Rabu, 13 Januari 2010

Neujahr sind langweilig

Während dieser Urlaub, so viele Dinge, die Spaß machen, aber es gibt Dinge, die mich langweilen. Dinge, die sich über sie lustig machen, am Ende des neuen Jahres. Während die mich müde in das neue Jahr macht.

Der Vorfall, der je am Ende des neuen Jahres dazwischen passiert ist. Erstens spiele ich mit meinen alten Freunden. Das, meine Freunde in der Schule in der Junior High School. Ich bin mit meinem Freund war gerade mit meinem Freund. Und ich und meine Freunde spielen zu Hause. Zweitens gehe ich allein in den Waldgebieten. Es sieht aus wie ein Verrückter, wenn die Straßen dort. Aber ich fand einige lustige Dinge für mich. Da kann ich auch ein Abenteuer für sie. Da es sich um die gleiche Sache, wenn ich im Wald verloren. Drittens traf ich mich mit Freunden, die ähnliche Hobbys und ähnliche Ähnlichkeit haben. Obwohl sie nicht Zwillinge, aber dieser Freund hilft mir.

Aber der Anfang des neuen Jahres Tag erlebte ich die Langeweile zu Hause, weil es ein paar Dinge dazwischen. Erstens habe ich gelernt, zu Hause. Zweitens bekomme ich deprimiert und frustriert. Drittens war ich auf das Phänomen der Deja Vu ausgesetzt sind (Phänomene, die die Ereignisse, die wir jemals erlebt hat, wird nicht wieder in unserer Zeit nun geschehen verursachen). Ich war so, weil das neue Jahr Feiertage verletzt mich vor Langeweile sterben.

Vielleicht, das ist mir zu sagen in dieser Zeit. Da habe ich von Wörtern aus laufen und will eine Geschichte mit Hilfe der englischen Sprache zu erstellen. Entschuldigen Sie die Grammatik ist zerstört.

Rabu, 06 Januari 2010

Deja Vu

Kehidupanku mulai tahun 2010 ini merupakan kehidupan yang baru bagiku, tetapi banyak sekali hal-hal yang belum saya lihat dalam masa itu. Saya menulis ini di awal tahun 2010 ini karena saya sudah mengungkapkan beberapa hal penafsiran saya dalam hidupku ini. Hidupku ini hampir setara dengan kehidupanku saat kecil dimana aku berjuang. Akan tetapi itu merupakan kesebalikkannya. Bahwa aku berjuang melewati dunia nyata bukan lagi berjuang lagi melewati masa mimpi saat saya kecil yaitu masa imajinasi avounturis. Saat ini saya memang banyak di jumpai hal yang berbau petualangan di sini. Jika di sana saya sering bertemu itu terus menerus didalam mimpi saya. Maka di sini saya bertemu itu terus menerus. Akankah mungkin ini dampak kejadian tersebut akan terlihat nyata dan jelas saat saya lulus SMA ini.

Saya merasa bahwa ada keganjalan yang cukup tidak enak untuk dilakukan. Yang dulunya saya bersantai dan hanya menikmati mimpi menjadi sang petualang. Tetapi mimpi tersebut menjadi kenyataan sampai terbawa kesini walau memang tidak ada monster yang menyerangku tetapi orang yang menyerangku. Disinilah saya hanya bisa menentukan untuk bisa mengubah masa depan saya. Banyak sekali ancaman yang mungkin akan timbul di dalam diri saya dan itu harus di selesai menggunakan senjata. Kalau di dunia nyata harus diselesaikan menggunakan tindakan.

Sebelumnya hal tersebut pernah terjadi dalam diri saya saat saya masuk ke bangku SMA ini, kau tahu ? Bahwa kehidupanku di SMP ini setara dengan saya jika saya mulai kerja nanti. Didalam dunia mimpi saya ini, kehidupan seperti itu sebenarnya tidak ada tetapi mungkin jika saya selesai berpetualangan dan menemukan apa yang saya inginkan seperti pada Good Ending Story di cerita game petualangan (bisa juga cerita petualangan). Saa bisa hidup bahagia, apalagi jika saya merupakan seorang pahlawan pada masa tersebut. Dalam masa SMP saya dulu, saya sering sekali mengalami ketenangan walau ada sedikit kesengsaraan. Seperti contoh, saya diajak teman saya untuk bermain, bertemu dengan teman yang seperhobi, sepermainan, dan seperbicaraan, kemudian mengajak teman untuk melakuakn sesuatu yang baik dan lain-lain. Mungkin saja masa SMP saya ini merupakan masa depan saya jika saya berhasil melewati masa petualangan ini.

