Minggu, 12 Desember 2010

Serba Ngasal

Pada ujian tanggal 11 desember 2010, aku mengalami sebuah bencana pada ujian hari ini. Yaitu aku mengerjakan secara asalan karena aku tidak tau jawabannya sehingga penalaranku kebanyak ku pakai. Tapi juag penalaranku tidak berjalan dengan aktif sehingga aku menjawab seadanya jawaban aku sendiri. Mau bagaimanapun juga aku biar kan saja nilaiku jelek walau aku masih bisa tertolong dengan nilai harianku.

Kimia
Difficulty : 8/10

Dalam ujian kali ini, banyak sekali soal yang membuatku bingung untuk dijawab karena banyak sekali persamaan jawaban yang membuatku sulit memilih untuk di jawab. Selain itu, adapun soal essay yang tidak bisa kujawab secara sempurna. Yang ada aku jawab sesuai dengan penalaranku dan jawaban yang aku miliki. Yang lebih parah lagi, hampir semua jawabanku sangat berbeda jauh dari temanku yang lain. Kemungkinan aku bisa mendapatkan angka keramat untuk sola seperti ini. Yeah… banyak sekali soal hitungan yang cukup malas bagiku untuk menghitungnya kembali karena cara penyelesaiannya cukup panjang untuk kimia yang satu ini. Memang khusus untuk soal-soal menjelang kiamat/ Aku pasrah saja.

PLH
Difficulty : 9/10

Dalam ujian yang satu ini tingkat kesulitan yang satu ini sama saja dengan kimia namun kebanyakan banyak yang tidak keluar dari LKS sehingga memungkinkan untuk menggunakan penalaran umum. Rata-rata yang banyak keluar ialah mengenai lingkungan hidup dan budaya di jawabarat, sisanya mengenai lingkungan dan budaya daerah lain termasuk luar negeri. Namun, aku tidak terlalu mengenal jauh mengernai kebudayaan dan lingkungan di jawabarat sehingga menurutku soal seperti ini hanya bisa ku jawab seadanya diriku dan pasrah saja. Yah… seperti sama kimia. Jawabanku berbeda jauh dengan lainnya. Ya… aku hanya bisa pasrah juga dengan nilai yang satu ini. Di remedpun juga tak apa.

Behind the Scene

Setelah ujian ini selesai, ujian ini sebenanrya belum berakhir sehingga masih ada ujian yang terakhir yaitu ujian tersulit dan terakhir yang pernah ada. Pas banget dengan perang terakhir yang sulit nanti.

Setelah ujian, semua kelas berkumpul di lapangan untuk mendapatkan informasi mengenai tour ke bandung dan persiapannya apa saja yang akan di bawa buat kebandung. Akhirnya, setelah informasi itu diberikan. Mereka kembali ke habitatnya masing-masing alias alam mereka sendiri.

Kendala di Luar Dugaan

Dalam ujian kali ini yaitu pada tanggal 10 desember 2010. Yang dilankasanakan pada hari jumat, aku mengalami kebingungan pada waktu pelaksanaan. Karena sehubungan hari itu ialah hari jumat lalu kaum lelaki harus melaksanakan sholat jumat, aku mengalami kebingungan dalam pelaksanaan ujian itu. Masa ujian dilaksanakan saat kau lelakinya melaksanakan sholat jumat ? Haruskah kaum lelakinya ini ketinggalan waktu ujian 30 menit karena hal itu ? Namun pada saat aku melaksanakan sholat jumat bersama ayahku di masjid dekat sekolah (karena aku diantarkan namun telat untuk berangkat sebelum sholat jumat di mulai), ternyata setelah sholat jumat waktu ujian belum di mulai sama sekali dan dimulai saat pukul 13.00. Akhirnya aku punya waktu untuk membaca buku sedikit demi sedikit untuk persiapan ujian.

