menghabiskan tenaga dan waktu saja dan tidak ada manfaat sekalipun walau manfaat itu hanyalah pengalaman saja. Yang paling bermanfaat jika seseorang itu hanya belajar teori bagaimana mana dia bisa hidup bebas. Kalau aku boro-boro melakukan hal seperti itu, aku berada di masa kritis dan ini sudah menjadi bagian dari cerita Adventure of Deja Vu akalu aku harus bisa memimpin kepada anggota yang terlalu lemah dan sifatnya terlalu egois dan sebagainya. Hal sendiri itu memang ada cara yang harus di lakukan hingga dia mengorbankan dirinya untuk mati. Pramuka itu pahlawan bagi sang pemimpin. Maka dari itulah, yang menyebabkan semua orang sukses itu berasa dari pramuka. Tapi memang semau yang ku lakukan berujung sia-sia karena aku mengikuti pramuka terbengkalai terus denagn pelajaran dan pembuatan cerita dan simfile termasuk game Super Mario World.
Itulah masa-masa burukku yang ku alami di tahun ini, ku harap dari bulan september hingga akhir tahun tidak terjadi masa buruk lagi. Kalau itupun masa buruk ini sudah menjadi tahun terburuk bagi hidupku. Mugnkin setelah lulus SMA hidupku akan berubah drastis, entah itu dalam hal kebaikan maupun keburukan.
Kalau aku ingin bercerita mengenai soal masa-masa susahku di tahun 2010 ini, akan kuceritakan masa-masaku yang susah dan sulit tapi berujung dengan kegagalan, keburukan, dan kesialan yang ada. Dari awal Januari hingga Pertengahan Tahun 2010 ini (Agustus).
1. Fenomena Déjà vu
Kamu pasti pernah membaca artikelku tentang Déjà vu kan ? Masa Déjà vu ini adalah masa yang membuatku melakukan kejadian yang berulang-ulang dan teringat akan masaku pas saat aku duduk di bangku SD. Aku sangat membenci sekali jika kejadian yang ku alami saat SD kembali lagi di masa SMA. Karena masa SDku merupakan masa yang paling tidak enak sekaligus buruk bagiku. Aku selalu di buat kekerasan oleh mereka, dibuat sial, ditangisi, hingga aku tidak bisa berbuat apa-apa terhadap apa yang ku hadapi selama ini. Namun kejadian seperti itu terulang lagi saat liburan semester 1 hingga sekarang ini (saat cerita ini dibuat). Masa sial mulai kembali dan menghampiri diriku. Aku tak tau harus bagaimana menghadapi semua yang ku alami ini dalam fenomena Déjà vu ini ? Yang ada aku hanya pasrah saja dan berserah diri kepada Allah untuk mengahdapi semua ini dnegan maksimal. Entah aku juga tidak bisa bersantai jika aku menghadapi hal ini karena masalah selalu muncul di dalam hidupku. Awal permulaan hidupku yang sudah menandakan kesialan bahwa kesialan ini bentuknya sama denagn kesialan dan keburukan yang ku alami saat aku di masa SDku dulu.
2. Situs FFR yang mati untuk selamanya
Situs FFR atau Flash Flash Revolution merupakan situs favoritku karena situs ini merupakan situs yang awalnya berasal dari game yang serupa yaitu Stepmania dan dibuat menggunakan program aplikasi flash. Aku sebut situs favoritku karena situs ini menyediakan banyak sekali simfile utnuk stepmania, belum lagi di lengkapi dengan situs jejaringan sosial yang dapat membuatku berinteraksi dengan orang luar negeri yang mempunyai hobi yang sama denganku, dan juga dilengkapi lagi dengan chatting, dan beberapa game-game yang telah disediakan selain game yang mirip dengan Stepmania. Aku mengetahui situs FFR ini sejak aku kelas 9 SMP yang saat itu ingin mencari simfile stepmania. Aku merasa tertarik gabung dengan situs ini karena situ situ merupakan situs permainan untuk game stepmania. Belum pada saat aku gabung di situ situ, aku juga memiliki banyak sekali kenalan orang luar negeri yang ignin berkenalan denganku.
Ada sebuah masa dimana aku bertemu dengan orang yang menyukai FFR tetapi orang tersebut tinggal di Negara Indonesia. Aku sangat senang sekali berkenalan dnegannya hingga bersaing untuk mendapatkan nilai terbaik dengannya. Selain itu, aku dan dia bekerja sama untuk membuat simfile berlagu Indonesia. Tapi sayangnya dia sudah terkena banned akibat saat chatting dia memberikan umur aslinya kepada orang bahwa dia berumur 12 tahun. Padahal untuk masuk kesitus itu haruslah berumur 13 keatas. Akhirnya aku masih bisa bertemu dia lagi. Dia juga sempat mengajak temannya untuk bermain FFR atau Stepmania dan temannya dia tertarik akan game tersebut. Aku sangat bangga mempunyai teman kaya dia. Akhirnya aku ingin agar dia mengeadd aku di Facebook. Akhirnya aku bisa bertemu dengannya di Facebook dan terus berkomunikasi dengannya baik di FFR maupun di Facebook. Lalu beberapa masa kemudian, aku pernah bertemu denagn orang yang hobi bermain Stepmania walau dia tidak hobi bermain di FFR. Dia datang ke situs FFR hanya untuk upload Simfile yang dia buat. Aku dan temanku yang pertama kali kenalan (Dia bernama Bayu) berkenalan dengannya. Dia bernama Yuliani (Aku mengetahuinya saat aku berkenalan di Facebook).
Namun, saat tahun telah memasuki tahun 2010. Situs FFR mati entah mengapa. Aku tidak bisa berkomunikasi dengan mereka lagi dan bermain dengan mereka lagi. Padahal pada saat itu aku ingin memperkenalkan Bayu mengenai mode Multiplayer di FFR. Tapi sehubungan dengan situs itu mati entah mengapa. Akhirnya aku masih bisa melanjutkan komunikasi dengannya tentang Pembuatan simfile Packnya. Aku juga sering berkomunikasi dengan Yuliani mengenai simfile yang dia buat. Walau simfile dia jelek, tapi aku tetap berusaha untuk mengajarkan dia cara membuat simfile yang baik dan benar.
Aku bersabar menunggu situs FFR itu pulih kembali. Setiap hari aku buka situ situ tetapi tidak ada tanda-tanda sedikitpun akan kemundulan FFR. Aku, Bayu, dan Yuliani ingin agar situs itu muncul lagi dan bisa bermain bersama di situs itu. Tapi kesabaran yang ku lakukan bersama dengan mereka hasilnya nihil. Semenjak pengumuman bahwa situs FFR itu diluncurkan pada tanggal 18 juli 2010, semua yang telah kulakukan untuk menunggu situs FFR itu hasilnya tidak ada. Sia-sialah aku menunggu situs FFR itu kembali hingga aku kesal hingga tidak terkendali. Kesabaranku menghasilkan kenihilan sekaligus stress dalam hidup.
3. Cinta yang tak kesampaian.
Kalau kau pernah melihat ceritaku mengenai Dilema Cinta yang sulit di atasi, Pengkhianatan Pendendaman, dan Eternitas Kehidupan pasti kau tau apa yang terjadi dengan cintaku kepada seseorang yang sangat ku sayangi, kusukai, dan kucintai. Semenjak aku berpindah pihak kepada Kirakitxa, banyak temanku yang ingin membantuku untuk mendapatkan Kirakitxa, dan Exngal ingin bahwa aku tidak berpihak kepadanya. Tapi aku tidak mau kembali kepadanya karena dia mengkhianatiku kalau dia punya pasangan cadangan. Tapi kalau kau mengetahui bahwa aku juga mengalami kecerobohan bahwa aku mengatakan kepada Exngal bahwa aku mencintai Kirakitxa. Aku mencintai Kirakitxa karena inilah pandangan pertamaku aku jatuh cinta kepada perempuan yang benar-benar aku sayangi, aku sukai, dan aku cintai. Akhirnya kebodohan dan kecerobohan inilah yang membawa malapetaka bagiku. Akibat dari kejadian itu, aku berusaha untuk mendapatkan Kirakitxa kembali bagaimanapun caranya, tapi mengapa setiap aku mendekatinya aku merasa jauh dengannya dan terhalang oleh Exngal, belum lagi ada suatu hambatan yang tidak jelas menghampiriku agar aku tidak mendekatinya. Aku selalu beursaha tetapi tidak mendapatkannya. Akhirnya, kekuatanku berhasil di kuasai Exngal dengan bantuan pasangan hidup Ixad dan itu sesuai dengan cerita Adventure of Déjà vu dan artikelku yang berjudul Déjà vu. Sepertinya apapun yang kuceritakan akan bersifat mujur tapi bagaimana jika aku tidak curhat dengan catatan ini ?
Teman-temanku yang telah membantuku akhirnya telah di kuasai oleh Exngal dan Ixad dan mereka berusaha untuk menghancurkan hidupku sekaligus agar aku tidak dapat pasangan hidup sama sekali. Betapa kejamnya mereka. Mereka telah memberikan siksaanku yang telah berat seperti yang ada dalam cerita. Dan memang sekarang jadi kenyataan, ternyata usahaku yang kulakukan sia-sia untuk menyelesaikan semua masalah yang aku alami dan berakhir denagn kesengsaraan. Dan ini semuanya merupakan kesalahnaku dari kepribadianku yang dilahirkan seperti ini. Aku merasa bersalah denagn tidak pernah memeperhatikan kekuaranganku yang cukup berbahaya bagi hidupku sendiri. Dan pada saat sekarang ini, dia telah mendapatkan pasangan hidup baru yang bernama Dinurhax yang terkenal kepintaran dan kereligiusan di sekolahku. Aku memang kalah melawan kekuatan mereka kalau kekuatanku sangatlah lemah untuk menghadapi masalah yang ku hadapi ini, berarti aku tidak mampun untuk menghadapi masalah seperti tiu dan satu-satunay cara yaitu pasrah, kabur, atau menghindari masalah itu. Kalau ku bisa menguasai sekolah dalam bidang organisasi aku mungkin bisa jadi raja di sekolah itu namun karena orang tuaku membatasi bahwa aku cukup 1 organisasi saja yang perlu diikuti maka aku hanya mengikuti pramuka saja dengan tujuan bahwa aku hanya bisa mempertahankan organisasi di sekolahku ini.
4. Ketidakmampuan untuk melanjutkan organisasi masyarakat.
Pada pertengahan semester 2, pelatih pramukaku mengajakku untuk bergabung menjadi Dewan Kerja Ranting atau biasa di singkat DKR di kota cibinong. Aku kira menjadi Dewan Kerja Ranting ini akan menarik jika serinf dilaksanakan dan dikerjakan denagn baik. Pada awal pemanggilan banyak sekali anak pramuka yang semangat ingin ikut menjadi dewan kerja cibinong, terutama dari sekoalh lain, tapi dari sekolahku hanya aku seorang saja yang ikut. Namun, makin lama kesemangatan mereka makin berkurang saat mempersiapkan Muspanitra (Aku lupa singkatannya). Karena tugas-tugas yang untuk mempersiapkannya sungguhlah berat dan diperlukan kerja keras yang maksimal, akhirnya banyak yang mengundurkan diri. Aku kebagian pada seksi logistik atau peralatan. Seksi ini merupakan seksi terberat dalam melaksanakan tugasnya karena harus menyiapkan barang-barangnya, baik itu barang pinjaman maupun barang bukan pinjaman harus bisa diajga dan dirawat dengan baik dan hati-hati. Untungnya aku dibantu denagn orang yang ahli didalam bidang logistik, jadinya aku bisa sedikti bersantai dan membatu mereka jika mereka mengalami kesulitan. Setiap mereka kerja aku selalu membantu mereka baik dalam mepersiapakan maupun tidak tetapi tidaklah sendiri melainkan bersama tanpa ada kesendirian apapun. Jadinya aku masih bisa tertolong denagn mereka hingga pada hari mulainya semua persiapan ini selesai sudah denagn lancer dan baik walau aku tidak ahli di dalam bidangnya.
Pada saat muspanitra, aku mengalami masa yang paling tidak enak bagiku bahwa setiap ada rapat aku harus terus hadir, baik itu waktu sekolah maupun tidak. Inilah yang membuat kesenanganku kepada teman-temanku dan waktu bersantai hampir tidak ada. Pada saat acara perpisahan bareng dengan teman sekelasku yaitu kelas 10-1 aku tidak ikut karena bentrok dengan rapat untuk memeprsiapkan pengukuhan. Banyak sekali waktu santai yang ku korbankan demi kelancaran DKR termasuk waktu belajar dan sekolah sehingga banayk sekali ilmu dan nilai yang kulewati. Mungkin sepertinya aku tidak cocok untuk menjadi anggota Dewan Kerja Ranting karena anggota tidak sanggup menjalankan perintahnya karena aku belum mampu, apalagi tidak ada yang bisa kuandalkan atau tidak ada yang peduli denganku. Akhirnya saat persiapan pengukuhan, semuanya harus minta izin dari orang tua untuk mengikuti acara pengukuhan dewan kerja ranting. Tapi beruntungnya diriku bahwa aku tidak diizinkan oleh orang tuaku. Jadinya aku bisa melepaskan diri dan mengurusi diriku sendiri demi menuju kesuksesan.
Saat sebelum dimulainya Ujian Kenaikan Kelas, Pelatih pramukaku emngajak aku, Ka Wiwi, Wuri, dan Zulfa yang merupakan teman pramukaku untuk hadir dalam persiapan Raimuna Ranting Cibinong. Dalam persiapan kali ini pada saat pembagian seksi-seksi, aku kebagian lagi di seksi logistik atau peralatan. Sementara teman-temanku ada yang di seksi dokumentasi, konsumsi, dan humas. Aku memang benar-benar tidak sanggup untuk menjabat seksi logistik. Jadi aku hanya mengandalkan partner yang satunya lagi, kuharap dia bisa membantuku dalam seksi logistik. Namun sayangnya semenjak di bentuknya panitia dan selesainya pengambilan rapot di sekolahku, teman partnerku tidak bisa membantuku karena dia tidak pernah hadir dalam rapat selama ini. Jadinya aku saja yang bisa di andalkan oleh mereka. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mereka. Jadi aku memang tidak sanggup dan ingin keluar dari kepanitiaan itu karena pada masa itu aku dikelilingi oleh masalah reunian bareng dengan teman SMP saya dan Demonstrasi MOS yang ada di sekolah saya itu. Kalau kau mempertanyakan temanku, temanku ingin sekali mengajukan aspirasi kepada dewan kerja dan panitia yang lain untuk memperlancar Raimuna Ranting itu namun tak ada satupun dari dewan kerja dan panitia yang lain mengetahui, menerima, dan memperhatikan ambalan dari sekolahku itu karena mereka sibuk mengurusi dirinya sendiri dan acara tersebut tanpa memperhatikan atau mempedulikan sekolahku. Jadi teman-temanku juga merasa kesal dan hanya tinggal diam saja dan mengurusi dirinya masing-masing.
Saat selesai demonstrasi MOS tibanya waktu masuk sekolah, rapat masih dilanjutkan hingga waktu dimulai. Temanku yang sama sekolah hampir malas untuk mengikuti acara seperti ini terutama rapat karena mereka termasuk aku sudah dianggap batu yang mengikuti mereka saja. Jadi kelihatannya, aku dan mereka sia-sia saja datang untuk rapat dan menghabiskan waktu untuk menonton dan mendengarkan tanpa ada manfaat sekalipun bahkan bagiku saja, ini aku sudah dianggap orang asing yang di telantarkan karena aku tidak sanggup dengan tugas yang ku jalani. Akhirnya, kelihatannya yang kerja hanyalah dari dewan kerja saja dari seksi humas hingga logistic. Jadinya aku mungkin tidak berkerja untuk mereka, melainkan membantu untuk lancarnya acara itu.
Saat di 1 hari sebelum dimulai hari Raimuna Ranting dimulai, panitia dan dewan kerja hadir dalam rankga persiapan apapun. Tapi pada hari itu merupakan masa yang sangat membuatku takut akan kegagalan yang ada dalam diriku termasuk bagi masyarakat sekitar. Kau tau mengapa ? Akan ku jelaskan walau memang cukup panjang.
Pada saat aku, Wuri, dan Zulfa datang (Ka Wiwi tidak hadir karena dia sibuk dan terbelngkalai dengan aktivitas di dalam sekolah) ke Yon Bek Ang 1 Kostrad karena acaranya disitu, aku dan mereka sedang asyik mengobrol di dalam Aula Kostrad bersama panitia yang lainnya. Sembari mengobrol, aku melihat dewan kerja yang sedang membicarakan sesuatu terhadap ambalan yang menjadi panitia dan akibat kerja pada akhir-akhir ini tidak becus untuk mengadakan Raimuna Ranting tersebut. Dan juga kabarnya akan mendapatkan marahan yang sangat besar hingga kekerasan oleh Senior-seniornya. Saat ku mendengarkan omongan mereka, aku merasa bahwa sekolahku memiliki kesalahan yang besar bahwa usaha yang dilakukan juag sia-sia. Akhirnya, aku dan temanku mengajak untuk mengobrol diluar Aula agar udaranya enak dan sejuk. Tiba-tiba pelatihku datang untuk menghampiri kami dan memerintahkan agar aku, Wuri, dan Zulfa untuk pulang karena kalau tetap ikutan maka nanti malam aku akan ada aksi kekerasan oleh Senior-senior Pramuka yang dapat membuat kami jatuh dalam kesemangatan dan mengalami kesengsaraan. Temanku protes, karena hal tersebut sudah mendapatkan surat dispensasi dari sekolah bahwa kami telah menjadi panitia. Kalau kabur, atau keluar sama saja, kami dicap buruk oleh sekolah apalagi Pembina. Belum lagi kami juga akan dianggap sebagai pecundang dan penakut. Akhirnya dengan belas kasih Pelatih, akhirnya kami menyerah dan pualng ke rumah. Aku merasa takut untuk menghadapi semua ini termasuk cara menyelesaikan semua masalah yang ada. Teman-temanku juga kecewa dan sambil ngobrol untuk mencari jalan solusi agar bisa ikut jadi panitia karena sudah mendapatkan surat dispensasi dari sekolah. Tapi tanpa sengaja, Wuri mengirimkan SMS ke Pembina bahwa kami keluar dari panitia karena suruhan Pelatih. Akhirnya aku menyuruh mereka untuk beristiarahat sejenak dirumahku dan membahas soal solusinya. Mau gak mau harus terima nasib apa adanya, saat istirahat, muncullah telepon dari Pembina bahwa Pembina tidak terima atas tindakan dari Pelatih dan kami menunggu kemunculan bunda di Pertigaan Lampu Merah Pemda, saat Pembina datang, kami membicarakan panjang lebar tetang apa yang terjadi. Akhirnya Pembina segera ke tempat diadakannya Raimuna Ranting itu dan kami juga ikut kesana denagn jalan kaki kecuali pembina yang menggunakan motor. Setelah kami hampir tiba, perasaanku dan temanku grogi, merinding, takut, khawatir, dan lain sebagainya bercampur adik kedalaman hawa keburukan dan kesengsaraan. Kami mengintai-intai halaman aula takut terjadi sesuatu yang dapat membuat kami hilang kendali. Saat pembina kami tiba, pembina kami menyampar pelatih kami untuk membicarakan semua yang terjadi. Kami merinding dan merasa ketakutan kalau misalkan juga kami yang bersalah jika kami meneruskan bertindak dan salah tentang apa yang selama ini aku usahakan namun berhasil sia-sia. Pembina aku mengamuk kepada pelatihku karena diperlakukan tidak hormat dan kasar kepada ambalan yang menjadi panitia. Yah... seperti yang ku katakan sebelumnya bahwa ada dilema yang harus dipilih, kabur atau memaksakan diri. Kalau kabur dipandang buruk oleh kepala sekolah dan sudah berbohong alias sia-sia usaha yang dilakukan selama ini karena pengorbanannya itu diantaranya antara lain waktu, kepentingan, dan tugas-tugas sekolah. Kalau memaksakan diri, maka resiko, dan konsekuesninya yaitu mendapatkan kekerasan dari kakak senior dan penderitaan. Yah memang dilema ini sulit tuk dipilih. Yang namanya dilema harus mengorbankan salah satu dari pilih itu. Pembina kami meminta nomor kakak senior kita untuk membicarakan tentang hasil kualitas kerja kami selama jadi panitia. Pembina kami sampai marah-marah karena diperlakukan kasar kepada ambalan. Akhirnya seniornyapun meminta maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang di lakukannya.