Jika dilihat dari sebelumnya, kehidupan saya ini bisa dibilang kehidupan bersilang. Kenapa ? Karena kelihatannya kehidupan saya ini setara dengan kehidupan saya saat SD dan mungkin setelah saya mendapatkan kerjaan atau di kuliah kehidupan saya setara dengan kehidupan di bangku SMP. Saya tidak bisa menafsirkan kehidupan masa depan saya itu seperti apa dan saya berserah diri kepada Allah untuk mengatur semua ini. Akan tetapi saya juga sekarang sering melakuakn optimalisasi ibadah agar kehidupan saya di masa depan tidak hancur. Mungkin saja, kehidupan saya di SMA ini sangat bernasib sial dari yang sebelumnya. Sebagai yang kalian tahupada cerita saya mengenai dilema cinta, saya pada akhir cerita tersebut banyak teman saya yang mengejek dia dan akhirnya tertimbal balik dan akhirnya saya yang kena. Begitu malang nasibku ini karena saya waktu itu sulit sekali mengendalikan presisi yang ingin saya dapatkan. Sampai sekarang saja, ini kejadian masih terus berlanjut dan akhirnya mungkin saja saat saya di semester 2 nasib saya lebih buruk dan berbahaya.

Seandainya saja jika saya bisa mengendalikan pikiran dan omongan mungkin kejadian itu tak akan terjadi dan tak mungkin ada kejadian yang disebut dengan kejadian persilangan. Dan apapun yang saya inginkan berjalan sesuai dengan rencana. Yah... mungkin ada setan yang menghancurkan seperti ini dan inilah timbullah kejadian masa lalu yang kembali lagi ke masa sekarang. Dalam istilah psikologi atau fenomena, ini disebut dengan Deja Vu.

Saya disini mempunyai mempunyai sebuah angan-angan dalam masa SMA saya. Yaitu bahwa saya ingin menjadi orang yang bermanfaat dan berprestasi di sekolah saya itu. Dahulunya saat saya punya keinginan untuk sekolah di SMAN 1 Cibinong setelah lulus SMP tiba-tiba saja saya tidak bisa masuk akrena ada beberapa kemungkinan. Yang pertama, bahwa saya kurang nilai. Kedua, saya merasa kesulitan dalam tes tersebut karena lebih sulit yang dikiranya. Ketiga, kurangnya spiritual (Wajarkan kalau tentang itu). Akhirnya akibat saya tidak bisa masuk saya masih bisa masuk ke SMAN 3 Cibinong yang jaraknya dekat dengan SMPN 2 Cibinong. Tapi saya masih bisa bersyukur untuk sekolah di negeri dan bukan sekolah di swasta. Karena bisa saja keadaan saya lebih kritis dari yang saya alami ini. Selain itu angan-angan saya yang lain adalah bahwa saya ingin sekali menjadi orang yang populer dan terkenal disekolah itu. Seperti layaknya aku sekolah di SMP dulu walau hanya bisa dibilang 68 % populer (Ada kaitannya dengan metode Roy Suryo). Selain itu lagi, saya pun punya keinginan bahwa saya ingin sekali agar teman saya ingin membantu say dan menaruh simpatik ke saya jika saya mengalami kesulitan.

Dalam kejadian SMA kali ini, saya baru pertama kali saya jatuh cinta kepada seseorang (Kalau kamu lihat di cerita dilema cinta pasti kamu tau siapakah itu). Saaat itu saya punya punya orang yang menyukai saya dan mencintai saya. Akan tetapi karena sudah terbongakrnya hal tersebut bahwa saya mencintai seseorang maka lain dari yang lain. Timbullah musuh saling musuh dan akhirnya terimbal balik dan masuk ke diri saya ini sehingga kejadian fenomena dan penyakit psikis ini tiba di dalam diri saya ini. Kebangkitan yang kembali secara sempurna dan membuat balasan dendam ini semua. Saya memang saat itu saya tidak bisa menjaga presisi saya sendiri. Karena saat inilah saya mengalami depresi dan frustasi yang begitu hebat. Atau bisa dibilang bahwa saya lebih senstif dalam merasakan perasaan yang akan terjadi nantinya.

Kau tau ini saya punya sedikit cerita mengenani hal tersebut. Peperangan dan permusuhan terhadap persahabatan dan cinta mulai terjadi akibat peristiwa tersebut. Dari ada yang saling mengejek, membenci, hingga melaknatinya. Ini memang sepertinya salah saya sendiri akibat tidak bisa menjaga presisi saya tentang cinta. Tapi bisa dibilang adda lagi yang lain bahwa orang yang merusak persahabatan dan cinta tersebut merupakan orang yang tidak bisa menilai diri sendiri dan orang lain. Saya tau itu memang dari ramalan sikap. Dia selalu bertindak yang dapat membuat orang menjadi kesal. Dan pastinya saja alasan awalnya dan pertamanya tersebut itu meruapakan keslahan saya sendiri. Akhirnya pada selama ini, saya mempunyai peluang yang sangat kecil untuk mencintainya jika dia dalam keadaan lengah saja. Tetapi jika di biarkan terus. Saya tidak punya peluang untuk mencintainya kecuali dia lupa apa yang terjadi pada masalah di kelas tersebut. Akan tetapi halangan untuk mencintainya juga banyak sekali yang menghalangi saya. Seperti contoh bahwa saya dihalang oleh si perusak yang bisa menghipnotis saya. Belum lagi dengan pacarnya yang akhir-akhir ini membantunya agar menghipnotis yang saya incar agar menolak ungkapan cinta saya. Memang ini bisa dibilang agar mengecilkan peluang saya untuk mencintainya. DITAMBAH LAGI, perantara saya ini juga sering mengurusi pacarnya yang baru dan lelaki mata keranjang yang menyukainya sehingga dia malas lagi untuk membantu saya.