Bahasa Inggris
Difficulty : 8/10

Untuk bahasa inggris kali ini, tingkat kesulitan dalam pelajaran ini cukup memprihatinkan para murid di kelasku karena rata-rata yang keluar dari soal tersebut ialah setara dengan pelajaran bahasa Indonesia yaitu kebanyakan soal tentang cerita-cerita. Dari dongeng, kehidupan orang, fakta, dan lain-lainnya dalam bentuk paragraph. Walau di soal tidak ada mengarang namun soal essay terlalu banyak mengarang sehingga pelajaran bahasa inggris kali ini terlalu banyak cerita dan mengarang cerita. Mungkin bagi yang vocabularynya masih kurang kemungkinan akan kesulitan untuk mengerjakan soal yang satu ini dan bisa dibilang langsung menyerah dan untungnya aku mungkin bisa dengan pelajaran yang satu ini walau ada kosa kata yang tidak aku mengerti terutama pada soal cerita yang berbentuk mencari persamaan kata dan lawan kata.

Dalam pengerjaan soal kali ini, aku tidak mengalami kendala kecuali teman depan belakang dan samping yang ingin mencontek ke saya namun aku tidak peduli dengan mereka. Karena aku tidak mau mengulangi kejadianku pada pelajaran bahasa Indonesiadan matematika pada hari kemarin. Ya… walau aku terhambat pada soal cerita yang membuat kepalaku diputar berkali-kali hingga membuatku frustasi, aku terpakasa untuk mengerjakan sesuai denagn kemampuanku dan jawabanku. Akhirnya aku menjawab seadanya. Kemudian pada Essaynya, lembaran jawabanku tidak muat saat aku ingin menulis report teksnya dan untungnya, aku masih punya halaman mengarang jadinya aku menulis report teks di halaman itu. Sepertinya…… aku melupakan sesuatu. Aku melupakan menuliskan nama dan kelas di bagian kertas mengarang. Sepertinya aku percuma saja aku menulis mengarang report teks kalau di halaman itu aku lupa menuliskan bagian itu.

Pendidikan Agama
Difficulty : 4/10

Kemudian setelah bahasa inggris, dilanjutkan ujian agama tanpa jeda istirahat sekalipun gara-gara bahasa inggris banyak sekali yang telat mengisinya dan akhirnya langsung mengerjakan ujian agama kali ini. Untuk kali ini, ujian bagiku cukup mudah karena aku sudah belajar seharian tanpa belajar bahasa inggris terlebih dahulu. Namun aku tidak pasti dengan jawaban yang ku pilih dan yang ku tulis di jawaban. Walau kelihatannya mudah bagiku namun dalam evaluasi nanti mungkin aku mendapatkan nilai yang tidak memuaskan karena terburu-buru. Sehingga essay rata-rata aku menjawab dengan nalar.

Dalam pengerjaan soal seperti ini seperti biasa, aku tidak mengalami kendala satupun, termasuk anak IPS yang selalu bertanya kepadaku, karena dia berbeda agama, akhirnya aku lancar dan sukses untuk mengerjakan soal kali ini. Adapun juga yang jadi masalah dalam soal-soal agam kali ini, aku melihat soal agama itu tercantum untuk kelas pagi, dan setelah nomor 13, kertas yang di gunakan berbeda lagi yaitu kertas ujian tahun lalu dan kertas essay yang gunakan lagi ialah kertas HVS. Memang makin aneh dan lebih aneh dari pada kertas ujian PKn kemarin. Apa memang yang membuat soal malas ataukah miskin akan kertas ?