Yah... kalau kamu mengetahui semua ini.... senior yang ingin melakukan kekerasan itu sangat kesal terhadap pembina kami termasuk kami karena ketahuan dalam hal pengaduan tersebut. Akhirnya, selama dalam berlangsungnya acara tersebut, suasana jadi terasa hening ditambah denagn perasaan yang beguitu tidak jelasnya. Dimulai dari awal hari Raimuna Ranting itu dimulai, saat dimulainya untuk melakukan pekerjaan agar acara tersebut berjalan lancar, kami malah bingung untuk melakukan sesuatu karena kami tidak tahu apa tugas-tugasnya. Sepertinya, kami telah diangap sebagai batu dan tidak bisa bekerja untuk ngapa-ngapain lagi. Dewan kerja serasa mnyibukan diri tanpa disibuk sendiri. Pada awalnya yang sudah ku ceritakan, kami ingin mengajukan inspirasi tetapi malah di cueki. Dan akhirnya kami hanya berdiam diri saja. Aku memang bingung, apakah ada yang salah dari kami atau apa ? Akhirnya selama acara tersebut di mulai hanya berdiam diri saja dan tidak melaksanakan tugas sesuai denagn seksi-seksi yang ada, namun setelah kejadian pengaduan tersebut, secara spontanitas kami merasa kaget bahwa susunan organisasinya telah berubah secara total dan itulah yang membuat kami bingung untuk bekerja di seksi mana. Akhrinya akmi bekerja sebagai anggota pengangguran dan inilah yang aku benci jika aku bekerja sebagai anggota pengangguran.
Adapun yang lebih parahnya lagi, salah satu dari Dewan Kerja marah terhadap kami karena tidak becus dalam bekerja. Ditambah lagi dengan senior dari saka tertentu. Kami memang sudah merasa kesal denagn kemarahan mereka karrena mereka juga melakukan kesalahan yang begitu fatal sejak awalnya seperti mereka tidak peduli akan inspirasi dari ambalan. Lalu ada lagi bahwa mereka tidak peduli akan pekerjaan yang di lakukan ambalan kalau mereka seakan-akan ingin memabntu dewan kerja. Ya... Aku hanya bisa tertawa dengan kesalahan mereka saja dan tertawa dalam nasib kesengsaraan ini karena semua kesalahan ini semuanya aku yang menanggungnya. Betulkah ? Aku dan teman-temanku yang menjadi panitia yang berasal dari sekolahku juga merasa kesal akan tindakan mereka terhadap ambalan. Seandainya kalau di evaluasi aku meamng bersalah atas nama ambalan sendiri maka bukannya aku menyalahkan mereka tetapi mereka ingin menag sendiri dan ingin menindas akan kelemahan kita sendiri. Saat pengevaluasian tentang apa yang terjadi selama ini dan aku mengelaurkan kata-kata yang berhubungan dnegan suasana saat raimuna tersebut akhirnya dewan kerja meminta maaf dan mengatakan walau mereka masih pemula tapi mereka tetap kerja sama untuk mempedulikan dan saling membantu satu sama lainnya.
Tapi apakah kau tau apa yang mereka ucapkan ? Mereka tidak bisa memegang ucapan tersebut dan itu hanya omongan doang alias OMDO. Itu terjadi saat diadakannya sanlat dan diklat bhayangkara. Aku awalnya belum tahu apa-apa soal kegiatan tersebut, namun salah satu dewan kerja memanggilku untuk ikut hadir dirumah bunda andalan ranting lewat SMS. Tapi aku tidak tahu dimana alamat rumahnya, maka dari itu jika aku bertanya di mana alamt rumahnya maka dia tidak menjawabnya karena pada saat rapat raimuna aku tidak datang kerumahnya dan kalau di suruh tunggu di tempat tertentu dia malah tidak mau karena pada saat itu sedang dalam masa bulan puasa. Akhirnya aku mulai malas untuk ikut kesana. Jadi SMS tersebut tidak aku balas. Aku juga malas utnuk hadir karena saat itu sedang bulang puasa. Kemudian, pada saat hari kemerdekaan negara indonesia. Dewan kerja yang meng-SMSku menyuruhku untuk hadir untuk melaksanakan upacara di sekolah dekat Kwarran. Aku kira biasanya itu upacara di pemda namun karena aku mengikutinya akhirnya aku ikuti saja dan membicarakan soal hasil rapat tadi setelah pulang dari upacara tersebut. Tapi untungnya aku upacara tidak berbaris melainkan menjadi tamu kehormatan. Setelah itu, aku menanyakan soal sertifikata dan piagam bahwa sertifikat dan piagam itu ada di tangan ketua pelaksana raimuna ranting yaitu pelatih pramukaku yang ada di sekolah. Aku ikut bersama mereka utnuk membahas soal sanlat dan diklat bhayangkara. Ternyata setelah di lihat pada proposal. Aku terpilih sebagai seksi logistik lagi. Aku merasa muak dengan tugas tersebut. Keliahtannya mereka memilih secara acak atau dipilih secara bebas. Dan menurutku pemilihan seksi kepanitiann itu sudah diluar batas kewajaran alias tanpa pemberitahuan sedikitpun. Aku secara jujurnya tidak mampu dengan seksi logistik tersebut. Buktinya pada saat rairan aku tidak bekerja karena tak ada yang bisa membantuku kecuali dwan kerja saja. Dan kepanitiaan ini aku kebagiaan dengan orang yang tidak bisa diandalkan. Nah lho kan ? Ternyata mereka sudah melakukan kesalahan besar dalam meperhitungkan rencana. Seharusnya mereka memikirkan terlebih dahulu sebelum bertindak. Teman-temanku pada malas untuk mengikuti kegiatan kepanitiaan ini karena mereka sibuk dalam kegiatan yang ada di sekolah sekaligus malas kalau mengikuti acara yang ujung-ujungnya tidak membawa manfaat sama sekali. Itu memang benar, akupun juga merasa seperti itu kepada teman-teman saya. Sepertinya pemilihan panitia ini dipilih secara tidak hormat dan tidak tahu bagaimana kinerja seseorang pada bidang tersebut. Sehingga akupun juga malas beranggap denagn mereka lagi. Untungnya, orang tuaku tidak mengizinkan kalau mengikuti organisasi diluar alais organisasi kemasyarakatan. Yang i dibolehkan hanyalah mengikuti organisasi yang ada di dalam sekolah walau tidak diperbolehkan lagi utnuk mengikuti yang ada di luarnya. Yah kalau gitu masalah beres deh... tapi tetap saja penderitaan sealu nongol kalau aku ikut pramuka karena harus berurusan denagn merka lagi. Aku ingin agar aku bisa cepat lulus dari sekolahku ini dan meninggalkan mereka.
5. Mempertahankan Ekstrakulikuler Pramuka di Sekolah
Semenjak aku masuk ke SMA, aku merasa aku tidak ingin mengikuti ektrakulikuler pramuka lagi. Jujur, aku memang malas mengikuti hal tersebut karena menurutku itu sudah membuang-buangkan tenaga bagiku walau memang ada manfaatnya bagiku yaitu mendapatkan ilmu dari pramuka tapi yang lebih parah bahwa waktu kalau tidak di tentukan bisa di sia-siakan. Tapi semenjak pramuka di sekolahku ini anggota kelas 1nya sedikit banget apalagi untuk anggota perempuannya, akhirnya aku mengikuti kegiatan ini lagi sebagai penolong. Sebeanrnya tujuanku ikut pramuka di SMA bukan untuk mengembangkan diri di bidang tersebut maupun apa melainkan utnuk mempertahanakn ekstrakulikuler yang ada di sekolahku. Aku merasa ironis melihat kondisi pramuka di sekolahku sudah mulai menyempit seperti itu. Padahal, sekolahku ini baru 3 tahun didirikan dan prestasi pramuka di sekolahku cukup tinggi tapi utnuk angkatan aku, anggota pramuka ini sangatlah sedikit tapi utnuk kaka kelasku lebih abnyak dan mungkin lebih setia terhadap pramuka. Namun sayangnya aku bingung dengan angkatanku mengapa pramuka di sekoalhku ini akhir-akhri ini semakin menipis ?
Aku seallu berjuang untuk mempertahankan pramuka di sekolahku bila perlu meningkatkannya lagi. Aku mengalami masa mati-matianku hingga aku mengorbankan waktu untuk pramuka di sekolahku terutama saat demonstrasi MOS di sekolahku. Dari mengundang kakak kelas hingga teman-teman yang lainnya untuk membantu dalam demonstrasi MOS. Tapi tetap saja selama liburan mereka sibuk untuk mengatur diri sendiri. Aku sudah dinaggap orang gila karena aku tertawa dalam nasib kesialan tersebu. Yeah, tapi betapa beruntungnya ada orang yang simpatik dneagku untuk membantu dalam memperlancarkannya demonstrasi MOS tersebut, yaitu pelatih pramukaku. Tapi sayangnya saat aku berada di kelas 2, dia sudah tidak bisa memabntuku karena dia juga tidak kuat untuk mengikuti kepramukaan ini termasuk menjadi dewan kerja. Kalau bisa ku bilang. Pramuka itu hanyalah menghabiskan tenaga dan waktu saja dan tidak ada manfaat sekalipun walau manfaat itu hanyalah pengalaman saja. Yang paling bermanfaat jika seseorang itu hanya belajar teori bagaimana mana dia bisa hidup bebas. Kalau aku boro-boro melakukan hal seperti itu, aku berada di masa kritis dan ini sudah menjadi bagian dari cerita Adventure of Deja Vu akalu aku harus bisa memimpin kepada anggota yang terlalu lemah dan sifatnya terlalu egois dan sebagainya. Hal sendiri itu memang ada cara yang harus di lakukan hingga dia mengorbankan dirinya untuk mati. Pramuka itu pahlawan bagi sang pemimpin. Maka dari itulah, yang menyebabkan semua orang sukses itu berasa dari pramuka. Tapi memang semau yang ku lakukan berujung sia-sia karena aku mengikuti pramuka terbengkalai terus denagn pelajaran dan pembuatan cerita dan simfile termasuk game Super Mario World.
Itulah masa-masa burukku yang ku alami di tahun ini, ku harap dari bulan september hingga akhir tahun tidak terjadi masa buruk lagi. Kalau itupun masa buruk ini sudah menjadi tahun terburuk bagi hidupku. Mugnkin setelah lulus SMA hidupku akan berubah drastis, entah itu dalam hal kebaikan maupun keburukan.
Sabtu, 08 Mei 2010
Teks Drama Bagian 4
Si Pitung
Di Batavia terjadi bentrok antara Batavia dan Belanda, ada seorang pemuda (saat itu) yang juluki si Pitung. Ia adalah seorang yang berasal dari Betawi ia ingin membelaa Batavia dari serangan Belanda.
Dan pada saat itu pula Menir Belanda dan anak buahnya. Pergi untuk mencari makan di daerah Batavia
Menir : “Ayo kita mengisi perut di kedai itu !”
Maria : ”Yuk pih”
Coted : ”Siap tuan.”
(Di kedai makan)
Menir : ”Disini orang padda makan apa ?”
Emak : ”Disini Cuma adda makanan biasa tuan (Sambhil menunjukkan makanan), ike ambilkan makanan untuk tuan-tuan ini !”
Ike : ”Iya mak, silahkan tuan” (Menawarkan makanan)
Setelah selesai makan Menir menyuruh Maria untuk keluaar terlebih dahulu (Menyuruh Maria keluar), merekapun meninggalkan kedai makan itu dengan seenaknya, lalu Emak berkata.
Emak : ”Tuan, makanannya belum di bayar !”
Menir : ”You merintah saya ? Apa you orang tidak tau I ini siapa ?”
Emak : ”Maaf tuan, bukannya saya memerintah tuan tapi memang begitu peraturannya”
Menir : ”You tidak menghormati I !!!”(Dengan marahnya ia menggebrak meja kedai)
Ike : ”Maaf tuan, saya dan Emak salah.” (Dengan wajah yang ketakutan)
Tiba-tiba si Pitung datang dengan tatapn emosi yang tertuju kepada Menir. Tanpa basa-basi si Pitung langsung menghampiri kedai itu, dengan menggebrak meja di haddapan Menir Belanda, Menir pun merasa tidak di hargai, dan marah.
Menir : “Maksud you apa ? Kurang ajaar !”
Pitung : ”Emang lu siapa ?”
Menir : ”I yang berkuasa disini !!!”
Pitung : ”Lu yang berkuasa di daerah ini ?? Walaupun yang berkuasa, tapi ini tanah kelahiran gue.”
Menir : ”You orang terlalu banyak omong, centeng habisi dia !!!!”
Perkelahianpun dimulai
Dan akhirnya centeng dikalahkan si Pitung, dan Menirpun pulang bersama anak, dan centengnya..
Pitung : ”Rasain lo !!! LU gak tau siapa gua ? Jagoan betawi nih....”
Ike : ”Pitung makasih yee, udah nolongin aye sama emak.”
Emak : ”Iye tung makasih yee ?”
Pitung : ”Iye sama-sama.”
Setelah Pitung keluar-keluar dari kedai, Maria menghampiri ayah dan centeng-centengnya (Dengan raut wajah yang bertanya-tanya karena centeng ayahnya yang kesakitan babak belur)
Maria : ”Papih ada apa ini ?”
Codet : “Non, kami di hajar sama orang betawi itu.”
Maria : ”Meamng siapa orang itu ?”
Hamit : ”Katanya sih namanyaa Pitung”
Maria : ”Siapa Pitung ?”
Hamait : ”Banyak yang bilang dia jagoan Betawi”
Sesaat kemudian si Pitung keluar dari Kedai dan Bertemu dengan ke-2 orang temannya lalu berkata.
Dudung : ”Eh Pitung, lo liat gak orang-orang lagi pada ngumpul itu ?”
Pitung : ”Oh, itu yang taddi abis ngajak ribut sama gue.”
Pitung dan ke 2 temannya pun menghampiri Menir itu.
Pitung : ”Eh Menir !!! Ngapain lo masih disini !?”
Karena mendengar teriakan tersebut Maria anak Menir melihat si Pitung, dan mereka dengan secara tidak sengaja mereka bertatap mata satu sama lain, dan karena Menir melihat si Pitung melihat anaknya Menirpun menegur Pitung.
Menir : ”Hehe you oraang ngapain liat-liat anak I ???” (Dengan tangan yang hamper memukul Pitung dan Pitungpun menangkis dengan silatnya)
Pitung : “WETS… NGAPAIN LO ?!!”
Dengan secara langsung centeng dan teman Pitungpun menarik kedua orang itu yang ingin bertengkar.
Maman : “Udahlah tung, ga ada gunanyya lu berantem sama tuh orang !”
Lalu mereka berpisah dan kembali ke rumahnya masing-masing.
Keesokan harinya si Pitung dan Mariaa sedang berjalan-jalan ddi taman dan tidak sengajaa mereka bertemu di bawah pohon yang rinddang, dengan menatap mata dan pada saat itu benih-benih cintapun tetanam di hati mereka.
Pitung : “Hey nona, Ngapain disini ?”
Maria : ”Sedang jalan-jalan”
Pitung : ”Kalau boleh tau, nama nona siapa ?” (Sambil menyoddorkan tangannya, dan sampai Pitung pun lupa kalau mereka bukan muhrimnya)
Pitung : ”Astagfirullah.... maaf”
Maria : ”Nama I Maria, and nama you siapa ?”
Pitung : “Nama aye Pitung”
Maria : “Pitung, apakah you ingin menemani I untuk berjalan-jalan keliling kampung ini ?”
Pitung : “Iya baiklah”
Merekapun berjalan-jalan dan memeprlihatkana sebuah kalung, di saat perjalanan salah satu anaak buah Menir melihat mereka berdua sedang berjalan-jalan di kampung.
Codet : “Ternyata Nona Maria sedang berjaalan-jalan berdua.”
Lalu dia langsung melaporkan ke Menir, dan Menir langsung marah dan menyuruh centeng-centengnya untuk menyeret Maria pulang.
Codet : “Menir Nona Maria seang berjalan-jalan di kampung bersama si Pitung.”
Menir : “WHAT OVER DONGKRAK ??? Suruh pulang itu anak kalau perlu seret saja dia.”
Codet : “Baik tuan....”
Lalu ketika centeng-centeng bertemu denagn Maria
Hamit : “Nona Maria, Tuan Menir menyuruh kami untuk menyeret nona pulang !!”
Maria : “What ? I do not want to home.”
Lalu para kedua centeng menarik pulang ddan Mariapun teriak
Maria : “PITUUUUUUUUUUUUUNG !!!!!”