Nah bisa disimpulkan bahwa kejadian tersebut agar saya bisa memperoleh yang saya inginkan yaitu berjuang seperti layaknya seorang petualang. Tetapi ini bisa disetarakan dengan petualangan pertama saya dimana saya tidak mempunyai teman dan berjuang sendirian. Dalam kasus tersebut, di semester 2 ini sepertinya tidak ada orang yang bisa membantu saya kecuali orang yang ingin menaruh simpatik ke saya. Kemungkinan besar sayya harus berusaha sendiri untuk mendapatkan yang saya inginkan. Selain itu saya menambahakan opitmalisasi ibadah dan berserah diri kepada Allah yang bisa mengubah semua musibah yang terjadi. Bagaimana jika ini merupakan petualangan jika digambarkan di dalam petualangan imajinasiku. Begini ceritanya.... Teksnya diwarnai dengan warna merah.

Pada suatu hari saat saya sedang bersantai di kota Indestrial. Saya sedang melihat dan tiduran diatas atap gedung pabrik yang besar. Memandang kuningnya langit dan melihat awan yang berjalan. Baik itu pagi dan sore kondisinya seperti sore. Karena daerah Indestrial meruapakan daerah kota yang penuh dengan Industri. Pada saat itu, saat saya sedang saking santainya tiduran menatap awan, saya terbangun dan duduk di birai pabrik tersebut dan melihat kebawah. Melihat kebawah terpandang seperti banyak orang yang melakukan aktivitas tersebut. Tiba-tiba, ada seseorang yang menepuk bahuku dan ternyata dia adalah seorang perempuan. Dia memperkenalkan dirinya dan dia merupakan (Inisialnya) Exngal (Bagi yang ahli HTML bisa melihat nama aslinya dan itu nama asli di kehidupan saya sekarang) yaitu seorang ahli Mekanisme Efektasi Kuantum. Lalau dia ingin mengathui diriku bahwa sebenarnya aku ini merupakan seorang petualang. Tiba-tiba saja, dia menjadi suka kepada saya tapi saya mungkin tidak menerimanya karena saya kurang tau apakah dia berguna bagi petualangku nanti ? Apa dia bisa melakukan sihir berelemen mesin. Sebenarnya aku belum mengetahuinya dan belum mengetesnya. Saya dan dia mulai bercerita mengalami pengalaman hidupnya baik dari awal hingga persahabatan tentang cinta. Kelihatannya dia mulai menanyakan cinta ke saya. Apakah saya punya pacar atau belum ??? Kemudian saya jawab saja belum. Kemudian secara sergapnya langsung, dia mulai mengungkapkan rasa cintanya ke saya. Yah... saya terima saja. Sebenarnya sih saya tidak tertarik dengannya kecuali kalau dia punya kekuatan hebat saja.

Lalu, setelah selesai bercerita dengannya dan mungkin dia mulai senang karena cintanya saya terima. Saya langsung pergi ke persimpangan kota Indestrial untuk menginap di hotel karena waktu itu sudah muali menjelang malam. Keesokan harinya saya keluar dari hotel dan keluar dari kota Indestrial dan meuju ke menara Mechanical Quarantum untuk menjelajah meanra tersebut. Banyak sekali monster bertipe robot yagn aku temui disana, cukup tangguh terutama memang ada robot yang sukar sekali dikalahkan. Dana adapaun senjata ganasnya yang bisa mengeluarkan laser dan terkena tubuh hingga terluka dan kulit hingga terkelupas dan memberikan efek pusing. Memang saya berlatih disitu dan menjelajah tempat itu. Tersebut tersebut seperti tempat industrial atau mungkin pabrik yang sedang bekerja, namun keliahtannya Mechanical Quarantum ini sungguh sepi dan tidak ada seseorang sama sekali. Saya menjelajah tempat tersebut. Tempat pada dalamnya seperti pada game Megaman X6 pada level terakhir dimana si X melawan Sigma di tempat mechanical yang gelap. Belum juga saya melihat seperti kabel yang lepas dari sambungannya sehingga aliran listriknya keluar dan menegluarkan seperti hamparan petasan. Belum lagi ada beberapa potongan roda gigi yang berjalan, tabung cahaya, dan lainnya. Saya menjelajah sambil mencari benda yang bermanfaat di situ. Kemudian saya berjalan terus hingga saya berada di atap menara Mechanical Quarantum. Pemandangannya seperti atap di kota Indestrial cuman kelaiahtannya lebih luas. Saya sebentar utnuk menjelajah dan membasmi robot yang menghampiri saya. Saya melihat dan tengah menara seperti ada kumpulan mesin dan ditengah tersebut seperti lingkaeran yang di kelilingi oleh peluru laser. Sepertinya mungkin ini pusat yang akan mengalami terjadinya sesuatu di menara Mechanical Quarantum. Apa mungkin ini pusat untuk melindungi benda atau apa ? Kemudian tiba-tiba saja saya merasa ada orang yang mengintai-mengintai saya. Saya bersiap utnuk siap menyerang tetapi mugnkin itu hanya perasaanku saja. Kemudian saya keluar dari menara Mechaniccla Quarantum dan pergi ke kota Indestrial utnuk beristirahat di hotel.