Behind the Scene


Setelah ujian agama selesai, kelas aku yaitu kelas IPA langsung pulang sementara kelas IPS tidak pulang karena mereka harus mengerjakan ujian geografi. Aku dan temanku yang berinisial RH pulang bersama namun dia sempat bermain dulu dengan teman CS-annya . Setelah itu barulah aku pulang dengan dia sambil membeli gorangan. Aku dan dia berjalan sambil curhat mengenai pelajaran yang kami pelajari. Lalu kami berlomba-lomba untuk mengambil daun pepohonan di jarak yang tinggi. Dia berhasil mendapatkannya dan aku tidak bisa karena aku tidak bisa melompat tinggi. Akhirnya kami istirahat sebentar karena kaki kami lelah. Lalu, dari jarak yang jauh, aku melihat KR dan temannya sedang pulang bareng. Saat dia mendekati ke arah temanku dan aku, aku menyapa dirinya, dan dia membalas sapaanku dengan senyum manisnya, aku bertanya kepada dirinya bahwa apakah dia mau pulang. Lalu dia menjawab dengan senyumannya, bahwa dia ingin pulang kerumahnya lalu dia balik bertanya kepadaku bahwa kenapa aku tidak pulang. Aku menjawab bahwa aku sedang menemani temanku itu. Akhirnya dia mengucapkan salam perpisahannya dengan senyum manisnya dan melambaikan tangan kepadaku. Aku merasa tersanjung dengan dirinya. Kemudian aku dan temanku mulai berjalan lagi ketika dia menjauh dan sudah menaiki angkot.Lalu aku ingin sekali mengejarnya dan untungnya aku berhasil naik angkot bareng dengan KR dan temannya. Di dalam angkot, aku dan temanku ingin membagikan gorengan kepada KR dan temannya namun hanya temannya saja yang mau. Aku dan temanku sambil mengobrol tentang aktivitas kehidupan sehari-hari. Saat di akhir jalan, aku mengobrol tentang tour ke bandung lalu aku bertanya kepadanya bahwa apakah dia ikut tour. Lalu dia menjawab sambil senyum dan menganggukkan kepala “Insya Allah, gua ikut.”. Akhirnya, aku bersyukur dia bisa ikut, kemudian aku turun dan aku dan temanku naik angkot menuju rumahku sambil bareng dengan KR.

Temanku duduk di depan di samping supir angkot sementara aku duduk di belakang dan KR duduk di seberangku. Angkot itu berangkat dan menuju perjalanan pulang kami. Aku berada di seberang dia tempat duduknya, aku mentap dirinya selama angkot ini berjalan. Melihat dirinya seperti waktu aku kelas 1, aku ingin sekali mendapatkannya namun tidak mungkin karena dia mendapatkan yang lebih baik dariku dan lebih baik menurutnya. Dia adalah perempuan yang cantik rupawan dan masih perawan, kalau buka kerudung dan pakai kerudung juga sama-sama cantik dan juga tingginya sama dengan aku. Selain itu juga, dia memang pintar dalam bidang-bidang hal. Kalau dia menyanyi, suaranya merdu bagaikan burung berkicau. Melihat bentuk keindahan tubuhnya yang langsing, tinggi, rambutnya yang panjang dan…… yeah…… ingin sekali aku mendapatkannya. Dia juga baik hati, suci dan lainnya. Namun sepertinya tidak karena ada yang tidak cocok. Ya terutama karena rasa maluku yang begitu tinggi kepada, akupun juga bingung ingin ngomong apaan kepadanya. Karena begitu indah, dan sifat burukku juga suka keluar, akhirnya aku bingung ingin ngomong yang baik kepadanya. Ya yang ku harapkan dia adalah bidadariku di surga nanti. Dia memang mempunyai kekuatan yang cukup besar bagiku nantinya. Kalau aku bisa mendapatkannya, aku hanya bisa bersyukur kepada Allah karena dialah yang mengatur segalanya.

Kemudian, tibalah aku di tempat aku pulang, aku turun dari angkot sambil mengucapkan salam perpisahan kepada temanku dan dia, dia senyum kepadaku dan melambaikan tangannya kepadaku. Semoga dia mendapatkan jodoh yang lebih baik di dalam kehidupannya.

Serba Telat

Ulangan pada tanggal 9 desember 2010 merupakan hari ulangan yang mebuatku setengah frustasi dari sebelumnya, kalau kemarin serba pasrah, hari ini aku melaksanakan ulangan serba telat. Mengapa ? Awalnya aku datang ke sekolah karena telat karena aku tidak diantarkan. Jadinya aku datang pas kelas sedang berdoa. Ini adalah kejadianku selama ulangan :

Matematika
Difficulty : 7/10

Dalam pelajaran matematika kali ini, tingkat kesulitan dalam soal ujian kali ini cukup sulit dari tahun sebelumnya. Mengapa ? Karena, kebanyakan dari soal ini ailah menggunakan cara-cara penalaran dan perhitungan yang matang. Belum lagi dengan menggunakan penalaran ketika pasrah mencari sebuah hitungan.