Dan karena kalung yang dipeerlihatkan Maria terhadap Pitung secara tidak sengaja terpegangg oleh Pitung, dan Pitung berjanji.
Pitung : “Gue BERJANJI kalau gue akan kembalikan ni kalung.”
Sementara itu, Di rumah Menir
Maria : “Papih apa-apaan sih suruh centeng seret maar ??”
Menir : “Banyak omong you, go to room, NOW !!!”
Karena Maria di bentak dengan Papihnya Mariapun lari sambil menangis ke kamarnya.
Keesokan harinya, Pitung datang ke rumah Menir denagn keadaan yang emosi bersama ke-2 temannya.
Pitung : ”Heh Menirm, KELUAR LO !!!”
Karena Menir mendengar teriakaan tersebut ia menyuruh centeng-centengnya untuk melihat siapa yang berteriak.
Menir : ”Heh you para centeng, coba you liat siapa yang berteriak di depan rumah.”
Hamit : ”Siap tuan”
Lalu para centeng melihat orang-orang yang teriak-teriak.
Codet : “Heh, ngapain lo teriak-teriak dirumah Menir gue ¿”
Pitung : “Panggil tuh BOS u !!”
Lalu centeng memberi tahu kepadda Menir dan Menir segera keluar.
Menir : “Eh you ngapain you kesini ???”
Pitung : “Ngapain lu kemarin suruh anak buah lo seret Maria pulang ?? apa itu sikapa BAPAK yang BAIK !!?”
Menir : “ah….. you terlalu banyak omong, centeng, hajar dia !!”
Dudung : “Tunggu dulu tung, buat apa kalau kita adda disini, ya gak ?”
Maman : “Pastinya tung.”
Pitung : “Maksud Lo ?”
Maman : “Dah… biar kita yang lawan tuh anak buahnya.”
Pitung : ”Oke terserah lo pada.”
Lalu perkelahian pun terjaddi antara para centeng ddan teman si Pitung. Tetapi fakta berkata lain teman Pitung dapat di kalahkan oleh para centeng karena memakai senjata. Lalu Pitungpun tiddak terima temannya terlukai.
Pitung : ”Eh lo dah berani lukain teman gue lawan gue sini lo pada.”
Dan Pitung memenangi pertarungan itu. Dan ia bertanya terhaddap si Menir dimana Maria, ternyata setiddak pengetahuannya si Pitung Maria sudah di kunci di kamarnya.
Pitung : ”Mana Maria ?!?!?!”
Menir : ”Dia tidak ada disini.”
Karena tidak bertemu Maria dia langsung pulang bersamaa kedua temannya sekaligus untuk mengobati kedua temannya.
Lalu keesokan harinyaa karena Menjir kesal sudah kalah 2 kali terhadap Pitung ia mengadakan sayembara utnuk menangkap si Pitung dan membawanya terhadap Menir untuk di bunuh barang siapa yang bisa menangkap si Pitung akan mendapatkan hadiah yaang sangat berharga.
Dan ternyata salah satu temannya mendengar tentang sayembara itu dan ia tergiur dengan haddiah yang sangat berharga.
(Di kedai Emak)
Maman : Eh lo denger gak tentang Sayembara itu ?”
Dudung : “Sayembara apa memangnya ?”
Maman : “Sayuembaara utnuk menagkap si Pitung, bagaimana kalau kita jebak tuh si Pitung ??”
Dudung : “Ah gila lo ? Pitung itukan teman kita kenapaa tusuk dia dari belakang ??”
Maman : ”Ah lu emang gak bisa ddi ajak kompromi.”
Emak : ”Apa lu bilnag ??? Pitungkan udah baik sama kita semua masa mau di jebak ??? Teman apaan lo ???”
Maman : ”Alah, gak usah ikut campur ddeh lu !!! Jadi gimana lu mau gak sama gua ??”
Dudung : “Aah, gue gak akan tusuk temen dari belakang.”
Maman : “Ya sudahlah.”
Karena Tp tidak mau ikut dengan Pp. Pp pun jalan sendiri ke rumah si Menir dan mengasi tahu kelemahan si Pitung.
(Dirumah Menir)
Maman : ”Menir !!!!”
Menir mendengar teriakan itu berulang-ulang lalu dia menyuruh kedua centengntya untuk melihat siapa yang berteriak.
Menir : ”Heh para centeng lihat siapa orang yang adda di depan rumah itu !!”
Hamit : ”Siap Menir !”
Codet : ”Ea... NGAPAIN lu di rumah Boss gua ??”
Maman : “Eh... jangan ngotot dulu dong.... bilangin tuh sama si Boss lu, gua tau di mana si Pitung sama kelemahannya.”
Lalu centengpun memanggil dan memberi tau informasi ini .
Hamit : “Menir, kata itu orang yang di luar dia tau dimana si Pitung sama apa kelemahannya si Pitung.”
Menir : “WHAT ??? Ayo keluar !!!”
Menirpun keluar dari rumah untuk bertemu dengan Pp.
Menir : ”Heh, memangnya you orang tau kelemahan si Pitung ???”
Maman : ” Wets tara dulu dong bos haddiahnya dulu mana ??”
Menir : ”Yah okelah, centeng ambilkan haddiah itu untuknya.”
Codet : ”Baik tuan !!!”
Centengpun mengambil hadiahnya dan memberinya kepadda si Pp.
Hamit : ”Ini hadiahnya.”
Menir : ”Ya sudah, Apa kelemahan si Pitung ?”
Maman : ”Oke, dia bisa mati jika dia ditembak dengan peluru emas.”
Menir : “Owh, Peluru EMAS ya ??? OK, baiklah akan ku coba saranmu ini.”
Lalu keesokan harinya Menir pun menyuruh centeng meangnkap si Pitung.
(rumah Pitung)
Menir : “Heh centeng, tangkaplah si Pitung dan bawahlah ke sebuah lapangan !!!”
Codet : “Siap tuan !!”
Lalu mereka menangkap si Pitung dan membawa ke sebuah lapangan.
Pitung : ”LEPASIN GUA !!! Ngapain lo pada bawa gua kesini ?” (Sambil bertanya-tanya dalam keadaan emosi)
Codet : ”Tenang aja tung, bosa gua pengen datang kesini.”
Lalu tak lama kemudian Menir bersama dengan Maria datan serta teman Maria dan juga Tp dengan Emaka dan Ike, mereka semua bertanya-tanya mengapa orang-orang disuruh ke lapangan kecuali si Menir.
Menir : ”Eh PITUNG, gara-gara you sudah bikin I marah, I akan BUNUH YOU dengan tangan I, MWAHAHAHA !!!”
Maria : ”No papih NO !!”( Sambil menangis dan memohon terhadap papihnya untuk tidak bunuh Pitung)
Pitung : ”Sudahlah Maria lu gak usah di situ !”
Maria pun di tarik oleh Dudung bersama temannya Fifi, dan juga bersama Charnies untuk tidak ada disitu.
Fifi : ”Sudahlah Maria, ayo ddengarkan Pitung, eh kau tolong bantu aku untuk menarik Maria” (Melihat terhaddap Tp)
Charnies : ”HELP ME PLEASE, NOW !!!!!!!!!!!!”
Dudung : “Yah baik.”
Lalu Menir mulai mengokang pistolnya dan mengarahkan kepada Pitung.
Pitung : “Ayo tembak gue”
Lalu tembakan pertama pun Pitung bias menghindarinya.
Dan tembakan kedua pun dappat ddi tangkap di mulutnya.
Pitung : Lu gak tau apa ni jurus cicak nangkap mangsanya nih ???”
Menir : WHAT ???”
Menir pun kesal dan ia segera mengganti peluru pistolnya menjaddi peluru emas, dan dia mengokang lagi pistolnya dan mengarahkan kepada si Pitung sambil teriak.
Menir : ”MATILAH YOU PITUNG !!!!”
Maria : ”NOOOOOOO, PITUUUUUUUUUUUUUNG !!!!!”
Dan akhirnyaa peluru itu tepat terkena di dada si Pitung, lalu dia jatuh ke tanah, Maria pun lari menghampirinya, dan Pitung berbicara.
Pitung : ”Maria, ini kalungmu” (Sambil merasakan kesakitan yang amat sakit)
Sesaat Pitung sedang merasakan kesakitan Tp,pun sangat kesal dan dia langsung mengambil pistol yang ada di centeng 2 lalu dia langsung menembak ke arah Menir.
Dudung : ”MATILAH KAU MENIR !!!!!!!!!!!!”
Dan terkenalah peluru itu menancap ddi dada si Menir, dan akhirnya Pitung dan Menir tidak bisa di selamatkan lagi dan Maria tetap duduk ddi sebelah si Pitung yang sedang terbarin di lapangan, lalu Charnies dan Fifi membawa Maria untuk pulang dan menenagkan diri.
Charnies : ”Ayo fi kita bantu Maria.”
Fifi : “ Iya, ayo kita bawa ke rumah.”
Dan akhirnya mereka semua hidup dengan tentram dan tidak ada lagi perkelahian antara Belanda dan Batavia.
The End
Di Batavia terjadi bentrok antara Batavia dan Belanda, ada seorang pemuda (saat itu) yang juluki si Pitung. Ia adalah seorang yang berasal dari Betawi ia ingin membelaa Batavia dari serangan Belanda.
Dan pada saat itu pula Menir Belanda dan anak buahnya. Pergi untuk mencari makan di daerah Batavia
Menir : “Ayo kita mengisi perut di kedai itu !”
Maria : ”Yuk pih”
Coted : ”Siap tuan.”
(Di kedai makan)
Menir : ”Disini orang padda makan apa ?”
Emak : ”Disini Cuma adda makanan biasa tuan (Sambhil menunjukkan makanan), ike ambilkan makanan untuk tuan-tuan ini !”
Ike : ”Iya mak, silahkan tuan” (Menawarkan makanan)
Setelah selesai makan Menir menyuruh Maria untuk keluaar terlebih dahulu (Menyuruh Maria keluar), merekapun meninggalkan kedai makan itu dengan seenaknya, lalu Emak berkata.
Emak : ”Tuan, makanannya belum di bayar !”
Menir : ”You merintah saya ? Apa you orang tidak tau I ini siapa ?”
Emak : ”Maaf tuan, bukannya saya memerintah tuan tapi memang begitu peraturannya”
Menir : ”You tidak menghormati I !!!”(Dengan marahnya ia menggebrak meja kedai)
Ike : ”Maaf tuan, saya dan Emak salah.” (Dengan wajah yang ketakutan)
Tiba-tiba si Pitung datang dengan tatapn emosi yang tertuju kepada Menir. Tanpa basa-basi si Pitung langsung menghampiri kedai itu, dengan menggebrak meja di haddapan Menir Belanda, Menir pun merasa tidak di hargai, dan marah.
Menir : “Maksud you apa ? Kurang ajaar !”
Pitung : ”Emang lu siapa ?”
Menir : ”I yang berkuasa disini !!!”
Pitung : ”Lu yang berkuasa di daerah ini ?? Walaupun yang berkuasa, tapi ini tanah kelahiran gue.”
Menir : ”You orang terlalu banyak omong, centeng habisi dia !!!!”
Perkelahianpun dimulai
Dan akhirnya centeng dikalahkan si Pitung, dan Menirpun pulang bersama anak, dan centengnya..
Pitung : ”Rasain lo !!! LU gak tau siapa gua ? Jagoan betawi nih....”
Ike : ”Pitung makasih yee, udah nolongin aye sama emak.”
Emak : ”Iye tung makasih yee ?”
Pitung : ”Iye sama-sama.”
Setelah Pitung keluar-keluar dari kedai, Maria menghampiri ayah dan centeng-centengnya (Dengan raut wajah yang bertanya-tanya karena centeng ayahnya yang kesakitan babak belur)
Maria : ”Papih ada apa ini ?”
Codet : “Non, kami di hajar sama orang betawi itu.”
Maria : ”Meamng siapa orang itu ?”
Hamit : ”Katanya sih namanyaa Pitung”
Maria : ”Siapa Pitung ?”
Hamait : ”Banyak yang bilang dia jagoan Betawi”
Sesaat kemudian si Pitung keluar dari Kedai dan Bertemu dengan ke-2 orang temannya lalu berkata.
Dudung : ”Eh Pitung, lo liat gak orang-orang lagi pada ngumpul itu ?”
Pitung : ”Oh, itu yang taddi abis ngajak ribut sama gue.”
Pitung dan ke 2 temannya pun menghampiri Menir itu.
Pitung : ”Eh Menir !!! Ngapain lo masih disini !?”
Karena mendengar teriakan tersebut Maria anak Menir melihat si Pitung, dan mereka dengan secara tidak sengaja mereka bertatap mata satu sama lain, dan karena Menir melihat si Pitung melihat anaknya Menirpun menegur Pitung.
Menir : ”Hehe you oraang ngapain liat-liat anak I ???” (Dengan tangan yang hamper memukul Pitung dan Pitungpun menangkis dengan silatnya)
Pitung : “WETS… NGAPAIN LO ?!!”
Dengan secara langsung centeng dan teman Pitungpun menarik kedua orang itu yang ingin bertengkar.
Maman : “Udahlah tung, ga ada gunanyya lu berantem sama tuh orang !”
Lalu mereka berpisah dan kembali ke rumahnya masing-masing.
Keesokan harinya si Pitung dan Mariaa sedang berjalan-jalan ddi taman dan tidak sengajaa mereka bertemu di bawah pohon yang rinddang, dengan menatap mata dan pada saat itu benih-benih cintapun tetanam di hati mereka.
Pitung : “Hey nona, Ngapain disini ?”
Maria : ”Sedang jalan-jalan”
Pitung : ”Kalau boleh tau, nama nona siapa ?” (Sambil menyoddorkan tangannya, dan sampai Pitung pun lupa kalau mereka bukan muhrimnya)
Pitung : ”Astagfirullah.... maaf”
Maria : ”Nama I Maria, and nama you siapa ?”
Pitung : “Nama aye Pitung”
Maria : “Pitung, apakah you ingin menemani I untuk berjalan-jalan keliling kampung ini ?”
Pitung : “Iya baiklah”
Merekapun berjalan-jalan dan memeprlihatkana sebuah kalung, di saat perjalanan salah satu anaak buah Menir melihat mereka berdua sedang berjalan-jalan di kampung.
Codet : “Ternyata Nona Maria sedang berjaalan-jalan berdua.”
Lalu dia langsung melaporkan ke Menir, dan Menir langsung marah dan menyuruh centeng-centengnya untuk menyeret Maria pulang.
Codet : “Menir Nona Maria seang berjalan-jalan di kampung bersama si Pitung.”
Menir : “WHAT OVER DONGKRAK ??? Suruh pulang itu anak kalau perlu seret saja dia.”
Codet : “Baik tuan....”
Lalu ketika centeng-centeng bertemu denagn Maria
Hamit : “Nona Maria, Tuan Menir menyuruh kami untuk menyeret nona pulang !!”
Maria : “What ? I do not want to home.”
Lalu para kedua centeng menarik pulang ddan Mariapun teriak
Maria : “PITUUUUUUUUUUUUUNG !!!!!”
Dan karena kalung yang dipeerlihatkan Maria terhadap Pitung secara tidak sengaja terpegangg oleh Pitung, dan Pitung berjanji.
Pitung : “Gue BERJANJI kalau gue akan kembalikan ni kalung.”
Sementara itu, Di rumah Menir
Maria : “Papih apa-apaan sih suruh centeng seret maar ??”
Menir : “Banyak omong you, go to room, NOW !!!”
Karena Maria di bentak dengan Papihnya Mariapun lari sambil menangis ke kamarnya.
Keesokan harinya, Pitung datang ke rumah Menir denagn keadaan yang emosi bersama ke-2 temannya.
Pitung : ”Heh Menirm, KELUAR LO !!!”
Karena Menir mendengar teriakaan tersebut ia menyuruh centeng-centengnya untuk melihat siapa yang berteriak.
Menir : ”Heh you para centeng, coba you liat siapa yang berteriak di depan rumah.”
Hamit : ”Siap tuan”
Lalu para centeng melihat orang-orang yang teriak-teriak.
Codet : “Heh, ngapain lo teriak-teriak dirumah Menir gue ¿”
Pitung : “Panggil tuh BOS u !!”
Lalu centeng memberi tahu kepadda Menir dan Menir segera keluar.
Menir : “Eh you ngapain you kesini ???”
Pitung : “Ngapain lu kemarin suruh anak buah lo seret Maria pulang ?? apa itu sikapa BAPAK yang BAIK !!?”
Menir : “ah….. you terlalu banyak omong, centeng, hajar dia !!”
Dudung : “Tunggu dulu tung, buat apa kalau kita adda disini, ya gak ?”
Maman : “Pastinya tung.”
Pitung : “Maksud Lo ?”
Maman : “Dah… biar kita yang lawan tuh anak buahnya.”
Pitung : ”Oke terserah lo pada.”
Lalu perkelahian pun terjaddi antara para centeng ddan teman si Pitung. Tetapi fakta berkata lain teman Pitung dapat di kalahkan oleh para centeng karena memakai senjata. Lalu Pitungpun tiddak terima temannya terlukai.
Pitung : ”Eh lo dah berani lukain teman gue lawan gue sini lo pada.”
Dan Pitung memenangi pertarungan itu. Dan ia bertanya terhaddap si Menir dimana Maria, ternyata setiddak pengetahuannya si Pitung Maria sudah di kunci di kamarnya.
Pitung : ”Mana Maria ?!?!?!”
Menir : ”Dia tidak ada disini.”
Karena tidak bertemu Maria dia langsung pulang bersamaa kedua temannya sekaligus untuk mengobati kedua temannya.
Lalu keesokan harinyaa karena Menjir kesal sudah kalah 2 kali terhadap Pitung ia mengadakan sayembara utnuk menangkap si Pitung dan membawanya terhadap Menir untuk di bunuh barang siapa yang bisa menangkap si Pitung akan mendapatkan hadiah yaang sangat berharga.
Dan ternyata salah satu temannya mendengar tentang sayembara itu dan ia tergiur dengan haddiah yang sangat berharga.
(Di kedai Emak)
Maman : Eh lo denger gak tentang Sayembara itu ?”
Dudung : “Sayembara apa memangnya ?”
Maman : “Sayuembaara utnuk menagkap si Pitung, bagaimana kalau kita jebak tuh si Pitung ??”
Dudung : “Ah gila lo ? Pitung itukan teman kita kenapaa tusuk dia dari belakang ??”
Maman : ”Ah lu emang gak bisa ddi ajak kompromi.”
Emak : ”Apa lu bilnag ??? Pitungkan udah baik sama kita semua masa mau di jebak ??? Teman apaan lo ???”