Keesokan harinya, saya ingin sekali menjelajah lagi ke menara Mechanical Quarantum untuk menjelajah lebih lanjut agar aku paham mengenai tempat tersebut. Tiba-tiba sebelum saya keluar dari kota Indestrial. Ada si Exngal menghampiri saya dan menyakan kondisi saya. Kemudian saya jawab saja bahwa kondisi saya normal dan stabil. Lalu si Exngal mengajak saya untuk pergi ke rumahnya dan bermain di sana. Yah.. apa boleh buat, kemudian saya ikut saja dengannya. Di sana saya ditunjukankan kekuatan hebat dia dalam sihir berelemen mesin. Bahwa dia bisa mengeluarkan laser yang bisa mengubah kondisi musuh menjadi pembantunya dan juga bisa mengubah menjadi efek-efek yuang buruk di dalam diri musuh. Ternyata memang sungguh hebat. Tapi ya mugnkin aku masih belum nerimanya, sepertinya dikehidupan rumahnnya ini sering menghipnotis orang tuanya menggunakan sihri tersebut. Saya mungkin bisa saja terpengaruh olehnya dan mencintai tanpa hal yang di duga karena sihir tersebut. Oleh karena itu saya ingin mencoba untuk menjauhinya.. karena bisa berdampak negatif jika aku mengikutinya. Setelah saya main olehnya saya langsung pergi ke menara Mechanical Quarantum untuk menjelajah lagi (Untungya saya tidak mengajak dia). Sesampai di pintu masuk Mechanical Quarantum saya melihat pertempuran yang sungguh dasyat antara seseorang dengan robot besar yang pernah saya lawan sebelumnya. Ternyata memang sungguh tak disangka dengan menggunakan sihir Ultima robot tersebut langsung kalah dennagn cepat. Akhirnya setelah pertempuran tersebut selesai, orang tersebut menghampiri saya dan bertanya-tanya dan menjelaskan bahwa wilayah ini merupakan wilayah kekuasaannya. Dia adalah (Insialnya) Ixad . Dia merupakan seorang penguasa menara Mechanical Quarantum itu karena semuanya dialah yang memegangnya. Akan tetapi dia menjelaskan bahwa sebenarnya tempat itu cukup berbahaya, karena robot ditempat itu sungguh tidak terkendali. Katanya sih entah siapa yang mengendalikan. Tapi dia bisa mengendalikan mesin di Mechanical Quarantum itu. Kemudian setelah penganalan dari dia dan saya. Saya menanyakan ke Ixad mengenai sesuatu yang ada ditengah diatas menara Mechanical Quarantum dan itu merupaakn Barrier yang menguci sesuatu dan ditambhakan dengan tambahan serangan dan efek. Jadi kalau ada robot yang mengamuk dan sulit di kontrol akhirnya cara pemusnahan satu-satunya disitu. Kemudian setelah itu saya balik lagi ke kota Indestrial dan beristirahat di hotel.

Keesokan harinya lagi, saya mulai berkeliling ke kota Indestrial untuk sejenak sebentar. Dan beristirahat ditempat diaman saya pertama kali saya ceritakan di petualangan ini. Sayang duduk di birai gedung pabrik dan mellihat kebawah orang yang sedang melakukan aktivitasnya. Akan tetapi saat melihat kebawah, saya melihat seorang perempuan yang begitu cantik yang indah dan rupawan. Tiba-tiba saya menjadi jatuh cinta kepadanya dan entah tidak sengaja karena melihat kebawah tiba-tiab saya jatuh dari birai dan untungnya mendarat di atap toko yang lumayan empuk untuk mendarat dan itupun aku tidak terluka. Kemudian dengan segeranya saya langsung mengejarnya dan langsung meneriakan kata “hei”. Akhirnya perempuan tersebut manatap saya dan saya langsung berkenalan dengannya. Ternyata dia merupakan (Insialnya) Kirakitxa, yaitu orang yang bisa mengeluarkan sihir berelemen elemen (Tau kan elemen elemen itu apa ? Yaitu elemen yang memiliki unsur campuran dari semua elemen yang ada). Ternyata dalam bertarungpun dia cukup hebat saat saya bertarung dengan monster dan saya sendiri dan akhirnya saya benar-benar jatuh cinta kepadanya. Kemudian keesokkan harinya, tiba saya untuk keluar dari hotel tiba-tiba datanglah si Kirakitxa untuk bermain di rumahnya. Karena saya jatuh cinta kepadanya, akhrinya saya mampir kerumahnya dan bermain dengannya. Sayngya kedua orang tuanya sudah meninggal akibat perbuatan jahatnya si Exngal yang telah menghipnotis keluarganya ke Mechanical Quarantum dan di bunuh oleh robot yang tak terkendali. Dan mungkin juga bisa saya simpulkan bahwa dia adalah orang yang menyalahgunakan efek sihir dan membuat itu untuk kepentingan kejahatan. Akhirnya setelah mendengar keajdian tersebut saya ingin menolaknya jika saya bertemu denangannya. Setelah bermain dengan Kirakitxa, saya bersantai di atap pabrik yang biasa saya gunakan untuk mengistirahatkan sejeank. Saat saya sedang mengistirahatkan pikiran saya sejenak, tiba tiba datanglah Exngal di depan padanganku. Dan merasa kesal apa yang aku perbuat sebelumnya. Aku bertanya kenapa dia merasa kesal ke saya. Dan ternyata dia kesal karena saya tidak peduli dengannya dan peduli terhadap yang saya miliki yang baru yaitu pacar baru. Dan juga dia sudah capek-capek mengintai saya dari diatas menara Mechanical Quarantum hingga yang aku lakuakan di sana sini. Akhirnya, saking dia marah dan kesalnya, dia mulai membenci saya dan akhirnay mengutukku bahwa si Kirakitxa akan mulai membenciku dan membunuhku dengan cara yang sadis dan brutal. Ya kalau saya sih silahkan saja jika maunya dia. Tapi ternyata dia sudah berkenalan dengan si Ixad dan akhirnya telah menjadi pacarnya... ya untungnya bukan pacar aku lagi sekarang tetapi aku masih punya si Kirakitxa. Tapi apa benar dia bisa menghipnotisnya dan bisa membenciku dan membunuhku dengan cara yang sadis. Ya entahlah, lalu dia pergi sambil menagis dan saya kembali ke hotel untuk istirahat.