Adapun kendala yang terjadi yaitu diantaranya, pada bagian statistika aku malas sekali menghitung soal-soal tersebut karena yang keluar kebanyakan ialah data kelompok. Selain itu juga jumlah frekuensi yang banyak dapat menyebabkan aku malas untuk menghitung gara-gara tidak boleh menggunakan kalkulator. Pada bagian peluang, aku mengalami kendala pada bagian kombinasi dan permutasi dalam bentuk aljarbar, aku tidak bisa menyederhanakan bentuk aljabar yang diberikan. Lalu kebanyakan dari soal itu aku menalar dengan pengetahuan logikaku yang ada karena mudah untuk di jawab. Kemudian mengenai trigonometri, aku lupa mengenai rumus-rumus identitas trigonometri sehingga aku mempunyai cara lain yaitu mencontek menggunakan cara lain melewati papan kayu yang ku bawa. Dan yang terakhir ialah persamaan lingkaran. Aku lupa cara menyelesaikan soal-soal yang diberiakn sehingga aku hanya bisa pasrah dan menjawab seadanya.

PKn
Difficulty : 5/10

Dalam ujian kali ini, pada mulanya aku berpikir pasti kesulitan soal-soal yang keluar adalah sama seperti tahun lalu. Kalau ujian tahun lalu aku mendapatkan nilai jelek, bagaimana untuk tahun ini ??? Namun betapa beruntungnya, tingkat kesulitan mengerjakan PKn kali ini tidak terlalu sulit kecuali pada essaynya aku bingung ingin menjawab apa.

Kendala-kendala yang terjadi pada saat aku mengerjakan soal yang satu ini adalah ada soal yang membuat kepalaku sedikit berputar karena ada soal yang membuatku bingung ingin menjawab karena ada yang sama dengan pilihannya itu. Adapun hal anehnya ialah pada kerta ujian yang di berikan, essaynya terpisah dengan pilihan ganda. Cukup konyol bagiku yang membuat soal kali ini. Sepoertinya yang membuat soal kali ini mengunakan Microsoft Word 2007 karena bentuk tulisannya ialah Calibri.

Bahasa Indonesia
Difficulty : 7/10

Dalam pelajaran kali ini, banyak sekali soal-soal bacaan dan mengarang yang membuat waktu akan terkuras habis jika kita tidak memberikan jawaban kepada orang. Namun, bagiku, waktu aku disia-siakan oleh anak IPS karena kebandelan mereka meminta contekan terutama bagian essay yang terlalu banyak mengarangnya. Yang membuatku banyak kendala yaitu diantaranya membuat surat niaga dan proposal karena di bagian proposal merupakan bagian dari mengarang. Sehingga pada bagian proposal ini aku sedikit telat dalam menulisnya karena kebanyakan dan waktu yang sudah habis. Sehingga pada bagian anggaran dana, kepanitiaan, penutup aku menambahkan lampirannya saja. Tapi tak mungkin aku bisa dapat nilai bagus jika di beberapa bagian di PG dan essay ada yang ku tidak tau sehingga aku mengasal untuk menjawabnya.

Serba Pasrah

Pada ujian kedua kali ini, aku mengalami pengerjaan soal yang cukup pasrah bagiku untuk aku kerjakan. Mengapa ? Karena semua materi kali ini banyak yang keluar dari dugaanku belajar. Sehingga kebanyakan dari soal tersebut, aku hanya bisa pasrah untuk menjawabnya saja. Ini adalah ulangan yang ku alami pada tanggal 8 desember 2010 :

Fisika
Difficulty : 8/10

Dalam pelajaran kali ini, IPA dan IPS berbeda ulangan, kalau IPA saat ini adalah Fisika sementara di IPS materinya tentang Ekonomi. Jadinya bagiku tidak ada kendala orang yang menggangguku. Namun kendala terbesar bagiku ialah cara menyelesaikan soal-soal yang ada di situ. Selain itu juga, banyak sekali yang tidak diisi karena waktu habis namun untungya aku bisa menyelesaikan soal-soal itu dengan lancar walau aku pasrah denagn hasilnya nanti.