Maman : ”Alah, gak usah ikut campur ddeh lu !!! Jadi gimana lu mau gak sama gua ??”
Dudung : “Aah, gue gak akan tusuk temen dari belakang.”
Maman : “Ya sudahlah.”
Karena Tp tidak mau ikut dengan Pp. Pp pun jalan sendiri ke rumah si Menir dan mengasi tahu kelemahan si Pitung.
(Dirumah Menir)
Maman : ”Menir !!!!”
Menir mendengar teriakan itu berulang-ulang lalu dia menyuruh kedua centengntya untuk melihat siapa yang berteriak.
Menir : ”Heh para centeng lihat siapa orang yang adda di depan rumah itu !!”
Hamit : ”Siap Menir !”
Codet : ”Ea... NGAPAIN lu di rumah Boss gua ??”
Maman : “Eh... jangan ngotot dulu dong.... bilangin tuh sama si Boss lu, gua tau di mana si Pitung sama kelemahannya.”
Lalu centengpun memanggil dan memberi tau informasi ini .
Hamit : “Menir, kata itu orang yang di luar dia tau dimana si Pitung sama apa kelemahannya si Pitung.”
Menir : “WHAT ??? Ayo keluar !!!”
Menirpun keluar dari rumah untuk bertemu dengan Pp.
Menir : ”Heh, memangnya you orang tau kelemahan si Pitung ???”
Maman : ” Wets tara dulu dong bos haddiahnya dulu mana ??”
Menir : ”Yah okelah, centeng ambilkan haddiah itu untuknya.”
Codet : ”Baik tuan !!!”
Centengpun mengambil hadiahnya dan memberinya kepadda si Pp.
Hamit : ”Ini hadiahnya.”
Menir : ”Ya sudah, Apa kelemahan si Pitung ?”
Maman : ”Oke, dia bisa mati jika dia ditembak dengan peluru emas.”
Menir : “Owh, Peluru EMAS ya ??? OK, baiklah akan ku coba saranmu ini.”
Lalu keesokan harinya Menir pun menyuruh centeng meangnkap si Pitung.
(rumah Pitung)
Menir : “Heh centeng, tangkaplah si Pitung dan bawahlah ke sebuah lapangan !!!”
Codet : “Siap tuan !!”
Lalu mereka menangkap si Pitung dan membawa ke sebuah lapangan.
Pitung : ”LEPASIN GUA !!! Ngapain lo pada bawa gua kesini ?” (Sambil bertanya-tanya dalam keadaan emosi)
Codet : ”Tenang aja tung, bosa gua pengen datang kesini.”
Lalu tak lama kemudian Menir bersama dengan Maria datan serta teman Maria dan juga Tp dengan Emaka dan Ike, mereka semua bertanya-tanya mengapa orang-orang disuruh ke lapangan kecuali si Menir.
Menir : ”Eh PITUNG, gara-gara you sudah bikin I marah, I akan BUNUH YOU dengan tangan I, MWAHAHAHA !!!”
Maria : ”No papih NO !!”( Sambil menangis dan memohon terhadap papihnya untuk tidak bunuh Pitung)
Pitung : ”Sudahlah Maria lu gak usah di situ !”
Maria pun di tarik oleh Dudung bersama temannya Fifi, dan juga bersama Charnies untuk tidak ada disitu.
Fifi : ”Sudahlah Maria, ayo ddengarkan Pitung, eh kau tolong bantu aku untuk menarik Maria” (Melihat terhaddap Tp)
Charnies : ”HELP ME PLEASE, NOW !!!!!!!!!!!!”
Dudung : “Yah baik.”
Lalu Menir mulai mengokang pistolnya dan mengarahkan kepada Pitung.
Pitung : “Ayo tembak gue”
Lalu tembakan pertama pun Pitung bias menghindarinya.
Dan tembakan kedua pun dappat ddi tangkap di mulutnya.
Pitung : Lu gak tau apa ni jurus cicak nangkap mangsanya nih ???”
Menir : WHAT ???”
Menir pun kesal dan ia segera mengganti peluru pistolnya menjaddi peluru emas, dan dia mengokang lagi pistolnya dan mengarahkan kepada si Pitung sambil teriak.
Menir : ”MATILAH YOU PITUNG !!!!”
Maria : ”NOOOOOOO, PITUUUUUUUUUUUUUNG !!!!!”
Dan akhirnyaa peluru itu tepat terkena di dada si Pitung, lalu dia jatuh ke tanah, Maria pun lari menghampirinya, dan Pitung berbicara.
Pitung : ”Maria, ini kalungmu” (Sambil merasakan kesakitan yang amat sakit)
Sesaat Pitung sedang merasakan kesakitan Tp,pun sangat kesal dan dia langsung mengambil pistol yang ada di centeng 2 lalu dia langsung menembak ke arah Menir.
Dudung : ”MATILAH KAU MENIR !!!!!!!!!!!!”
Dan terkenalah peluru itu menancap ddi dada si Menir, dan akhirnya Pitung dan Menir tidak bisa di selamatkan lagi dan Maria tetap duduk ddi sebelah si Pitung yang sedang terbarin di lapangan, lalu Charnies dan Fifi membawa Maria untuk pulang dan menenagkan diri.
Charnies : ”Ayo fi kita bantu Maria.”
Fifi : “ Iya, ayo kita bawa ke rumah.”
Dan akhirnya mereka semua hidup dengan tentram dan tidak ada lagi perkelahian antara Belanda dan Batavia.
The End
Minggu, 02 Mei 2010
Adventure of Deja Vu Part 1
The Adventure Revenge Beginning
Pada suatu hari, saat saya sedang sibuknya mencari barang tambang untuk di jual, saya mencari barang tambang di dalam goa yang dada di sekita rumah saya. Saat itu di dalam goa tersebut saya melihat sebuah cahaya berwarna ungu. Saya mendekati itu dan tiba-tiba saja cahaya itu berubah menjadi besar dan berubah menjadi lubang cahya yang menghisapkan kedalam cahaya itu. Hingga saya tidak terkontrol untuk melarikan diri akhirnya saya tersedot kedalam cahaya ungu tersebut. Aku masuk kelubang cahaya itu seperti aku tersedot saat aku melihat chaya ungu itu di lapangan dekat rumahku saat aku kecil lalu.
Saat ada lubang cahaya lain, aku terjatuh di suatu tempat yang menurutku tidak asing lagi. Selama 3 tahun aku tidak mengunjungi tempat itu lagi karena saat itu petualangan mencari sesuatu hal yang bersifat menarik telah berakhir. Aku berada di dunia sihir alias Dunia Magician. Aku berada dii wilayah Padang Rumput yang luas walau ada beberapa bunga-bunga yang indah disamping padnangan yang begitu jauh aku melihat gunung dan laut. Namun sepertinya aku tidak melihat cahaya ungu itu. Mungkin aku tidak bisa kembali lagi ke dunniaku sampai aku menyelesaikan sesuatu yang mungkin sangat penting sekali bagi dunia sihir itu. Aku berjalan ke segala arah tanpa jelas karena aku tidak menemukan sebuah objek untuk dikunjungi. Tiba-tiba saat aku sedang berjalan. Aku bertemu dengan mahluk aneh (Walau bisa dibilang sebagai monster). Monster yang menurutku tak asing lagi ditempat padang rumput itu. Yaitu Harimau. Aku tidak bisa menyerangnya karena aku tidak menggunakan senjata ditangaku sehingga satu-satunya cara ku melawannya dengan tangan kosongku itu. Memang kelihatannya ganas sekali mewlaannya walau sangat sekali pertempuran ini dianggap pertempuran yang sangat sadis tanpa senjata. Akhirnya, aku melarikan diri walau aku dikejar oleh monster itu. Namun kecepatannya dia sangatlah begitu cepat. Aku tidak bisa berlari begitu cepat. Sampai-sampai aku tertangkap olehnya dan terpakasa melwan monster itu. Alangkah sedihnya, aku tidak bisa menahan diriku karena serangan cakarannya yang begitu ganas. Aku tidak bisa berlarian kemana-mana. Dan saat aku dalam posisi hampir lemah, Harimau itu memanggil teman-temannya untuk menghabisi aku dalam 1 serangan. Aku tidak bisa berkutik apa-apa kecuali aku harus mati karena serangan segerombaln singa itu. Dan mati sadis karena aku akan dimakan olehnya dan dicakar olehnya. Saat mereka mulai beraksi menyerangku. Tiba-tiba, ada suara tebasan pedang yang begitu cepat dan membuat para Harimau itu mati. Aku kira suara tebasan itu menebasku hingga mati juga. Tapi ternyata tidak. Ada seseorang yang menolongku, seseorang yang menurutku tidak asing lagi. Dia merupakan perempuan yang pernah menolongku saat aku sedang mengalami kesulitan. Perempuan ini bertubuh sama tinggi denganku, cantik, rupawan, walau kelihatan dia merupakan keturunan bangsa Elf. Memakai pakaian seperti seorang legendaris avonturis perempuan berwarna biru tua. Dia bernama Movie. Walau aku sedikit lupa nama lengkapnya siapa saat aku pertama kali masuk ke dunia sihir dan mengenalnya.
Aku bersyukur karena ada orang yang telah menolongku. Dan orang itu bernama Movie. Dia langsung menghampiriku. Aku mengucapkan terima kasih kepadanya dan berkata “Terima kasih kau telah menolongku. Tanpamu, aku mungkin telah di bunuh dan dimakan oleh para harimau itu.”. Movie membalas perkataanku “Tidak masalah, aku menolongmu karena kelihatannya kamu dalam keadaan bahaya.” Kemudian dia terkejut melihatku dan mengatakan “Hey, apakah kau Dwi ? Kenapa kau bisa berada di sini ?” Lalu aku menjawab “Aku ada disini karena aku kesedot oleh cahaya ungu didalam goa di duniaku itu dan tiba-tiba aku berada disini. Sampai inilah aku di temui oleh ganasnya harimau itu. Kau Movie kan ? Yang telah menolongku saat aku kesulitan di hutan yang bernama Restaired ?”. Movie membalas jawabanku “Tepat sekali, akhirnya kamu masih mengingat diriku lagi. Sepertinya dirimu yang lalu sudah berubah.” Aku menjawab “Memang apa yang berubah dariku ?” Dia menjawab “Kamu sudah besar. Aku tidak pernah melihatmu selama 3 tahun ini. Walau mungkin kamu kembali kesini dalam keadaan yang beggitu lemah.” Aku mengatakan kepada dia bahwa diapun juga mungkin bertambah besar dan sama dengannku walau dia mungkin sudah mulai bertambah kuat dariku sebelumnya saat terakhir kalinya. Kemudian dia sedikit memberikan rasa kasihan kepadaku kalau aku berada dalam kondisi yang terluka parah. Akhirnya dia membawaku dengan kecepatan yang begitu cepat karena dia menggunakan teknik sihir Speedlight dan dia mengobatiku di rumahnya yang berada di Hutan Restaired. Dia menggunakan sihir Heal kepadaku. Aku sembuh total karena berkat sihirnya dia.
Aku sembuh dari luka cakaran dan gigitan Harimau itu. Movie memberikanku secangkir minuman Potion dan makanan Virmelon Nut sambil aku dan dia berbincang-bincang kepadanya. Dibawah ini percakapannya :
Movie : ”Selama 3 tahun aku tidak melihatmu dan akhirnya kau kembali juga”
Dwi : ”Yea... aku juga entah kenapa aku bisa berada disini. Padahal saat aku sedang mencari tambang di goa untuk dijual. Aku melihat cahaya ungu yang aneh yang serupa saat aku pertama kali terdampar di dunia ini dan berada di Gurun Technonical. Cahaya itu menghisapku dan aku berada di padang rumput itu.”
Movie : ”Rasanya mungkin ada sesuatu yang ganjil di dunia ini lagi. Bagaimana dengan kehidupan temanmu itu ? Si Erik, Arif, Rian, Diki, Teguh di duniamu itu ?”
Dwi : “Mereka sekarang terpisah karena mereka bekerja di tempat yang berbeda-bea jadi aku kurang tahu bagaimana keaan mereka saat ini. Sulit sekali berkontak dengannya”
Movie : “Aku masih mengingat mereka dengan skill dan sihir mereka yang hebat saat bertarung dengan musuh. Masa persahabatanmu dengan mereka di dunia ini dulu sungguh hebat sekali. Dari konflik, pemecahan, saling membantu dan menolong hingga apapun yang menyangkut soal persahabatan dan pertemanan sangatlah hebat. Aku salut dengan perjuangan petualangganmu dulu.”
Dwi : “Benarkah itu ? Aku tidak menyadari hal seperti itu dulu. Yea... aku sudah banyak hal yang menarik aku lupakan. Kalau hal normal mengenai dunia ini aku masih mengingatnya”
Movie : “Oh, mungkin sesuatu hal yang istimewa bagimu di dalam dunia ini. Cara bertempur dan melawan para monster. Kau pasti melupakannya karena kekuatanmu kembali lemah seperti sedia dulu kala.”
Dwi : ”Iya juga sih..... Tapi , apa kamu mau mengajariku cara bertarung yang baik dan benar sehingga aku bisa terbiasa lagi dengan pertarungan melawan musuh yang ada ?”
Movie : ”Denagn senang hati aku akan mengajarimu itu, tapi sebelumnya makanlah dan minumlah yang telah aku sediakan itu agar akmu bisa bersemangat.”
Dwi : ”Okay.... terima kasih.”
Saat aku memakan dan meminum makanan atau minuman yang telah di sediakan oleh Movie, aku mulai bersemangat lagi. Dan Movie mengajakku untuk keluar dari rumahnya dan berlatih bertarung di Hutan Restaired dilapangan yang sedikit besar seukuran kolam ikan walau 3 kalinya ukuran itu. Movie mengajarkanku cara bertarung dari cara menyerang, bertahan, menggunakan sihir, barang saat bertarung hingga beberapa hal yang perlu diperhatikan saat bertarung walau disini bisa dikatakan Movie meruapakan musuhku saat bertarung untukl latihan ini hanya saja dia tidak memanggil monster lainnya. Memang disini aku memaksakan diriku untuk menyerang dia. Dan untungnya saja hanya latihan sehingga dia dikorbankan untuk diserang. Kalau bukan, mungkin dia bisa mengeluarkan jurus mematikan kepadaku. Akhirnya selama latihan selesai, akhirnya aku bisa mengusasi teknik untuk bertempur dan mewalan musuh yang aa di hadapanku. Namun sebagai tantangannya, Movie memanggil monster yang mudah untuk dilawan dan lemah kepadaku sehingga aku mudah melawannya dalam 3 hingga 5 kali tebasan saja.
Pertarunagan kecil berakhir. Movie memberikan ucapan selamat kepadaku. Akhirnya aku bisa menguasai teknik bertempur walau tidak sekuat seperti dulu dan teknik sihir yang aku miliki yaitu petir bisa aku kuasai lagi. Movie memberikanku beberapa info menegani pertempuran dan bisa langsung ditanyakan ke dia dann berlatih lagi jika mau di rumahnya. Pada saat itu, Movie mengatakan kepadaku bahwa aku harus menemukan hal-hal dan penyebab yang membuatku jatuh di dunia ini. Di pikiranku terlintas bahwa ada sesuatu yang akan dipastikan kalau didunia ini akan hancur karena ada monster yang mau menghancurkan dunia. Movie langsung berkata kepadaku setelah aku memikirkan hal itu bahwa kemungkinan besar akan terjadi hal itu tapi sampai saat ini menurut dia belum dipastikan muncul.
Kemudian aku meninggalkan rumah Movie dan mengucapkan selamat tinggal dengannya. Aku menyusuri Hutan Restaired yang sungguh lebat dan sedikit gelap walau ada kunang-kunagan yang menerangi jalan. Menyusuri pinggiran tanah, turun tangga, melewati sungai, berjalan terus walau selama itu aku sering dihadapi monster yang menyerangku tapi itu tidak membuatku merasa kesulitan dalam melawan monster itu. Beberapa benda atau makanan bisa aku ambil ditempat itu dan beberapa kotak harta karun yang berisi peralatan bertarung dan obat-obatana aku temukan disitu walau tidak terlalu banyak. Saat aku hampir mau keluar dari tempat itu, ada orang yang menggunakan pakaian T-Shirt hijau dengan celana yang mirip denan celana tentara sedang kelihatan murung dan sedih. Aku menghampirinya dan aku tanyakan kepada dia. Dia murung dan sedih karena barang dan senjatanya telah dicuri oleh monster yang mirip dengan pohon. Akhirnya, aku mencoba untuk menolongnya dan mencari monster itu di sekitar Hutan Restaired itu. Aku berjalan di sekitar hutan itu. Selama dalam perjalanan mencari monster itu, aku menemukan sebuah monster yang mirip dengan pohon dan dia merupakan musuh yang bernamma Branchekeller. Musuh ini gampang sekali dikalahkan karena dengan beberapa kali tebasan musuh ini akan kalah. Kau tau kenapa ? Karena selama perjalanan aku sering melawan monster yang ada di sekitar hutan itu. Akhirnya monster itu kalah dan aku berjalan menyusuri hutan lagi dan aku melihat barang dan senjata milik orang yang aku temui di jalan keluar hutan itu. Aku membawa semua barang dan senjata itu dan memberikan itu kepada orang yang aku temui sebelumnya. Dengan bangganya, orang itu senang karena barang itu bisa kembali kepada miliknya dan berterima kasih kepadaku. Dia memperkenalkan dirinya. Dia bernama Abdul. Seorang penembak sejati yang suka menjelajah. Akhirnya aku juga memperkenalkan diriku. Dan menjelaskan tujuanku menjelajah. Abdul ingin bergabung denganku dan ingin ikut menjelajah dengannku dan berpetualang bersama. Aku terima dia dan akhirnya Abdul bergabung dalam petualangan denganku.