Keesokkann harinya, saya ingin bermain denagn Kirakitxa dirumahnya akan tetapi memang tak di sangka yang dikatakan si Exnngal itu benar. Dia membawa Kirakitxa ke suatu tempat dan menghipnotisnya. Tapi dimana ya ??? Akhirnya saya berlari dan berkeliling di kota Indestrial dan mendapatkan hasil yang nihil. Lalu saya coba lagi untuk mencarinya ke menara Mechanical Quarantum. Dari lantai bawah berkeliling ke tengah saya tidak menemukannya. Akhirnya satu tempat yang belum kucari yaitu di lantai atas di atap menara Mechancial Quarantum.

Saya kesana dan akhirnya saya melihat Ixad, Exngal, dan Kirakitxa disana. Ixad dan Exngal menggunakan sihir agar si Kirakitxa bergerak kemaan-mana dan akhirnya dia berdiri di tengah lingkaran yang digunakan untuk penghancur monster. Kemudian mereka melepaskan sihirnya setelah Kirakitxa berada di tengah lingkaran dan akhirnya dilingkaran itu munculah sebuah pelindung atau barrier yang dinyalakan oleh mesin dan dikendalikan oleh Ixxad. Sementara, Exngal mengeluarkan sihir efek didalam barrier itu plus dengan sihir ultimanya. Akhirnya saya segera kesana dan mennghentikan niat jahat mereka. Akan tetapi ini sudah berakhir. Kirakitxa telah di dera dengan sihir efek dan ultima sehingga dia terasa kesakitan terus menerus dan tidak bisa keemana-mana karena ditahan oleh pelindung atau barrier yang kuat. Dia tidak punya kesempatan untuk mengeluarkan sihirnya. Akhirnya saya mulai rasa marah dengan mereka yang telah membuat Kirakitxa seperti itu. Akan tetapi Ixad mengatakan barrier itu tidak bisa dilepas selagi dia tahu dalam mengendalikan kontrolnya dan Exngal juga mengatakan denagn bahagianya bahwa Kirakitxa sebentar lagi akan membenciku dan membunuhku dengan cara yang sadis. Dan akhirnya jika ingin dibebakan maka aku harus bisa mengalhkan mereka berdua sebelum terjadi sesuatu pada barrier. Akan tetapi melawan mereka berdua kelihatan sungguh sulit karena sihir efek yang dibawakan oleh Exngal cukup berbahaya bagi diriku. Bisa saja aku langsung mati karena efeknya itu. Belum lagi dari Ixad yang membawa robot pembantunya sehingga saya terasa harus menghancurkan robot itu dulu + dengan melwan si Ixad. Betapa sulitnya pertarungan tersebut dan pada akhirnya, tiba-tiba pelindung atau barrier tersebut bersinar dan Kirakitxa menjerit kesakitan dan juga pelindung dan barrier itu mulai terpecah belah. Beberapa saat setelah pelindung atau barrier itu pecah, akhirnya Kirakitxa berubah menjadi sosok iblis dan terbang menghampiri saya. Dia mengucapkan kata kebencian kepadaku dan mengatakan bahwa aku sebentar lagi akan mati.

Akhirnya kau tahu apa yang terjadi selanjutnya pada diriku ini ??? Disini saya tidak bisa menjelaskannya karena kejadian selanjutnya bisa dibilang terlalu sadis dan brutal dan juga akan membuatmu langsung pingsan bagi yang membacanya dan sedih. Tapi jika kalian ingin melihat cerita selanjutkan kalian perlu master HTML dulu utnuk melihat cerita selanjutnya.