Sejarah
Difficulty 7/10

Dalam pelajaran kali inipun juga sama seperti fisika namun penyelesainya bisa dilakukan dengan cepat. Akupun yang bodoh akan pelajaran ini aku hanya bisa ngasal dan mengisi seadanya saja tanpa fakta sejarah yang benar. Sehingga aku mengisi sesuai dengan opini sejarahnya saja. Tak ada kendala walau hanya aku saja yang tidak tau harus bagaimana dengan pelajran satu ini, namun ada hal yang aneh dengan kertas soal ujian kali ini Banyak gambar yang tak ada tampilannya karena bekas fotocopyan. Akhirnya ada beberapa nomor yang di bonuskan namun lebih nyamanan anak IPS karena di soal ujian mereka banyak seklai soal bergambar namun tidak ada tampilannya. Ya…. Mungkin aku juga bisa dibilang hanya bisa berdoa agar bisa mendapatkan nilai yang bagus untuk yang ini.

Terlalu Banyak Bicara

Didalam ujian umum semester 3 ini, aku mengalami kendala pertama yang cukup di rasakan hingga membawa dampak hingga semesteran ini berakhir. Bahwa aku melaksanakan semesteran dengan anak-anak kelas IPS. Mungkin baru pertama kalinya aku ujian bersama dengan anak IPS namun yang sangat di sayangkan ialah tingkah laku mereka yang berlebihan saat ujian umum kali ini.

Berikut ini adalah kejadian ujian umum semester 3 di hari senin, tanggal 6 Desember 2010 :

Penjaskes
Difficulty : 5/10

Pelajaran Penjaskes ini kalau di sekolahku memang jarang sekali dijelaskan teorinya dibandingkan prakteknya. Sehingga murid-murid harus siap apa adanya dari segala kondisi walau mereka harus menggunakan cara nalar agar bisa menjawab pertanyaan teori pada ujian kali ini.

Bagiku untungnya, aku sudah belajar seharian mengenai ujian kali ini dan beruntungnya lagi semua yang ku pelajari keluar semua walau ada beberapa materi yang tidak ada saat aku mempelajarinya. Tapi syukurlah, aku bisa mengerjakannya denagn mudah dan cepat walau ada beberapa kendala yang menghampiriku saat mengerjakan soal ini. Yaitu pertama, materi yang tidak ada saat aku belajar melewati LKS dan soal yang membuatku bingung untuk menjawab karena ada yang sama pada konsepnya, kedua yang menjadi tradisi dari tahun ke tahun, gangguan dari teman yang lainnya yang ingin minta jawaban dari ku, yang ketiga ialah saat adanya razia pakaian di ruanganku dan membuat waktu terbuang 5 menit. Teman yang menggangguku untungnya belum menyambar ke anak IPS. Tapi mungkin bisa nyamber suatu saat di pelajaran bidang yang sama.

Bahasa Jerman
Difficulty : 4/10

Pelajaran kedua adalah pelajaran bahasa jerman, dalam pelajaran kali ini, pemahaman dasar yang paling utama ialah kosakata, kemudian dilanjutkan dengan tata bahasanya dan sedikit teori mengenai kehidupan di Negara jerman sana. Dalam ujian kali ini, aku mengalami sedikit kendala dengan anak IPS karena mereka nyontek ke aku, namun di tambah dengan anak IPS yang lainnya. Selain itu, depankub dan belakangku juga ikut menyontek ke aku. Yah, mungkin kapan mereka bisa maju ya ?

Dalam pengerjaan soal kali ini, banyak sekali keluar mengenai Posesif Artikel walau emmang mudah dan rada ngawur untuk menjawabnya, selain itu juga kalimat dativ pun keluar walau cuma satu yang keluar. Nah, kendalaku yaitu di essay dalam kosakata dan tata bahasa, gara-gara anak IPS banyak nanya ke aku, akhirnya ilmu tata bahasa jermanku hilang dan kosa kataku ada yang hilang pula. Akhirnya konsentrasiku buyar karenanya. Aku mengisi seadanya sesuai dengan penalaranku dan kemampuanku. Tapi aku lancar dalam mengerjakan ujian ini karena mudah bagiku. Tapi lain kali aku tak mau dapat gangguan dari anak IPS lagi. Karena membuat waktuku dan konsentrasiku hilang.