Aku dan dia saling berbicara dan berjalan keluar hutan. Di luar hutan terdapat ladang rumput yang begitu luas walau ada sedikit gunung bergunung pada tempat itu. Kami berjalan di tempat itu sambil menjelajah. Namun, si Abdul menginginkan saya untuk pergi bersamanya ke tempat kampung halamanya yang tidak jauh dari Hutan Restaired. Hanyaa dari arah selatan dari hutan itu. Aku dan Abdul berjalan ke tempat itu, namun tiba-tiba ada monster menyerang kami. Monster tersebut bernama Anjing Rumput, Monster ini sering berkeliaran di Ladang Rumput ini. Jadi mau tidak mau kami melawan monster tersebut. Aku menyerang monster itu hanya pakai ilmu normal tanpa senjata, sementara Abdul menggunakan Pistol untuk bertarung. Padahal selama ini, monster yang paling mudah saat aku bertarung yaitu di Hutan Restaired. Karena berhubungan disni harus menggunakan senjata jadinya aku bingung dan hanya bertahan untuk melawan Anjing Rumput itu. Abdul memberikanku Pedang. Sebuah pedang yang berbentuk pendek, namanya pedang pendek. Sesuai dengan bentuknya. Jadi aku menyerang monster itu edari jarak dekat. Sambil Abdul menyerang menggunakan pistol, aku menyerang monster tesebut dengan pedang pendek sehingga dengan beberapa serangan yang tidak terlalu lama. Pertempuran selesai dan kami melanjutkan menuju kampung halamanya Abdul walau selama perjalanan kami sering bertemu dengan monster Anjing Rumput dan gerombolannya, dan ini merupakan perlawanan pada setiap kami berjalan ke suatu tempat tertentu.
Beberapa jalan kemudian. Kami tiba di perkampungan yang begitu kecil di daerah padang rumput, sebuah desa yang merupakan tempat tinggalnya Abdul. Desa tersebut bernama Grass Village. Desa yang dipenuhi oleh jalan yang bertanah dan ladang yang berumput. Begitupun ada beberapa lahan pertanian. Abdul mengajakku untuk pergi kerumahnya dan berisitrahat di rumahnya. Abdul memperkenalkan rumahnya an isi rumahnya. Dia hidup sendiri dirumahnya. Seisi rumah ini seperti layak perkampungan yang pernah aku kunjungi di gubuk di hutan. Adaa lampu lilin, meja bundar yang terbuat oleh kayu, lemari kayu, kursi goyang. Ya, kebanyakan semuanya terbuat dari kayu sehingga mungkin mudah terbakar. Namun tidak juga, karena rumah tersebut terbuat dari batako pada dinding luar dan dalam rumah. Hanya seperti perlengkapan rumah yang terbuat dari kayu. Walau dia hidup sendiri, tapi dia sering latihan untuk melawan monster di luar kampung dan mencari uang dengan cara menjual buah-buahan yang dia temui di hutan Restaired dan melawan monster. Aku dan Abdul berisitirahat di rumahnya. Sambil beristirahat., Aku dan Abdul berbincang mengenai kehidupan aktivitas.
Abdul : ”Hey Dwi”
Dwi : ”Ya ada apa ?”
Abdul : “Kampung halamanmu itu dimana ?”
Dwi : “Aku tinggal bukan di dunia ini.”
Abdul : “Bukan di dunia ini ? Maksudnya ?”
Dwi : “Aku terdampar di dunia ini karena ada Lubang Cahaya Ungu yang menghisapku dan tiba di dunia ini. Apakah ini dunia yang disebut dengan dunia Magician ?”
Abdul : “Betul sekali, bagaiman kamu bisa tau itu ?”
Dwi : “Aku dulu pernah terdampar di dunia ini saat aku di tinggal kedua orang tuaku, saat dimana aku sedang menangis dan berjalan ke lapangan. Tidak sengaja aku tersedot oleh Cahaya Lubang Ungu itu dan aku terdampar di Gurun Techno. Aku tau nama dunia ini saat aku bertemu dengan seseorang yang bernama Sharpnel Tom. Kau kenal dia ?”
Abdul : “Gurun Techno ya ? Hm.. aku tidak terlalu menjelejah sampai sejauh itu, aku juga tidak kenal dia.”
Dwi : “Oh, lalu orang tuamu ini dimana sekarang ?”
Abdul : ”Mereka sudah meninggal.”
Dwi : ”Mengapa mereka bisa meninggal ? Jelaskan padaku !”
Abdul : ”Mereka meninggal saat di serang monster saat mereka merantau ke Kota Dali. Mereka pergi kesana karena mereka ingin pulang kampung.”
Dwi : ”Apakah kamu ikut kesana ?”
Abdul : ”Tidak, aku tau ini semua saat aku dikabarkan oleh warga di desa ini. Ini membuatku sedih.”
Dwi : ”Turut berduka cita, jadi inilah kamu tinggal sendiri ?”
Abdul : ”Ya, sendiri dirumah seperti tak ada pembantu. Tapi kejadian itu sudah lama sekali, jadinya aku sudah terbiasa hidup sendiri.”
Dwi : ”Sama sepertiku. Lalu dimana orang tuamu dimakamkan ?”
Abdul : ”Tidak jauh dari rumahku mungkin aku bisa mengajakmu.”
Kemudian, Abdul mengajakku untuk pergi ke pemakaman orang tuanya. Jaraknya tidak jauh dari rumahnya, terletak di samping kiri 2 rumah dari rumah Abdul. Pemakamann itu berada di dekat gereja. Abdul menujukkan kuburan kedua orang tuanya. Betapa menyedihkannya dia bercerita mengenai kejadian meninggalnya kedua orang tua itu. Aku turut berduka cita atas mushibah tersebut. Dia berdoa agar kedua orang tuanya ini bisa hidup bahagia di alam sana (akhirat). Kemudiaan, aku dan Abdul pergi kerumahnya. Tapi karena aku baru pertama kali mengenal tempat itu. Akhirnya aku meminta izin agar aku menjelajah tempat ini. Dan diperbolehkan oleh Abdul sambil dia menunggu di rumahnya.
Aku menjelajah tempat di desa Grass Village. Desa ini meruapakan esa rerumputan dengan bangunan ala perkampungan. Dengan suasan yang sejuk dan nyaman, membuat alat arah angin berputar dan selalu menuju ke selatan. Penduduk yaang tinggal di desa tersebut sedikit sekali, tidak terlalu banyak. Kurang lebih ada 20 orang yang tinggal didesa itu. Di setiap rumahnya,, terdapat tanaman bunga yang terletak di epan rumah yang membuat ketertariakn pengujung. Menurut isi rumah desa tersebut, sama seperti rumahnya Abdul, walau yang berbeda hanyalah ruangannya saja. Desa tersebut mempunyai lahan pertanian dimana mata pencaharian mereka disitu. Dan dijual melewati toko-toko buah-buahan dan makanan. Terdapat Hotel dan Bar, Toko Obat-obatan dan Buah-buahan, dan Toko Peralatan dan senjata. Aa sungai mengalir menuju keluar dari desa tersebut. Desa ini memang sungguh desa yang kecil dan tidak begitu luas. Aktivitas penduduk tersebut kebanyakan bercocok tanam, berburu monster, berdagang, berjalan-jalan, bermain, berbincang dan lain-lain. Semua itu aku lihat di seluruh dan keliling saat aku menjelajah esa itu. Aku menemukan beberapa uang yang tersembunyi di guci dan pot bunga. Mungkin orang tersebut menyembunyikan uang itu sudah lama sehingga lupa akan uangnya. Kemuian aku menemukan Potion dan Ether di sekitar Kayu dan depan Toko Peralatan. Aku sempat mengetahui cara transaksi jual beli kalau ignin membeli atau menjual di toko-toko. Begitu juga aku mengetahui cara memasang peralatan dan perlengkapan. Kebetulan aku bisa mendapatkan tas besar saat aku membeli barang di toko tertentu. Jadinya aku bisa menyimpan lebih banyak barang daripada aku nyimpan di kantong. Kemudian, setelah transaksi selesai, aku sempat berbincang kepada orang-orang. Banyak dari mereka berbicara mengenai kehidupan mereka dan beberapa hal yang harus diketahui di dalam dunia ini. Begitupun mereka membicarakan mengenai aktivitas yang mereka lakukan. Biasanya di pedesaan suka berbicara mengenai hal yang kusebut itu. Kemudian aku kerumah Abdul. Dan sambil menceritakan mengenai esanya. Lalu, waktu berlalu menjadi malam hari. Desa tersebut memang kelihatan sepi kalau malam hari. Jadinya, kalau keluar juga kebanyakan mereka ada di dalam ruamh mereka masing-masing kecuali bagi mereka yang mau ke bar dan membeli sesuatu di toko. Aku dan Abdul tiur malam itu.
Keesokan harinya, aku dan Abdul terbangun di pagi hari, lalu aku ingin melanjutkan perjalananku untuk menjeleajh di dunia ini. Abdul ingin ikut denganku karena dia ignin berpetualnagan dneganku. Akhirnya aku dan Abdul berpetualngan bersama dan meninggalkan kampung halamannya itu. Namun ada beberapa orang yang mengucapkan salam perpisahan kepada kami dan semoga bisa datang kembali lagi. Ucapan orang desa Grass Village itu. Dan saat kami menyebrangi sungai dan menuju keluar desa, ada orang yang mengejar kami dan membawakan kami bekal perjalannan berupa obat-obatan yaitu Daun sirih, Potion, dan Ether. Dan dia mengucapakan salam perpisahan dan mengucapkan keharapan untuk kedatangan kembali.
Kami keluar dari desa tersebut, aku dan Abul melanjutkan perjalanan. Namun yang dibingungkan, kemanakah arah perjalanan kami selanjutnya, tapi dengan kita menjelejah tempat itu dan melawan beberapa monster yang menghadangi, kami tiba di Goa, yang berada di Barat Laut Desa Grass Village dan Barat Hutan Restaired. Goa ini bernama Goa Restaired. Aku mengingat tempat ini dahulu saat aku keluar dari Goa itu dan menuju ke Hutan Restaired bersama Erik.
Goa disni dengan tanah berumput dan beberapa lumut. Aku juga masih ingat bahwa ditempat itu ada tempat yang berbahaya yang dimana kita tidak bisa melewati tempat itu kecuali kita sudah mampu untuk melewatinya. Dalam jalan memasuki Goa Restaired itu, kita melihat ada jalan lain kebawah dimana jalan tersebut merupakan jalan berlumut yang merupakan arah ke Daerah Restaired, jalan tersebut sangatlah berbahaya jika kami memasuki jalan tersebut. Jadi tentunya aku dan Abdul berjalan melewati jalan yang tanahnya berumput. Dalam jalan ini, aku melihat beberapa bebatuan yang dipenuhi oleh rumput, dan juga lubang cahaya dari langit-langit, dalam meamsuki beberapa lorong, aku juga melihat kristal hijau walau tidak di penuhi rumput. Aku menemukan beberapa harta karun yang berupa uang dan obat-obatan. Dan dalam satu lorong kemudian, aku melihat danau yang ditengahnya terdapat pulau, walau luas sekali kelihatannya. Tapi, aku melihat seseorang yang ada di situ. Orang tersebut kelihatan seperti Movie yang sedang mencuci mukanya di danau itu. Aku baru ingat bahwa danau tersebut merupakan danau penyembuh. Jadi setiap kita mengeluarkan sihir dan kita terluka bisa disembuhkan secara total melewati danau itu. Tapi keliahtannya, orang yang sedang mencuci mukanya itu bukanlah Movie, walau pakaiannya sama tapi wajahnya berbeda. Dan dia langsung pergi melayang ke atas dan keluar ari goa tersebut melwati lubang atas di goa yang sedikit besar.. Aku bingung siapakah dia, Abdulpun juga tidak tahu siapakah dia. Tapi bagiku, mungkin dia temannya Movie. Soalnya telrihat pakaiannya samma. Mungkin yang berbeda dia bukanlah bangsa Elf. Kemudian aku menjelajah ditempat itu sambil aku dan Abul menyembuhkan diri melewati kolam penyembuh itu. Kemudian aku mengambil beberapa harta karun yang ada di tempat itu. Perjalanan kami lanjutkan bersama Abdul, sambil menyerang beberapa monster ditempat itu seperti Kekelawar Rumput dan Anjing Rumput. Dan beberapa perjalanan di goa sambil melawan monhster dan mendapatkan harta karun, aku menemukan sebuah peta tyang beigut kecil, yaitu peta menegani wilayah daerah Brima. Aku menemukan peta tersebut saat terakhir mau keluar dari Goa Restaired ini, namun aku teringat saat aku masuk kedalam Goa ini melewati jalan terakhir ini. Kemudian kami keluar dari Goa tersebut dan menuju ke penjelajahan berikutnya.
Dalam lingkungan lapangan rumput yang luas. Aku bisa melihat ari arah Timur terdapat gunung Restaired yang menghubungkan menuju ke Hutan Restaired. Namun kelihatannya, waktu dulu Restaired ini hanya menuju ke Pemandangan agar bisa melihat seisi yang ada di dalam lingkaran wilayah Restaired dan Grass Land namun dahulunya belum ada penghubung karena belunm adanya tanjakan atau kemiringan di gunung itu. Aku menegtahui itu karena Abdul melihat bahwa ada tulisan bahwa Gunung Restaired tersebut menghubungkan ke Hutan Restaired dan Goa Restaired menghubungkan menuju Wilayah Grassland. Aku dan Abdul mencoba untuk melewati Gunung Restaired disitu.
Di Gunung Restaired ini wilayahnya seperti berlumut namun tempatnya tidak terlalu berbahaya. Terdiri dari monster yang sama seperti di wilayah Grassland dan hutan Restaire. Tempat ini sebenanrya menanjak dan miring. Ditempat itu aku menemukan beberapa harta karun seperti uang, obat-obatan,, dan satu senjata yang dipergunakan aku sendiri. Yaitu pedang Panjang. Pada saat aku beraa di puncak, aku bisa melihat fenomena indah yaitu wilayah Grassland, namun dismaping fenomena itu, ada jalan lagi menuju hutan Restaired. Aku dan Abdul menuruni gunung itu dan berada di pintu masuk belakang Hutan Restaired yang menghubungkan Hutan Restaired dan Gunung Restaired. Aku teringat bahwa dulu belum ada jalan seperti ini cuman karena keinginan yang besar aku menjelajahinya, jadinya aku menjelajahi tempat itu. Di dalam hutan Restaired yang belum aku tahu arahnya ini, menjelajah tempat itu bersama Aabdul. Tempat arah ini berliku-liku, dan terdapat sungai sekaligus air terjun, adapaun jembatan penghubungnya. Dan dalam beberapa perjalanan sambil melawan monster dan mendapatkan harta karun yang ada disitu, akhirnya aku berada di kolam dimana aku latihan dengan si Movie. Pikiranku terlintas dan aku langsung menyanyakan ke dia dirumahnya yang berada di pohon. Movie memberikan salam kepadaku dan menanyakan kepadaku apa yang mau ditanyakan. Tapi juga Movie mengatakan bahwa aku mengajak temanku, dan meneskripsikannya. Inilah Percakapan antara aku, Abdul, an Movie.
Dwi : ”Hallo Movie, aku kembali.”
Movie : “Selamat datang kembali, sepertinya kau membawa temanmu ? Siapa temanmu itu ?”
Dwi : “Nama temanku ini Abdul,, dia berasal dari desa Grassland.”
Movie : “Desa Grassland ya, desa yang dibangun sejak 3 tahun yang lalu dimana kamu meninggalkan dunia ini. Selamat kenal Abdul, aku Movie.”
Abdul : “Salam kenal juga.”
Dwi : “Oh ya Movie, aku melihat seseorang yang serupa dengan kamu. Walau pakaiannya saja tapi orangnya berbeda. Dia sedang mencuci muka di Goa Restaired yang ada danau penyembuhnya itu. Dia mempunya rambut yang panjang. Pakaiannyya sama engan aku, tetapi punya kemampuan terbang juga seperti terbang super kilat gitu. Kamu tahu siapa dia ?”
Movie : “Hm... dia adalah Kasfrix. Dia dulu orang yang pernah mengalami kesulitan yang layaknya sama sepertimu. Dia merupakan Ksatria yang selalu menolong orang-orang yang kesulitan. Cuman dia kesulitan pas melawan monster yang ada di desa Dali. Sehingga dia tidak mampu melawan monster di desa Dali itu. Kemudian aku tolong dia. Sayangya akibat dia kurang kuat, banyak orang yang meninggal akibat peristiwa itu.”
Abdul : (Menangis) “Oh... kenapa dia tidak bisa menolong keluargaku ??”
Movie : “Monster yang menyerang desa Dali itu suungguh kuat jadi sulit sekali untuk dikalahkan. Apalagi serangan racun yang dapat membuat orang mati.”
Dwi : “Seperti apa monster itu ?”
Movie : “Segerombolan para Death Trap. Kamu pasti masih mengingat mereka, kan ?”
Dwi : ”Oh mereka, bagaimana mereka bisa hidup kembali ?”
Movie : ”Semenjak kamu berhasil melawan Varampire Surandy dan kamu kembali ke duniamu, mereka hidup kembali karena kedatangan Kasfrix di hadapan mereka.”
Abdul : ”Aku merasa dendam terhadap kelompok Death Trap itu yang telah membunuh kedua orang tuaku.”
Dwi : ”Tenang dulu Abdul, kehadiran mereka itu kita kurang tahu, kapan dan mengapa bisa hair di hadapan kita.”
Abdul : ”Suatu saat saat aku sudah menjadi kuat, aku ingin agar mereka bisa musnah dan hilang ari dunia ini.”
Movie : ”Untuk sekarang kalian tidak sanggup melawa mereka,karena kalian belumm mengeetahui taktik dan cara melawan mereka. Dwi, aku tahu alasan lain mengapa mereka bisa hidup lagi. Karena mereka merupakan mahluk bisa kembali bangkit terus menerus tanpa mati kecuali kita mengambil arwahnya itu.”
Dwi : ”Oh, pantes, mungkin dengan cahaya mereka bisa cepat mati. Merekakan tipe Undead.”
Movie : ”Kau hanya bisa menguasai satu skill saja. Tak mungkin ganda, karena sesuai degan sifat elemen alamiahmu itu.”
Dwi : ”Oh, mungkin aku hanay bisa mempelajari teknik tingkatan listrik dan sihir listrik aja. Oh ya, Lalu bagaimana dengan Kasfrix, apaka dia selalu meminta bantuan terus ?”
Movie : ”Iyaa, dia ingin agar dia menjadi orang yang terkuat dan bisa membunuh monster dengan mudah. Sayangya sikap dia yang selalu minta semua ilmu jadinya dia kekuatannya hampir sama denganku. Mungkin sekarang dia lebih kuat dari aku.”
Dwi : “Apa dia punya elemen ?”
Movie : “Iya, dia mempunyai elemen. Elemen dia ialah element. Element ialah Elemen campuran dari semua element senjata, sihir, dan lain-lainnya. Elemen ini merupakan elemen terkuat dari semua elemen yang ada.”
Dwi : “Berarti kau elemen element ya ? Lalu apakah Kasfrix menggunakan senjata ?”