Seperti itulah gambaran jika dalam dunia nyata ke dunia petualang. Mungkin apapun yang terjadi didalam mimpi endless petualanganku sejak SD akan muncul dengan nyata saat aku di SMA ini (mungkin bisa berlanjut saat aku berada kuliah). Mungkin hal-hal yang terjadi pada diriku pasti ini ada hubungannya dengan mimpi endless petualanganku saat SD dulu. Tetapi yang realitanya bahwa monster bisa diartikan didunia nyata yaitu orang baik atau orang yang menjahili saya.

Dalam kehidupan sekolah saya, masalah cinta dalam hati saya memilih 2 pilihan. Yang pertama, aku mencintai seseorang. Dan apakah yang kedua, aku dicintai seseorang ?? Sebenarnya, hatiku ini kurang yakin dan setelah melakukan optimalisasi ibadah dan hasilnya yaitu tergantung kehendakan hati bahwa 2-2nya sama saja dan bisa dipilih dan itu merupakan cara terbaik dalam kehidupan bercinta aku. Akan tetapi terrtinggallah pesan didalam diri saya, carilah jodoh atau pacar yang berguna bagi masa depanku dan dapat membantu jika saya mengalami kesulitan plus mempunyai spiritual yang tinggi yang dapat membantu hidup tenang di akhirat maupun di nyaata ini + penuhilah kriteria yang diinginkan yaitu 8 dari 10 kriteria yang disebutkan. Mau tau saja kriteria yang baik untuk dipilih ?? Yaitu diantaranya :

1. Ahlak yang Baik (Baik itu perbuatan, perilaku, usaha, isi hati, dan apapun yang ada dalam dirinya)
2. Rupawan (Yang cakep, ganteng ataupun cantik. Baik dari wajahnya, tubuhnya, rambut, ataupun fisik yang lainnya)
3. Keturunan yang baik (Cari yang mempunyai keluarga dari keturunan yang baik. Contoh : Suka beribadah, suka menolong orang lain)
4. Mempunyai Harta Benda yang baik (Biar kalau dah kawin, atau jodoh biar gak boros beli baereang terus)
5. Jiwa Spiritual yang baik (Biar kehidupan kamu di akhirat dan di dunia selamat dan tenang)
6. Mempunyai Hobi yang sama (Kalau suka main DDR, main DDR bareng, suka ngupil, ngupil bersama, dan lain-lain)
7. Bisa mengendalikan Emosi (Kalau kamu punya pacar yang sering mengamuk atau marah, tolongn hindari itu)
8. Pintar dalam segala hal (Sedikitpun juga tidak apa-apa ASALKAN pacar kita tidak Idiot)
9. Bisa bekerja sama (ini pun penting jika kamu sudah pacaran, menikah dan akhirnya menjadi keluarga rumah tangga. Jadi bisa bersama mengatur tentang kehidupan keluargamu itu saat dewasa nanti)
10. Mempunyai rasa sehati dan senasib (Bisakah kau jelaskan itu ??? aku kurang tahu mengenai itu. Tapi itu yang ku dapat dari slaah satu buku yang pernah ku baca)

Jadi mungkin jika kalian ingin mencari pasangan, pacar, atau jodoh penuhilah kriteria yang disebutkan itu. Tapi kau tau sebenarnya pengertian pasangan, pacar, dengan jodoh beda sekali. Nih ada beberapa pengertian pasangan, pacar, dan jodoh. Pasangan merupakan pencarian jika dia menyukai kita. Pacar adalah pencarian jika kita menyukai dia. Jodoh adalah pertemuan antara 2 yang ingin melamar dan ingin langsung kedalam tahap perdewasaan. Semoga saja pengertian saya tidak salah karena saya sedang terburu-buru tentang ini.

Satu lagi yang perlu saya ceritakan disini, mugnkin saja hidup saya saat masuk sekolah semester 2 di SMA kelas 1 ini kehidupan saya suddah bagaikan hidup berpetualng saja. Kalau ini aku harus berdoa terus menerus kepada Allah agar apa yang kuinginkan pasti bisa kudapatkan dengan usaha, dan yang lainnya. Jadi mungkin kita juga harus seperti itu agar kita juga bisa meendapatkan apa yang kita mau. Lakukanlah optimalisasi ibadah dan usaha yang keras. Janganlah kita berdiam diri karena kemungkinan kecil kita akan dapat yang kita mau.

Selasa, 22 Desember 2009

Lost in Forest and Adventure in Forest

Pada saat sekolah saya mengadakan class meeting, pada hari pertama, mungkin pada saat menjelang saatnya pulang ke rumah. Saya dan beberapa teman saya ingin pulang dan atau menongkrong bersama di sekolah. Saya hanya memilih pulang kerumah agar saya bisa bersantai dan seperti biasanya melanjutkan bisnis saya untuk membuat simfile stepmania. Tetapi sebelum itu, saya ingin mengajak pulang bersama perantara saya. Tapi karena dia ingin bertemu dengan pacarnya di dekat fotocopy-an jadi saya dengan perantara saya tidak pulang bersama. Kemudian saya lanjut pulang dan menuju keluar gerbang Bogor Asri kemudian naik angkot di depannya. Setelah saya naik angkot tiba-tiba saja supir angkot langsung jalan dan belok ke arah yang berlawan padahal penumpang angkot tersebut ada banyak tetapi arah tujuannya yang berubah. Yang tadinya ke Kandang Roda malah berubah arah menjadi ke arah yang lain yang belum aku ketahui.

Begitu saya kaget melihat hal ini saya ingin bicara kepada supir tetapi mungkin takutnya saya langsung kena bayar karena ini. Ya sudah, akhirnya saya di bawa ke daerah yang cukup aneh dan saya turun di pertigaan antara jalan yang tidak jelas namanya. Karena takutnya saya dibawa ketempat yang lebih jauh ya makanya saya turun di pertigaan di tempat yang kurang jelas namanya. Kemudian saya melanjutkan ke tempat yang berbeda dengan berjalan kaki. Saya mengikuti jalan yang ada. Saya terus berjalan ketempat tersebut tetapi suasana ditempat itu sangatlah sepi. Penduduk di desa tersebut seperti kelihatannya mati. Suram dan mistis (mungkin mistik). Saya melanjutkan perjalanan saya dan melihat sekeliling desa tersebut. Kemudian ada jalan yang menuju ke desa bawah. Saya lewati jalan tersebut. Dilihat dari sisi manapun desa tersebut memang desa itu cukup sepi. Sedikit orang yang beraktivitas disitu.

Saya hanya berjalan terus hingga saya masuk ke jalan yang penuh dengan pepohonan. Dari sinilah ada sesuatu yang terjadi pada diri saya. Saya memasuki hutan tersebut, saya melihat sekeliling memang ada suara seperti jangkrik yang menyanyi yang ada pada musim panas di Jepang. Melihat sekitar, pepohonan bambu campur pohon biasa menyampur disini. Lahan tanahnya pun penuh dengan rerumputan. Kalau kamu bisa bayangkan, suasana di hutan memang sepi. Saya berjalan memandang isi hutan tersebut. Memang kalau kau anggap ini aneh tapi cukup mendebarkan hati saya ini. Karena takutnya dalam feeling saya akan terjadi sesuatu pada diri saya ini maka saya berjalan dengan hati-hati. Didalam hutan tersebut memang susah untuk dijelaskan namun cukup panjang dan lebar dalam hutan itu.

32 menit saya berjalan dihutan bagaikan saya tersesat di hutan. Tersesat ?? ya memang saya benar-benar tersesat di hutan. Ya saking saya nekat ingin menjelajah hutan itu akhirnya saya benar-benar tersesat di hutan itu. Lalu bagaimana saya bisa keluar dari hutan ??? itu nanti saya akan jelaskan di cerita ini. Saya benar-benar tersesat di hutan. Yah... apa boleh buat. Saya jalan terus di dalam hutan dan akhirnya aku berada di luar hutan tetapi hanya pada di birai hutan alias ada di bagian pegunungan hutan dekat jurang. Kemudian saking saya capeknya minta ampun akhirnya saya istirahat sambil tiduran di dekat ke birai hutan gunung. Saya sambil memandang awan dan fenomena pemandangan yang indah. Pemandangan yang indah fenomena yang indah membawaku teringat pada sesuatu hal, yaitu mengenai permasalahan antara sahabt dengan pasanan hidup. Ya kau tahu, akupun punya pasangan tetapi kalau pacar ini didapat cuman belum kesampaian. Adapun kendala dalam diri saya yaitu...... mungkin tak perlu di jelaskan lagi karena kau tinggal lihat saja ceritanya saya di cerita dilema cinta. Konflik antara saya degan pasangan saya ini membuat keendala yang cukup panjang sehingga mungkin peluang untuk mencintainya sangatlah kecil. Itupun terrgantung pada kondisi saya. Belum lagi jika perantara saya gagal dalam mengucapkan suatu kata. Mungkin bisa kau amati sendiri. Saya samapi sedih dan menangis mengingat kejadian seperti itu. Jika ditambah dengan lagu neoMAX saya mungkin ini merupakan pengalaman dan kejadian yang menurut saya paling sedih dan brutal. Tidak dapat satupun masalah yang dapat saya selesaikan. Karena ini konflik yang mungkin sulit untuk diatas.

Akan tetapi agar ini tidak terjadi pada diri saya. Saya selalu menghafalkan asmaul husna Allah. Setiap hari aku baca itu terus walau aku harus lihat ke buku. Selain itu, aku selalu beribadah kepada allah dan memohon agar hajatku di kabulkan. Belum dengan tambahan sholat sunah lainnya dan menghafalkan salah satu Asma Allah secara terus menerus. Belum dengan berdzikir dan lain-lain.