Movie : ”Tepat sekali, dia juga menggunakan senjata. Senjata yang dia miliki ialah pedang Devil Knight dan Fritzer Krabbe. Kemudian sebagai pelindungnya dia mengikuti pakaian yang aku gunakan.”
Dwi : ”Devil Knight dan Fritzer Krabbe ? Kedua macam senjata paan itu ? Bisa kau jelaskan ?”
Movie : ”Devil Knight itu senjata yang dipakai oleh ketua gerombolan Death Trap. Senjata ini sangatlah mematikan. Mungkin kamu bisa tau pedang itu seperti apa dan dampak jika kita tertebas serangan itu. Sementara Fritzer Krabbe adalah senjata capit yang dapat mencapi musuh hingga membuat musuh terpotong engan capitan itu. Jadi, dia menggunakan tangan kanan untuk pedangnya dan taangan kiri untuk capitnya.”
Dwi : ”Wow, hebat sekali, semmoga aku tidak melawan dengan dia. Kalau berteman mungkin sih.”
Abdul : ”Senjata pistol ini mungkin tidak mempan bagi serangnanya.”
Movie : ”Semuanya tidak mempan.”
Dwi : ”Maksudnya tidak mempan apakah kita tidak bisa melawannya dengan cara apapun ?”
Movie : ”Dia sebenanrya sudah mempelajari semua skill yang aku miliki. Kemungkinan dia tidak bisa dikalahkan. Kecuali dengan menghipnotisnya.”
Dwi : ”Wah hebat sekali, tapi kalau kita tidak berhasil menghipnotisnya mungkin kalau terhipotis oleh orang lain maka kita sudah kalah telak darinya.”
Movie : ”Betul sekali, kita memang harus banyak berlatih untuk menghadapi dia jika dia terkena hipnotis dari pihak yang jahat. Ngomong-ngomong, apakah Abdul punya elemen sihir ?”
Abdul : ”Elemen sihir ? Aku belum menguasai satupun”
Movie : ”Mungkin aku bisa memberikan kamu berupa elemen Api karena kamu menggunakan pistol. Aku akan memberikan kamu pelajran.”
Abdul : ”Terima kasih, aku senang kalau aku punya kemampuan mengeluarkan sihir.”
Movie : ”Mari berlatihlah di lapangan berlatih dekat kolam yang tidak jauh dari sini.”
Kemudian, aku, Abdul dan Movie pergi ke tempat latihan dimana pada saat ituaku bisa menguasai cara bertarung yang benar. Ditempat itu, Abdul memplajari ccara penguasaan menggunakan sihir. Disini, Abul menguasai elemen Api. Dari cara dia mengeluarkannya, menyerangnya ke musuh, dan mempergunakannya. Dia berlatih terus, dalam beberappa jam kemudian dia berlatih, akhirnya ia bisa menguasai cara menggunakan teknik menggunakan sihir api. Lalu Movie menjelaskan teknik gabungan antara Api dan Listrik. Kalau dulunya aku hanay bisa menggabungkannya dengan senjata saja. Tetapi elemen ini bisa digabungkan. Dengan kedua elemen Api dan Listrik ini bisa menciptakan serangan sihir yang bernama Firebolt. Yaitu serangan Bola api listrik. Movie mengajarkan kami menggunakan serangan sihir tersebut. Dan kami bisa melakukannya.
Setelah latihan, Movie memberikan kami istirahat yang cukup dan memebrikan makanan dan minuman untuk kami. Dia juga memberikan kami beberapa Ether agar bisa mengeluarkan sihir dalam beberapa kali kaarena sihir tersebut menguras kemampuan utnuk mengeluarkan sihir. Aku, Abdul dan Movie berbincang di rumah Movie. Setelah perbincagan itu barulah aku melanjutkan perjalanan kami melewati jalanh yang baru kami lewatin lagi menuju gunung Restaire. Keluar ari hutan, menanjak gunung dan menuruni gunung walau sering di hadapi oleh monster. Saat berada di bukit gunung restaired, Abdul melihat matahari yang terbenam, dan dia mencoba untuk membuat sihir Fireball. Dan ternyata dia bisa melakukannya. Pada saat aa musuh yang lewat Abul menyerang dengan sihir bola apinya. Dan dia bisa melakukannya dibandingkan mengeluarkan api biasa.
Keluar dari gunung Restaired waktu sudah mulai menjelang sore. Aku dan Abdul harus mencari kota atau desa agar bisa menginap. Tidak jauh dari Gunung Restaired dan Goa Restaired terdapat desa yang disebut dengan desa Restaired. Desa Restaired ini terletak di utara antara Goa Restaired dan Gunung Restaired. Desa ini juga berdekatan sekali dengan pantai dan terdapat pelabuhan. Saat kami berada ditempat itu, kami langsung ke hotel, menyewa kamar dan beristirahat di hotel di desa Restaired ini.
Keesokan harinya, aku dan Abdul ingin menjelajah tempat itu. Keluar dari hhotel dan menjelajah di esa tersebut. Desa ini memang agak mirip dengan Desa Grass Village. Hanya desa tersebut agak luas dan ada penambahannya yaitu pelabuhan. Aktivitas orang-orang di pedesaan juga sama dengan di desa Grass Village, adapun anak kecil yang sering bermain di lapangan taman Desa Restaired. Kami menemukan toko-toko yang sama persis seperti desa Grass Village cuman dibuat variasi dari desa itu. Perbicangan mereka saat aku berbincang dengannya juga hampir sama serupa dengan desa Grass Village hanya saja mereka melakukan dengan hal yang berbeda dari desa Grass Village walau ada yang sama. Adapun orang yang memberikan akmi tips selama kami dalam perjalanan. Selama kami mengelilingi desa tersebut. Kami menemukan sedikit uang dan obat-obatan yang tersembunyi di semak-semak kota itu, begitu juga di pot bunga milik orang. Lalu, kami pergi ke tempat pelabuhan Desa Restaired.
Di tempat pelabuhan itu, kami melihat banyak sekali orang yang berkumpul di pelabuhan itu. Aku dan Abdul penasaran dengan mereka bahwa mengapa mereka berkumpul begitu bannyaknya ? Apakah mereka sedang membukapelabuhan atau apa. Kemudian aku dan Abdul ikut-ikutan melihat dan mendegar mereka di pelabuhan. Ternyata mereka berkumpul karena dibukanya kapal dengan tujuan yang terbaru. Yaitu menuju ke Mushroom Kingdom. Dalam Hal ini berarti hubungan anjtara Desa Restaired dengan Mushroom Kingdom akan terjalin dengan baik. Namun saat aku berada di dunia ini, aku belum mengenal tempat yang bernama Mushroom Kingdom. Jadinya, saya penasaran dengan tempat seperti itu. Aku dan Abdul berkeliling di tempat itu dan menanyai orang-orang tentang dibukanya tujuan baru menuju Mushroom Kingdom. Setelah kami tanyakan kesemua orang, orang tersebut tidak sabran untuk pergi ke arah sana, dan juga ingin bekerja sama dengan Mushroom Kingdom. Tapi ada beberapa yang mengatakan bahwa perjalanan ke Mushroom Kingdom harus memerlukan biaya 10.000 rupiah. Untungya selama perjalanan kami menemukan cukup banyak uang dan sekaligus melawan monster dan menghasilkan uang dari monster itu. Akhirnya dengan biaya yang cukup dan persiapan yang cukup memadai, aku dan Abdul bersiap untuk pergi ke Mushroom Kingom menggunakan kapal tersebut yang mempunyai tujuan yang baru. Kemudian, kami membayar itu kepada orang yang aa didekat kapal itu dan kamilah beraa di kapal tersebut dan bersipa untuk berangkat.
Berlanjut ke Adventure of Deja Vu Part 2
Pada suatu hari, saat saya sedang sibuknya mencari barang tambang untuk di jual, saya mencari barang tambang di dalam goa yang dada di sekita rumah saya. Saat itu di dalam goa tersebut saya melihat sebuah cahaya berwarna ungu. Saya mendekati itu dan tiba-tiba saja cahaya itu berubah menjadi besar dan berubah menjadi lubang cahya yang menghisapkan kedalam cahaya itu. Hingga saya tidak terkontrol untuk melarikan diri akhirnya saya tersedot kedalam cahaya ungu tersebut. Aku masuk kelubang cahaya itu seperti aku tersedot saat aku melihat chaya ungu itu di lapangan dekat rumahku saat aku kecil lalu.
Saat ada lubang cahaya lain, aku terjatuh di suatu tempat yang menurutku tidak asing lagi. Selama 3 tahun aku tidak mengunjungi tempat itu lagi karena saat itu petualangan mencari sesuatu hal yang bersifat menarik telah berakhir. Aku berada di dunia sihir alias Dunia Magician. Aku berada dii wilayah Padang Rumput yang luas walau ada beberapa bunga-bunga yang indah disamping padnangan yang begitu jauh aku melihat gunung dan laut. Namun sepertinya aku tidak melihat cahaya ungu itu. Mungkin aku tidak bisa kembali lagi ke dunniaku sampai aku menyelesaikan sesuatu yang mungkin sangat penting sekali bagi dunia sihir itu. Aku berjalan ke segala arah tanpa jelas karena aku tidak menemukan sebuah objek untuk dikunjungi. Tiba-tiba saat aku sedang berjalan. Aku bertemu dengan mahluk aneh (Walau bisa dibilang sebagai monster). Monster yang menurutku tak asing lagi ditempat padang rumput itu. Yaitu Harimau. Aku tidak bisa menyerangnya karena aku tidak menggunakan senjata ditangaku sehingga satu-satunya cara ku melawannya dengan tangan kosongku itu. Memang kelihatannya ganas sekali mewlaannya walau sangat sekali pertempuran ini dianggap pertempuran yang sangat sadis tanpa senjata. Akhirnya, aku melarikan diri walau aku dikejar oleh monster itu. Namun kecepatannya dia sangatlah begitu cepat. Aku tidak bisa berlari begitu cepat. Sampai-sampai aku tertangkap olehnya dan terpakasa melwan monster itu. Alangkah sedihnya, aku tidak bisa menahan diriku karena serangan cakarannya yang begitu ganas. Aku tidak bisa berlarian kemana-mana. Dan saat aku dalam posisi hampir lemah, Harimau itu memanggil teman-temannya untuk menghabisi aku dalam 1 serangan. Aku tidak bisa berkutik apa-apa kecuali aku harus mati karena serangan segerombaln singa itu. Dan mati sadis karena aku akan dimakan olehnya dan dicakar olehnya. Saat mereka mulai beraksi menyerangku. Tiba-tiba, ada suara tebasan pedang yang begitu cepat dan membuat para Harimau itu mati. Aku kira suara tebasan itu menebasku hingga mati juga. Tapi ternyata tidak. Ada seseorang yang menolongku, seseorang yang menurutku tidak asing lagi. Dia merupakan perempuan yang pernah menolongku saat aku sedang mengalami kesulitan. Perempuan ini bertubuh sama tinggi denganku, cantik, rupawan, walau kelihatan dia merupakan keturunan bangsa Elf. Memakai pakaian seperti seorang legendaris avonturis perempuan berwarna biru tua. Dia bernama Movie. Walau aku sedikit lupa nama lengkapnya siapa saat aku pertama kali masuk ke dunia sihir dan mengenalnya.
Aku bersyukur karena ada orang yang telah menolongku. Dan orang itu bernama Movie. Dia langsung menghampiriku. Aku mengucapkan terima kasih kepadanya dan berkata “Terima kasih kau telah menolongku. Tanpamu, aku mungkin telah di bunuh dan dimakan oleh para harimau itu.”. Movie membalas perkataanku “Tidak masalah, aku menolongmu karena kelihatannya kamu dalam keadaan bahaya.” Kemudian dia terkejut melihatku dan mengatakan “Hey, apakah kau Dwi ? Kenapa kau bisa berada di sini ?” Lalu aku menjawab “Aku ada disini karena aku kesedot oleh cahaya ungu didalam goa di duniaku itu dan tiba-tiba aku berada disini. Sampai inilah aku di temui oleh ganasnya harimau itu. Kau Movie kan ? Yang telah menolongku saat aku kesulitan di hutan yang bernama Restaired ?”. Movie membalas jawabanku “Tepat sekali, akhirnya kamu masih mengingat diriku lagi. Sepertinya dirimu yang lalu sudah berubah.” Aku menjawab “Memang apa yang berubah dariku ?” Dia menjawab “Kamu sudah besar. Aku tidak pernah melihatmu selama 3 tahun ini. Walau mungkin kamu kembali kesini dalam keadaan yang beggitu lemah.” Aku mengatakan kepada dia bahwa diapun juga mungkin bertambah besar dan sama dengannku walau dia mungkin sudah mulai bertambah kuat dariku sebelumnya saat terakhir kalinya. Kemudian dia sedikit memberikan rasa kasihan kepadaku kalau aku berada dalam kondisi yang terluka parah. Akhirnya dia membawaku dengan kecepatan yang begitu cepat karena dia menggunakan teknik sihir Speedlight dan dia mengobatiku di rumahnya yang berada di Hutan Restaired. Dia menggunakan sihir Heal kepadaku. Aku sembuh total karena berkat sihirnya dia.
Aku sembuh dari luka cakaran dan gigitan Harimau itu. Movie memberikanku secangkir minuman Potion dan makanan Virmelon Nut sambil aku dan dia berbincang-bincang kepadanya. Dibawah ini percakapannya :
Movie : ”Selama 3 tahun aku tidak melihatmu dan akhirnya kau kembali juga”
Dwi : ”Yea... aku juga entah kenapa aku bisa berada disini. Padahal saat aku sedang mencari tambang di goa untuk dijual. Aku melihat cahaya ungu yang aneh yang serupa saat aku pertama kali terdampar di dunia ini dan berada di Gurun Technonical. Cahaya itu menghisapku dan aku berada di padang rumput itu.”
Movie : ”Rasanya mungkin ada sesuatu yang ganjil di dunia ini lagi. Bagaimana dengan kehidupan temanmu itu ? Si Erik, Arif, Rian, Diki, Teguh di duniamu itu ?”
Dwi : “Mereka sekarang terpisah karena mereka bekerja di tempat yang berbeda-bea jadi aku kurang tahu bagaimana keaan mereka saat ini. Sulit sekali berkontak dengannya”
Movie : “Aku masih mengingat mereka dengan skill dan sihir mereka yang hebat saat bertarung dengan musuh. Masa persahabatanmu dengan mereka di dunia ini dulu sungguh hebat sekali. Dari konflik, pemecahan, saling membantu dan menolong hingga apapun yang menyangkut soal persahabatan dan pertemanan sangatlah hebat. Aku salut dengan perjuangan petualangganmu dulu.”
Dwi : “Benarkah itu ? Aku tidak menyadari hal seperti itu dulu. Yea... aku sudah banyak hal yang menarik aku lupakan. Kalau hal normal mengenai dunia ini aku masih mengingatnya”
Movie : “Oh, mungkin sesuatu hal yang istimewa bagimu di dalam dunia ini. Cara bertempur dan melawan para monster. Kau pasti melupakannya karena kekuatanmu kembali lemah seperti sedia dulu kala.”
Dwi : ”Iya juga sih..... Tapi , apa kamu mau mengajariku cara bertarung yang baik dan benar sehingga aku bisa terbiasa lagi dengan pertarungan melawan musuh yang ada ?”
Movie : ”Denagn senang hati aku akan mengajarimu itu, tapi sebelumnya makanlah dan minumlah yang telah aku sediakan itu agar akmu bisa bersemangat.”
Dwi : ”Okay.... terima kasih.”
Saat aku memakan dan meminum makanan atau minuman yang telah di sediakan oleh Movie, aku mulai bersemangat lagi. Dan Movie mengajakku untuk keluar dari rumahnya dan berlatih bertarung di Hutan Restaired dilapangan yang sedikit besar seukuran kolam ikan walau 3 kalinya ukuran itu. Movie mengajarkanku cara bertarung dari cara menyerang, bertahan, menggunakan sihir, barang saat bertarung hingga beberapa hal yang perlu diperhatikan saat bertarung walau disini bisa dikatakan Movie meruapakan musuhku saat bertarung untukl latihan ini hanya saja dia tidak memanggil monster lainnya. Memang disini aku memaksakan diriku untuk menyerang dia. Dan untungnya saja hanya latihan sehingga dia dikorbankan untuk diserang. Kalau bukan, mungkin dia bisa mengeluarkan jurus mematikan kepadaku. Akhirnya selama latihan selesai, akhirnya aku bisa mengusasi teknik untuk bertempur dan mewalan musuh yang aa di hadapanku. Namun sebagai tantangannya, Movie memanggil monster yang mudah untuk dilawan dan lemah kepadaku sehingga aku mudah melawannya dalam 3 hingga 5 kali tebasan saja.
Pertarunagan kecil berakhir. Movie memberikan ucapan selamat kepadaku. Akhirnya aku bisa menguasai teknik bertempur walau tidak sekuat seperti dulu dan teknik sihir yang aku miliki yaitu petir bisa aku kuasai lagi. Movie memberikanku beberapa info menegani pertempuran dan bisa langsung ditanyakan ke dia dann berlatih lagi jika mau di rumahnya. Pada saat itu, Movie mengatakan kepadaku bahwa aku harus menemukan hal-hal dan penyebab yang membuatku jatuh di dunia ini. Di pikiranku terlintas bahwa ada sesuatu yang akan dipastikan kalau didunia ini akan hancur karena ada monster yang mau menghancurkan dunia. Movie langsung berkata kepadaku setelah aku memikirkan hal itu bahwa kemungkinan besar akan terjadi hal itu tapi sampai saat ini menurut dia belum dipastikan muncul.
Kemudian aku meninggalkan rumah Movie dan mengucapkan selamat tinggal dengannya. Aku menyusuri Hutan Restaired yang sungguh lebat dan sedikit gelap walau ada kunang-kunagan yang menerangi jalan. Menyusuri pinggiran tanah, turun tangga, melewati sungai, berjalan terus walau selama itu aku sering dihadapi monster yang menyerangku tapi itu tidak membuatku merasa kesulitan dalam melawan monster itu. Beberapa benda atau makanan bisa aku ambil ditempat itu dan beberapa kotak harta karun yang berisi peralatan bertarung dan obat-obatana aku temukan disitu walau tidak terlalu banyak. Saat aku hampir mau keluar dari tempat itu, ada orang yang menggunakan pakaian T-Shirt hijau dengan celana yang mirip denan celana tentara sedang kelihatan murung dan sedih. Aku menghampirinya dan aku tanyakan kepada dia. Dia murung dan sedih karena barang dan senjatanya telah dicuri oleh monster yang mirip dengan pohon. Akhirnya, aku mencoba untuk menolongnya dan mencari monster itu di sekitar Hutan Restaired itu. Aku berjalan di sekitar hutan itu. Selama dalam perjalanan mencari monster itu, aku menemukan sebuah monster yang mirip dengan pohon dan dia merupakan musuh yang bernamma Branchekeller. Musuh ini gampang sekali dikalahkan karena dengan beberapa kali tebasan musuh ini akan kalah. Kau tau kenapa ? Karena selama perjalanan aku sering melawan monster yang ada di sekitar hutan itu. Akhirnya monster itu kalah dan aku berjalan menyusuri hutan lagi dan aku melihat barang dan senjata milik orang yang aku temui di jalan keluar hutan itu. Aku membawa semua barang dan senjata itu dan memberikan itu kepada orang yang aku temui sebelumnya. Dengan bangganya, orang itu senang karena barang itu bisa kembali kepada miliknya dan berterima kasih kepadaku. Dia memperkenalkan dirinya. Dia bernama Abdul. Seorang penembak sejati yang suka menjelajah. Akhirnya aku juga memperkenalkan diriku. Dan menjelaskan tujuanku menjelajah. Abdul ingin bergabung denganku dan ingin ikut menjelajah dengannku dan berpetualang bersama. Aku terima dia dan akhirnya Abdul bergabung dalam petualangan denganku.
Aku dan dia saling berbicara dan berjalan keluar hutan. Di luar hutan terdapat ladang rumput yang begitu luas walau ada sedikit gunung bergunung pada tempat itu. Kami berjalan di tempat itu sambil menjelajah. Namun, si Abdul menginginkan saya untuk pergi bersamanya ke tempat kampung halamanya yang tidak jauh dari Hutan Restaired. Hanyaa dari arah selatan dari hutan itu. Aku dan Abdul berjalan ke tempat itu, namun tiba-tiba ada monster menyerang kami. Monster tersebut bernama Anjing Rumput, Monster ini sering berkeliaran di Ladang Rumput ini. Jadi mau tidak mau kami melawan monster tersebut. Aku menyerang monster itu hanya pakai ilmu normal tanpa senjata, sementara Abdul menggunakan Pistol untuk bertarung. Padahal selama ini, monster yang paling mudah saat aku bertarung yaitu di Hutan Restaired. Karena berhubungan disni harus menggunakan senjata jadinya aku bingung dan hanya bertahan untuk melawan Anjing Rumput itu. Abdul memberikanku Pedang. Sebuah pedang yang berbentuk pendek, namanya pedang pendek. Sesuai dengan bentuknya. Jadi aku menyerang monster itu edari jarak dekat. Sambil Abdul menyerang menggunakan pistol, aku menyerang monster tesebut dengan pedang pendek sehingga dengan beberapa serangan yang tidak terlalu lama. Pertempuran selesai dan kami melanjutkan menuju kampung halamanya Abdul walau selama perjalanan kami sering bertemu dengan monster Anjing Rumput dan gerombolannya, dan ini merupakan perlawanan pada setiap kami berjalan ke suatu tempat tertentu.
Beberapa jalan kemudian. Kami tiba di perkampungan yang begitu kecil di daerah padang rumput, sebuah desa yang merupakan tempat tinggalnya Abdul. Desa tersebut bernama Grass Village. Desa yang dipenuhi oleh jalan yang bertanah dan ladang yang berumput. Begitupun ada beberapa lahan pertanian. Abdul mengajakku untuk pergi kerumahnya dan berisitrahat di rumahnya. Abdul memperkenalkan rumahnya an isi rumahnya. Dia hidup sendiri dirumahnya. Seisi rumah ini seperti layak perkampungan yang pernah aku kunjungi di gubuk di hutan. Adaa lampu lilin, meja bundar yang terbuat oleh kayu, lemari kayu, kursi goyang. Ya, kebanyakan semuanya terbuat dari kayu sehingga mungkin mudah terbakar. Namun tidak juga, karena rumah tersebut terbuat dari batako pada dinding luar dan dalam rumah. Hanya seperti perlengkapan rumah yang terbuat dari kayu. Walau dia hidup sendiri, tapi dia sering latihan untuk melawan monster di luar kampung dan mencari uang dengan cara menjual buah-buahan yang dia temui di hutan Restaired dan melawan monster. Aku dan Abdul berisitirahat di rumahnya. Sambil beristirahat., Aku dan Abdul berbincang mengenai kehidupan aktivitas.
Abdul : ”Hey Dwi”
Dwi : ”Ya ada apa ?”
Abdul : “Kampung halamanmu itu dimana ?”
Dwi : “Aku tinggal bukan di dunia ini.”
Abdul : “Bukan di dunia ini ? Maksudnya ?”
Dwi : “Aku terdampar di dunia ini karena ada Lubang Cahaya Ungu yang menghisapku dan tiba di dunia ini. Apakah ini dunia yang disebut dengan dunia Magician ?”
Abdul : “Betul sekali, bagaiman kamu bisa tau itu ?”
Dwi : “Aku dulu pernah terdampar di dunia ini saat aku di tinggal kedua orang tuaku, saat dimana aku sedang menangis dan berjalan ke lapangan. Tidak sengaja aku tersedot oleh Cahaya Lubang Ungu itu dan aku terdampar di Gurun Techno. Aku tau nama dunia ini saat aku bertemu dengan seseorang yang bernama Sharpnel Tom. Kau kenal dia ?”
Abdul : “Gurun Techno ya ? Hm.. aku tidak terlalu menjelejah sampai sejauh itu, aku juga tidak kenal dia.”
Dwi : “Oh, lalu orang tuamu ini dimana sekarang ?”
Abdul : ”Mereka sudah meninggal.”
Dwi : ”Mengapa mereka bisa meninggal ? Jelaskan padaku !”
Abdul : ”Mereka meninggal saat di serang monster saat mereka merantau ke Kota Dali. Mereka pergi kesana karena mereka ingin pulang kampung.”
Dwi : ”Apakah kamu ikut kesana ?”
Abdul : ”Tidak, aku tau ini semua saat aku dikabarkan oleh warga di desa ini. Ini membuatku sedih.”
Dwi : ”Turut berduka cita, jadi inilah kamu tinggal sendiri ?”
Abdul : ”Ya, sendiri dirumah seperti tak ada pembantu. Tapi kejadian itu sudah lama sekali, jadinya aku sudah terbiasa hidup sendiri.”
Dwi : ”Sama sepertiku. Lalu dimana orang tuamu dimakamkan ?”
Abdul : ”Tidak jauh dari rumahku mungkin aku bisa mengajakmu.”
Kemudian, Abdul mengajakku untuk pergi ke pemakaman orang tuanya. Jaraknya tidak jauh dari rumahnya, terletak di samping kiri 2 rumah dari rumah Abdul. Pemakamann itu berada di dekat gereja. Abdul menujukkan kuburan kedua orang tuanya. Betapa menyedihkannya dia bercerita mengenai kejadian meninggalnya kedua orang tua itu. Aku turut berduka cita atas mushibah tersebut. Dia berdoa agar kedua orang tuanya ini bisa hidup bahagia di alam sana (akhirat). Kemudiaan, aku dan Abdul pergi kerumahnya. Tapi karena aku baru pertama kali mengenal tempat itu. Akhirnya aku meminta izin agar aku menjelajah tempat ini. Dan diperbolehkan oleh Abdul sambil dia menunggu di rumahnya.
Aku menjelajah tempat di desa Grass Village. Desa ini meruapakan esa rerumputan dengan bangunan ala perkampungan. Dengan suasan yang sejuk dan nyaman, membuat alat arah angin berputar dan selalu menuju ke selatan. Penduduk yaang tinggal di desa tersebut sedikit sekali, tidak terlalu banyak. Kurang lebih ada 20 orang yang tinggal didesa itu. Di setiap rumahnya,, terdapat tanaman bunga yang terletak di epan rumah yang membuat ketertariakn pengujung. Menurut isi rumah desa tersebut, sama seperti rumahnya Abdul, walau yang berbeda hanyalah ruangannya saja. Desa tersebut mempunyai lahan pertanian dimana mata pencaharian mereka disitu. Dan dijual melewati toko-toko buah-buahan dan makanan. Terdapat Hotel dan Bar, Toko Obat-obatan dan Buah-buahan, dan Toko Peralatan dan senjata. Aa sungai mengalir menuju keluar dari desa tersebut. Desa ini memang sungguh desa yang kecil dan tidak begitu luas. Aktivitas penduduk tersebut kebanyakan bercocok tanam, berburu monster, berdagang, berjalan-jalan, bermain, berbincang dan lain-lain. Semua itu aku lihat di seluruh dan keliling saat aku menjelajah esa itu. Aku menemukan beberapa uang yang tersembunyi di guci dan pot bunga. Mungkin orang tersebut menyembunyikan uang itu sudah lama sehingga lupa akan uangnya. Kemuian aku menemukan Potion dan Ether di sekitar Kayu dan depan Toko Peralatan. Aku sempat mengetahui cara transaksi jual beli kalau ignin membeli atau menjual di toko-toko. Begitu juga aku mengetahui cara memasang peralatan dan perlengkapan. Kebetulan aku bisa mendapatkan tas besar saat aku membeli barang di toko tertentu. Jadinya aku bisa menyimpan lebih banyak barang daripada aku nyimpan di kantong. Kemudian, setelah transaksi selesai, aku sempat berbincang kepada orang-orang. Banyak dari mereka berbicara mengenai kehidupan mereka dan beberapa hal yang harus diketahui di dalam dunia ini. Begitupun mereka membicarakan mengenai aktivitas yang mereka lakukan. Biasanya di pedesaan suka berbicara mengenai hal yang kusebut itu. Kemudian aku kerumah Abdul. Dan sambil menceritakan mengenai esanya. Lalu, waktu berlalu menjadi malam hari. Desa tersebut memang kelihatan sepi kalau malam hari. Jadinya, kalau keluar juga kebanyakan mereka ada di dalam ruamh mereka masing-masing kecuali bagi mereka yang mau ke bar dan membeli sesuatu di toko. Aku dan Abdul tiur malam itu.
Keesokan harinya, aku dan Abdul terbangun di pagi hari, lalu aku ingin melanjutkan perjalananku untuk menjeleajh di dunia ini. Abdul ingin ikut denganku karena dia ignin berpetualnagan dneganku. Akhirnya aku dan Abdul berpetualngan bersama dan meninggalkan kampung halamannya itu. Namun ada beberapa orang yang mengucapkan salam perpisahan kepada kami dan semoga bisa datang kembali lagi. Ucapan orang desa Grass Village itu. Dan saat kami menyebrangi sungai dan menuju keluar desa, ada orang yang mengejar kami dan membawakan kami bekal perjalannan berupa obat-obatan yaitu Daun sirih, Potion, dan Ether. Dan dia mengucapakan salam perpisahan dan mengucapkan keharapan untuk kedatangan kembali.
Kami keluar dari desa tersebut, aku dan Abul melanjutkan perjalanan. Namun yang dibingungkan, kemanakah arah perjalanan kami selanjutnya, tapi dengan kita menjelejah tempat itu dan melawan beberapa monster yang menghadangi, kami tiba di Goa, yang berada di Barat Laut Desa Grass Village dan Barat Hutan Restaired. Goa ini bernama Goa Restaired. Aku mengingat tempat ini dahulu saat aku keluar dari Goa itu dan menuju ke Hutan Restaired bersama Erik.
Goa disni dengan tanah berumput dan beberapa lumut. Aku juga masih ingat bahwa ditempat itu ada tempat yang berbahaya yang dimana kita tidak bisa melewati tempat itu kecuali kita sudah mampu untuk melewatinya. Dalam jalan memasuki Goa Restaired itu, kita melihat ada jalan lain kebawah dimana jalan tersebut merupakan jalan berlumut yang merupakan arah ke Daerah Restaired, jalan tersebut sangatlah berbahaya jika kami memasuki jalan tersebut. Jadi tentunya aku dan Abdul berjalan melewati jalan yang tanahnya berumput. Dalam jalan ini, aku melihat beberapa bebatuan yang dipenuhi oleh rumput, dan juga lubang cahaya dari langit-langit, dalam meamsuki beberapa lorong, aku juga melihat kristal hijau walau tidak di penuhi rumput. Aku menemukan beberapa harta karun yang berupa uang dan obat-obatan. Dan dalam satu lorong kemudian, aku melihat danau yang ditengahnya terdapat pulau, walau luas sekali kelihatannya. Tapi, aku melihat seseorang yang ada di situ. Orang tersebut kelihatan seperti Movie yang sedang mencuci mukanya di danau itu. Aku baru ingat bahwa danau tersebut merupakan danau penyembuh. Jadi setiap kita mengeluarkan sihir dan kita terluka bisa disembuhkan secara total melewati danau itu. Tapi keliahtannya, orang yang sedang mencuci mukanya itu bukanlah Movie, walau pakaiannya sama tapi wajahnya berbeda. Dan dia langsung pergi melayang ke atas dan keluar ari goa tersebut melwati lubang atas di goa yang sedikit besar.. Aku bingung siapakah dia, Abdulpun juga tidak tahu siapakah dia. Tapi bagiku, mungkin dia temannya Movie. Soalnya telrihat pakaiannya samma. Mungkin yang berbeda dia bukanlah bangsa Elf. Kemudian aku menjelajah ditempat itu sambil aku dan Abul menyembuhkan diri melewati kolam penyembuh itu. Kemudian aku mengambil beberapa harta karun yang ada di tempat itu. Perjalanan kami lanjutkan bersama Abdul, sambil menyerang beberapa monster ditempat itu seperti Kekelawar Rumput dan Anjing Rumput. Dan beberapa perjalanan di goa sambil melawan monhster dan mendapatkan harta karun, aku menemukan sebuah peta tyang beigut kecil, yaitu peta menegani wilayah daerah Brima. Aku menemukan peta tersebut saat terakhir mau keluar dari Goa Restaired ini, namun aku teringat saat aku masuk kedalam Goa ini melewati jalan terakhir ini. Kemudian kami keluar dari Goa tersebut dan menuju ke penjelajahan berikutnya.
Dalam lingkungan lapangan rumput yang luas. Aku bisa melihat ari arah Timur terdapat gunung Restaired yang menghubungkan menuju ke Hutan Restaired. Namun kelihatannya, waktu dulu Restaired ini hanya menuju ke Pemandangan agar bisa melihat seisi yang ada di dalam lingkaran wilayah Restaired dan Grass Land namun dahulunya belum ada penghubung karena belunm adanya tanjakan atau kemiringan di gunung itu. Aku menegtahui itu karena Abdul melihat bahwa ada tulisan bahwa Gunung Restaired tersebut menghubungkan ke Hutan Restaired dan Goa Restaired menghubungkan menuju Wilayah Grassland. Aku dan Abdul mencoba untuk melewati Gunung Restaired disitu.
Di Gunung Restaired ini wilayahnya seperti berlumut namun tempatnya tidak terlalu berbahaya. Terdiri dari monster yang sama seperti di wilayah Grassland dan hutan Restaire. Tempat ini sebenanrya menanjak dan miring. Ditempat itu aku menemukan beberapa harta karun seperti uang, obat-obatan,, dan satu senjata yang dipergunakan aku sendiri. Yaitu pedang Panjang. Pada saat aku beraa di puncak, aku bisa melihat fenomena indah yaitu wilayah Grassland, namun dismaping fenomena itu, ada jalan lagi menuju hutan Restaired. Aku dan Abdul menuruni gunung itu dan berada di pintu masuk belakang Hutan Restaired yang menghubungkan Hutan Restaired dan Gunung Restaired. Aku teringat bahwa dulu belum ada jalan seperti ini cuman karena keinginan yang besar aku menjelajahinya, jadinya aku menjelajahi tempat itu. Di dalam hutan Restaired yang belum aku tahu arahnya ini, menjelajah tempat itu bersama Aabdul. Tempat arah ini berliku-liku, dan terdapat sungai sekaligus air terjun, adapaun jembatan penghubungnya. Dan dalam beberapa perjalanan sambil melawan monster dan mendapatkan harta karun yang ada disitu, akhirnya aku berada di kolam dimana aku latihan dengan si Movie. Pikiranku terlintas dan aku langsung menyanyakan ke dia dirumahnya yang berada di pohon. Movie memberikan salam kepadaku dan menanyakan kepadaku apa yang mau ditanyakan. Tapi juga Movie mengatakan bahwa aku mengajak temanku, dan meneskripsikannya. Inilah Percakapan antara aku, Abdul, an Movie.
Dwi : ”Hallo Movie, aku kembali.”
Movie : “Selamat datang kembali, sepertinya kau membawa temanmu ? Siapa temanmu itu ?”
Dwi : “Nama temanku ini Abdul,, dia berasal dari desa Grassland.”
Movie : “Desa Grassland ya, desa yang dibangun sejak 3 tahun yang lalu dimana kamu meninggalkan dunia ini. Selamat kenal Abdul, aku Movie.”
Abdul : “Salam kenal juga.”
Dwi : “Oh ya Movie, aku melihat seseorang yang serupa dengan kamu. Walau pakaiannya saja tapi orangnya berbeda. Dia sedang mencuci muka di Goa Restaired yang ada danau penyembuhnya itu. Dia mempunya rambut yang panjang. Pakaiannyya sama engan aku, tetapi punya kemampuan terbang juga seperti terbang super kilat gitu. Kamu tahu siapa dia ?”
Movie : “Hm... dia adalah Kasfrix. Dia dulu orang yang pernah mengalami kesulitan yang layaknya sama sepertimu. Dia merupakan Ksatria yang selalu menolong orang-orang yang kesulitan. Cuman dia kesulitan pas melawan monster yang ada di desa Dali. Sehingga dia tidak mampu melawan monster di desa Dali itu. Kemudian aku tolong dia. Sayangya akibat dia kurang kuat, banyak orang yang meninggal akibat peristiwa itu.”
Abdul : (Menangis) “Oh... kenapa dia tidak bisa menolong keluargaku ??”
Movie : “Monster yang menyerang desa Dali itu suungguh kuat jadi sulit sekali untuk dikalahkan. Apalagi serangan racun yang dapat membuat orang mati.”
Dwi : “Seperti apa monster itu ?”
Movie : “Segerombolan para Death Trap. Kamu pasti masih mengingat mereka, kan ?”
Dwi : ”Oh mereka, bagaimana mereka bisa hidup kembali ?”
Movie : ”Semenjak kamu berhasil melawan Varampire Surandy dan kamu kembali ke duniamu, mereka hidup kembali karena kedatangan Kasfrix di hadapan mereka.”
Abdul : ”Aku merasa dendam terhadap kelompok Death Trap itu yang telah membunuh kedua orang tuaku.”
Dwi : ”Tenang dulu Abdul, kehadiran mereka itu kita kurang tahu, kapan dan mengapa bisa hair di hadapan kita.”
Abdul : ”Suatu saat saat aku sudah menjadi kuat, aku ingin agar mereka bisa musnah dan hilang ari dunia ini.”
Movie : ”Untuk sekarang kalian tidak sanggup melawa mereka,karena kalian belumm mengeetahui taktik dan cara melawan mereka. Dwi, aku tahu alasan lain mengapa mereka bisa hidup lagi. Karena mereka merupakan mahluk bisa kembali bangkit terus menerus tanpa mati kecuali kita mengambil arwahnya itu.”
Dwi : ”Oh, pantes, mungkin dengan cahaya mereka bisa cepat mati. Merekakan tipe Undead.”
Movie : ”Kau hanya bisa menguasai satu skill saja. Tak mungkin ganda, karena sesuai degan sifat elemen alamiahmu itu.”
Dwi : ”Oh, mungkin aku hanay bisa mempelajari teknik tingkatan listrik dan sihir listrik aja. Oh ya, Lalu bagaimana dengan Kasfrix, apaka dia selalu meminta bantuan terus ?”
Movie : ”Iyaa, dia ingin agar dia menjadi orang yang terkuat dan bisa membunuh monster dengan mudah. Sayangya sikap dia yang selalu minta semua ilmu jadinya dia kekuatannya hampir sama denganku. Mungkin sekarang dia lebih kuat dari aku.”
Dwi : “Apa dia punya elemen ?”
Movie : “Iya, dia mempunyai elemen. Elemen dia ialah element. Element ialah Elemen campuran dari semua element senjata, sihir, dan lain-lainnya. Elemen ini merupakan elemen terkuat dari semua elemen yang ada.”
Dwi : “Berarti kau elemen element ya ? Lalu apakah Kasfrix menggunakan senjata ?”
Movie : ”Tepat sekali, dia juga menggunakan senjata. Senjata yang dia miliki ialah pedang Devil Knight dan Fritzer Krabbe. Kemudian sebagai pelindungnya dia mengikuti pakaian yang aku gunakan.”
Dwi : ”Devil Knight dan Fritzer Krabbe ? Kedua macam senjata paan itu ? Bisa kau jelaskan ?”
Movie : ”Devil Knight itu senjata yang dipakai oleh ketua gerombolan Death Trap. Senjata ini sangatlah mematikan. Mungkin kamu bisa tau pedang itu seperti apa dan dampak jika kita tertebas serangan itu. Sementara Fritzer Krabbe adalah senjata capit yang dapat mencapi musuh hingga membuat musuh terpotong engan capitan itu. Jadi, dia menggunakan tangan kanan untuk pedangnya dan taangan kiri untuk capitnya.”
Dwi : ”Wow, hebat sekali, semmoga aku tidak melawan dengan dia. Kalau berteman mungkin sih.”
Abdul : ”Senjata pistol ini mungkin tidak mempan bagi serangnanya.”
Movie : ”Semuanya tidak mempan.”
Dwi : ”Maksudnya tidak mempan apakah kita tidak bisa melawannya dengan cara apapun ?”
Movie : ”Dia sebenanrya sudah mempelajari semua skill yang aku miliki. Kemungkinan dia tidak bisa dikalahkan. Kecuali dengan menghipnotisnya.”
Dwi : ”Wah hebat sekali, tapi kalau kita tidak berhasil menghipnotisnya mungkin kalau terhipotis oleh orang lain maka kita sudah kalah telak darinya.”
Movie : ”Betul sekali, kita memang harus banyak berlatih untuk menghadapi dia jika dia terkena hipnotis dari pihak yang jahat. Ngomong-ngomong, apakah Abdul punya elemen sihir ?”
Abdul : ”Elemen sihir ? Aku belum menguasai satupun”
Movie : ”Mungkin aku bisa memberikan kamu berupa elemen Api karena kamu menggunakan pistol. Aku akan memberikan kamu pelajran.”
Abdul : ”Terima kasih, aku senang kalau aku punya kemampuan mengeluarkan sihir.”
Movie : ”Mari berlatihlah di lapangan berlatih dekat kolam yang tidak jauh dari sini.”
Kemudian, aku, Abdul dan Movie pergi ke tempat latihan dimana pada saat ituaku bisa menguasai cara bertarung yang benar. Ditempat itu, Abdul memplajari ccara penguasaan menggunakan sihir. Disini, Abul menguasai elemen Api. Dari cara dia mengeluarkannya, menyerangnya ke musuh, dan mempergunakannya. Dia berlatih terus, dalam beberappa jam kemudian dia berlatih, akhirnya ia bisa menguasai cara menggunakan teknik menggunakan sihir api. Lalu Movie menjelaskan teknik gabungan antara Api dan Listrik. Kalau dulunya aku hanay bisa menggabungkannya dengan senjata saja. Tetapi elemen ini bisa digabungkan. Dengan kedua elemen Api dan Listrik ini bisa menciptakan serangan sihir yang bernama Firebolt. Yaitu serangan Bola api listrik. Movie mengajarkan kami menggunakan serangan sihir tersebut. Dan kami bisa melakukannya.
Setelah latihan, Movie memberikan kami istirahat yang cukup dan memebrikan makanan dan minuman untuk kami. Dia juga memberikan kami beberapa Ether agar bisa mengeluarkan sihir dalam beberapa kali kaarena sihir tersebut menguras kemampuan utnuk mengeluarkan sihir. Aku, Abdul dan Movie berbincang di rumah Movie. Setelah perbincagan itu barulah aku melanjutkan perjalanan kami melewati jalanh yang baru kami lewatin lagi menuju gunung Restaire. Keluar ari hutan, menanjak gunung dan menuruni gunung walau sering di hadapi oleh monster. Saat berada di bukit gunung restaired, Abdul melihat matahari yang terbenam, dan dia mencoba untuk membuat sihir Fireball. Dan ternyata dia bisa melakukannya. Pada saat aa musuh yang lewat Abul menyerang dengan sihir bola apinya. Dan dia bisa melakukannya dibandingkan mengeluarkan api biasa.
Keluar dari gunung Restaired waktu sudah mulai menjelang sore. Aku dan Abdul harus mencari kota atau desa agar bisa menginap. Tidak jauh dari Gunung Restaired dan Goa Restaired terdapat desa yang disebut dengan desa Restaired. Desa Restaired ini terletak di utara antara Goa Restaired dan Gunung Restaired. Desa ini juga berdekatan sekali dengan pantai dan terdapat pelabuhan. Saat kami berada ditempat itu, kami langsung ke hotel, menyewa kamar dan beristirahat di hotel di desa Restaired ini.
Keesokan harinya, aku dan Abdul ingin menjelajah tempat itu. Keluar dari hhotel dan menjelajah di esa tersebut. Desa ini memang agak mirip dengan Desa Grass Village. Hanya desa tersebut agak luas dan ada penambahannya yaitu pelabuhan. Aktivitas orang-orang di pedesaan juga sama dengan di desa Grass Village, adapun anak kecil yang sering bermain di lapangan taman Desa Restaired. Kami menemukan toko-toko yang sama persis seperti desa Grass Village cuman dibuat variasi dari desa itu. Perbicangan mereka saat aku berbincang dengannya juga hampir sama serupa dengan desa Grass Village hanya saja mereka melakukan dengan hal yang berbeda dari desa Grass Village walau ada yang sama. Adapun orang yang memberikan akmi tips selama kami dalam perjalanan. Selama kami mengelilingi desa tersebut. Kami menemukan sedikit uang dan obat-obatan yang tersembunyi di semak-semak kota itu, begitu juga di pot bunga milik orang. Lalu, kami pergi ke tempat pelabuhan Desa Restaired.
Di tempat pelabuhan itu, kami melihat banyak sekali orang yang berkumpul di pelabuhan itu. Aku dan Abdul penasaran dengan mereka bahwa mengapa mereka berkumpul begitu bannyaknya ? Apakah mereka sedang membukapelabuhan atau apa. Kemudian aku dan Abdul ikut-ikutan melihat dan mendegar mereka di pelabuhan. Ternyata mereka berkumpul karena dibukanya kapal dengan tujuan yang terbaru. Yaitu menuju ke Mushroom Kingdom. Dalam Hal ini berarti hubungan anjtara Desa Restaired dengan Mushroom Kingdom akan terjalin dengan baik. Namun saat aku berada di dunia ini, aku belum mengenal tempat yang bernama Mushroom Kingdom. Jadinya, saya penasaran dengan tempat seperti itu. Aku dan Abdul berkeliling di tempat itu dan menanyai orang-orang tentang dibukanya tujuan baru menuju Mushroom Kingdom. Setelah kami tanyakan kesemua orang, orang tersebut tidak sabran untuk pergi ke arah sana, dan juga ingin bekerja sama dengan Mushroom Kingdom. Tapi ada beberapa yang mengatakan bahwa perjalanan ke Mushroom Kingdom harus memerlukan biaya 10.000 rupiah. Untungya selama perjalanan kami menemukan cukup banyak uang dan sekaligus melawan monster dan menghasilkan uang dari monster itu. Akhirnya dengan biaya yang cukup dan persiapan yang cukup memadai, aku dan Abdul bersiap untuk pergi ke Mushroom Kingom menggunakan kapal tersebut yang mempunyai tujuan yang baru. Kemudian, kami membayar itu kepada orang yang aa didekat kapal itu dan kamilah beraa di kapal tersebut dan bersipa untuk berangkat.
Berlanjut ke Adventure of Deja Vu Part 2
Label:
Adventure,
Adventure of Deja Vu,
Cerita
Rabu, 28 April 2010
Karakteristik dan Sifat
SIFAT-SIFAT YANG SANGAT MENONJOL
-Mudah tersinggung / emosi, peka perasaannya
-Pandai bicara, omongannya sukar untuk dikalahkan
SIFAT-SIFAT YANG MENONJOL
-Disukai / disenangi kawan (banyak orang menyukai / mengasihi), serta banyak teman dan sahabatnya
-Berbudi luhur, luas budinya
-Suka kebersihan, suka keindahan
-Suka menolong / membantu, mudah dimintai bantuan, ringan tangan
-Terbuka, terus terang
-Tekun, rajin, giat, banyak bekerja (tidak suka berdiam diri / menganggur / berpangku tangan), seorang pekerja keras
-Tabah, tahan uji, betah menderita
-Baik hati, mulia, kesucian
-Jika disakiti maka tidak akan mudah melupakannya / tidak mudah memberi maaf / pendendam
-Pemalu
-Bukan tipe pendiam (banyak tingkah), cerewet & banyak bicara. Walaupun kadang-kadang mempunyai sifat pendiam, tak banyak bicara, tak banyak tingkah
-Disayang / disenangi atasan / pembesar
-Dapat dipercaya
-Berwibawa / punya kepribadian yang berpengaruh, banyak orang yang segan / hormat
-Bijaksana
-Jujur
-Pandai bergaul
-Pengasih
-Ikhlas / suka rela / tulus hati, jika menolong tidak suka mengharapkan imbalan
-Seorang yang pintar
SIFAT-SIFAT UMUM (KURANG BEGITU MENONJOL)
-Dermawan, tidak pelit, suka memberi / beramal, pemurah. Walaupun kadang-kadang mempunyai sifat pelit, tidak suka memberi
-Suka menarik perhatian, suka menonjolkan diri, suka mencari muka
-Avonturisme
-Periang, ceria
-Tak mau kalah & dikalahkan, ingin menangnya sendiri, selalu ingin dikasih lebih. Walaupun kadang-kadang mempunyai sifat berjiwa besar, mau mengalah
-Tidak suka dihalangi / dirintangi
-Suka / sayang terhadap harta benda, suka kemewahan, keinginannya serba tinggi / serba ada / serba wah, ingin punya segalanya, materialistis, seleranya tinggi
-Kurang sabar. Walaupun kadang-kadang mempunyai sifat sabar
-Gengsi, mementingkan harga diri
-Tidak suka dicela / dikritik
-Suka mendongkol, hatinya kaku, kalau tersinggung tidak mau tahu
-Pandai menyimpan rahasia
-Tidak suka dipuji / disanjung, tidak mengharap pujian
-Cinta kedamaian, tidak suka permusuhan, menyukai kerukunan dan menginginkan hidup tenteram
-Ramah, sopan
-Dapat menepati janji
-Suka / pandai berdandan / bersolek
-Suka bersahabat / berteman
-Hidupnya tergantung pada orang lain
-Pemarah, mudah naik darah
-Misterius
-Cepat menguasai bahasa asing
-Mempunyai kekuatan batin / spiritual
-Kata-katanya tajam, bicaranya sering menusuk hati, suka bicara kotor
-Dapat (memiliki kemampuan) memecahkan permasalahan / problem, pandai dalam membuat keputusan
-Pemberani / tak gentar menghadapi tantangan / bukan seorang penakut, nyalinya besar
-Pandai membawa diri / menyelaraskan diri / menyesuaikan diri / tahu diri
-Keras budi
-Teguh pendirian / mantap dalam berpendirian, keras pendirian, berkepribadian kuat / berprinsip, tujuan hidup tetap, tidak mudah beralih haluan / tidak plin-plan
-Mudah puas, suka menerima apa adanya
-Dapat memerintah orang tua
-Pemboros / peroyal / tidak pandai mengatur keuangan
-Sifatnya kalau baik maka baik sekali dan kalau buruk maka buruk sekali
-Besar keinginannya / kemauannya
-Kurang simpatik
-Pandai mencari sandang pangan
-Setia / punya loyalitas
-Gegabah / sembrono / ceroboh / kurang perhitungan
ASMARA
-Memiliki daya tarik / pesona yang memikat lawan jenisnya
-Seorang pencemburu
-Menyukai keindahan, meliputi kecantikan, ketampanan, penampilan maupun perilaku / perangai
-Berbahagia dengan perkawinannya
-Menyukai kawin
-Bertanggung jawab pada keluarga, selalu memikirkan dan mencintai keluarganya
-Setia pada perkawinan dan mencintai pasangannya
REJEKI
-Rejekinya cukup baik
-Mudah tersinggung / emosi, peka perasaannya
-Pandai bicara, omongannya sukar untuk dikalahkan
SIFAT-SIFAT YANG MENONJOL
-Disukai / disenangi kawan (banyak orang menyukai / mengasihi), serta banyak teman dan sahabatnya
-Berbudi luhur, luas budinya
-Suka kebersihan, suka keindahan
-Suka menolong / membantu, mudah dimintai bantuan, ringan tangan
-Terbuka, terus terang
-Tekun, rajin, giat, banyak bekerja (tidak suka berdiam diri / menganggur / berpangku tangan), seorang pekerja keras
-Tabah, tahan uji, betah menderita
-Baik hati, mulia, kesucian
-Jika disakiti maka tidak akan mudah melupakannya / tidak mudah memberi maaf / pendendam
-Pemalu
-Bukan tipe pendiam (banyak tingkah), cerewet & banyak bicara. Walaupun kadang-kadang mempunyai sifat pendiam, tak banyak bicara, tak banyak tingkah
-Disayang / disenangi atasan / pembesar
-Dapat dipercaya
-Berwibawa / punya kepribadian yang berpengaruh, banyak orang yang segan / hormat
-Bijaksana
-Jujur
-Pandai bergaul
-Pengasih
-Ikhlas / suka rela / tulus hati, jika menolong tidak suka mengharapkan imbalan
-Seorang yang pintar
SIFAT-SIFAT UMUM (KURANG BEGITU MENONJOL)
-Dermawan, tidak pelit, suka memberi / beramal, pemurah. Walaupun kadang-kadang mempunyai sifat pelit, tidak suka memberi
-Suka menarik perhatian, suka menonjolkan diri, suka mencari muka
-Avonturisme
-Periang, ceria
-Tak mau kalah & dikalahkan, ingin menangnya sendiri, selalu ingin dikasih lebih. Walaupun kadang-kadang mempunyai sifat berjiwa besar, mau mengalah
-Tidak suka dihalangi / dirintangi
-Suka / sayang terhadap harta benda, suka kemewahan, keinginannya serba tinggi / serba ada / serba wah, ingin punya segalanya, materialistis, seleranya tinggi
-Kurang sabar. Walaupun kadang-kadang mempunyai sifat sabar
-Gengsi, mementingkan harga diri
-Tidak suka dicela / dikritik
-Suka mendongkol, hatinya kaku, kalau tersinggung tidak mau tahu
-Pandai menyimpan rahasia
-Tidak suka dipuji / disanjung, tidak mengharap pujian
-Cinta kedamaian, tidak suka permusuhan, menyukai kerukunan dan menginginkan hidup tenteram
-Ramah, sopan
-Dapat menepati janji
-Suka / pandai berdandan / bersolek
-Suka bersahabat / berteman
-Hidupnya tergantung pada orang lain
-Pemarah, mudah naik darah
-Misterius
-Cepat menguasai bahasa asing
-Mempunyai kekuatan batin / spiritual
-Kata-katanya tajam, bicaranya sering menusuk hati, suka bicara kotor
-Dapat (memiliki kemampuan) memecahkan permasalahan / problem, pandai dalam membuat keputusan
-Pemberani / tak gentar menghadapi tantangan / bukan seorang penakut, nyalinya besar
-Pandai membawa diri / menyelaraskan diri / menyesuaikan diri / tahu diri
-Keras budi
-Teguh pendirian / mantap dalam berpendirian, keras pendirian, berkepribadian kuat / berprinsip, tujuan hidup tetap, tidak mudah beralih haluan / tidak plin-plan
-Mudah puas, suka menerima apa adanya
-Dapat memerintah orang tua
-Pemboros / peroyal / tidak pandai mengatur keuangan
-Sifatnya kalau baik maka baik sekali dan kalau buruk maka buruk sekali
-Besar keinginannya / kemauannya
-Kurang simpatik
-Pandai mencari sandang pangan
-Setia / punya loyalitas
-Gegabah / sembrono / ceroboh / kurang perhitungan
ASMARA
-Memiliki daya tarik / pesona yang memikat lawan jenisnya
-Seorang pencemburu
-Menyukai keindahan, meliputi kecantikan, ketampanan, penampilan maupun perilaku / perangai
-Berbahagia dengan perkawinannya
-Menyukai kawin
-Bertanggung jawab pada keluarga, selalu memikirkan dan mencintai keluarganya
-Setia pada perkawinan dan mencintai pasangannya
REJEKI
-Rejekinya cukup baik
Langganan:
Postingan (Atom)