Tapi semua itu mungkin ada yang tidak terkabulkan karena ada seseorang yang berdoa agar doa saya tidak di kabulkan. Belum ada permohonan yang menginginkan agar hidup saya tidak dikarunia jodoh dan agar hidup saya sengsara di masa depan. Ya Allah, nih orang benar-benar keterlaluan. Saya sampai sedih jika ada orang yang berdoa kepadaku seperti ini. Allah Akbar. Jika ada orang yang berdoa ke saya seperti itu. Maka saya, harus menimbal balikkan doa tersebut ke pemiliknya agar dia bisa merasakan kepeddihan doa yang dia kirim ke saya. Negatifnya orang itu kesaya hingga saya bisa sengsara. Orang seperti itu ingin aku musnahkan dari muka bumi ini.

Keinginan saya di dalam kehidupan ini ialah agar keinginan nyataku tercapai hingga membuat sesuautu yang berarti bagi hidup saya ini. Begitupun agar hidup saya ini tenang, tentram dan bermanfaat baik bagi kehidupanku. Satupun keinginan yang ingin aku capai dalam mencari pasangan atau pacar ialah saya ingin pacar atau pasangan yang pintar dalam segala hal (sedikit juga tidak apa-apa), rupawan, mempunyai ahklak yang baik, sabar, dapat berpengaruh baik bagi masa depan saya baik di dunia ini maupun di dunia akhirat, harmonis, memliki nisab yang baik (maksudnya keturunan dari keluarga yang baik), bisa di ajak untuk kerja sama (mungkin sulit bagi saya karena hobi saya yang begitu berbeda dengan orang lain), mempunyai harta benda yang baik (dari rizki, sesuatu yang didapat), mempunyai sikap atau feeling yang sama, tidak memiliki hasutan dari orang lain (agar tidak terjadi terpecah belah dalam hidup saya), bisa mengendalikan emosi dan emosinya dalam keadaan baik terus, mempunyai jiwa spiritual yang tertinggi dan masih banyak lagi. Tapi yang paling optima ialah yang saya sebutkan itu.

Pada saat saya merasakan dan meinginkan hal yang seperti itu, saya membaca doa dalam hati. Sambil tiduran memandang fenomena pemandangan. Perasaan saya yang terpendam ini meingatkan saya pada suatu kejadian dimana saya berjuang untuk menyelamatkan duniadimana saya berpetualang, menemukan hal-hal yang mistis, ajaib, dan sesuatu yang menyemangatkan hidup agar menjadi seru. Itupun merupakan yang terjadi pada pikiran saya saat saya berada di bangku SD, yaitu berpetualang mengggunakan imajinasiku dan bermimpi yang sama terus menerus. Entahlah tapi memang mimpiku mengenai hidup berpetualang terus menerus ada setiap saya tidur malam dan tidur siang. Tidur pernah berubah sedikitpun dalam mimpiku itu. Terus berlanjut dan berakhir saat saya berada di bangku SMP. Pada bangku SMP ini saya bermimpi yang bervariasi tanpa mimpi petualangan.

Jika mimpi itu berlanjut lagi hingga sekarang, mungkin saya merupakan orang yang memiliki jiwa avonturisme selama hidup saya. Akan tetapi jiwa avonturisme ini merupakan jiwa berpetualang sendiri. Tanpa sahabat maupun tanpa siapapun. Hanya saya sendiri. Namun, di dalam petualangan saya, ada beberapa teman saya yang membantu saya. Itupun teman SD saya yang di antaranya Rian yang mempunyai elemen Api, Dicky yang mempunyai elemen angin, Erik yang mempunyai elemen tanah, dan Arif yang mempunyai elemen Air dan Es. Sementara saya sendiri mempunyai elemne petir dan halilintar. Dari itu semua merupakan elemen yang terddapat pada game RPG. Kau tau ?? Bahwa petualangaan itu semua ada hubungannya dengan game RPG. Struktur cerita dan plotnya memang ada kaitannya dengan itu. Jika kalian pernah bermain game bergenre RPG. Kau pasti mengetahui cerita saya seperti apa. Petualangan saya tersebut sungguh terlalu panjang tetapi menyenangkan. Adapun ada rasa kehilangan sahabat, berteman, dan lain-lain. Namun sayangnya di dalam petualangan saya ini belum mengenal rasa cinta dan pasangan untuk jodoh.

Kembali pada cerita saya, ketika permasalahan ini menimpa pada diri saya dan sulit di atasi. Saya ingin sekali masalah itu cepat di atasi dengan cara agar saya tidak memikirkan itu lagi dan mencoba untuk mengingat masa jiwa avonturisme saya. Mencoba secara maksimal dan ternyata sangat sulit. Mungkin pikiran saya yang sudah dewasa ini yang sulit untuk mengingat kembali masa panjang jiwa avonturisme saya saat kecil. Tapi saya ingin kembali ke masa itu. Adapun saya yang harus memikirkan itu sepanjang waktu belum dengan karangan imajinasi avonturisme saya saat SD. Akan tetapi beberapa waktu kemudian saya mempunyai ide yang cukup kreatif. Kalau saya tidak bisa bermimpi dan mengkhayal mengenai kepetualangan maka saya pun bisa melakukan itu dengan cara membuat sebuah cerita petualangan karangan saya ini tetapi mungkin bercampur dengan kehidupana saya saat saya berada di bangku SMP dan SMA ini. Ya mungkin ini merupakan cerita petualangan saya yang penuh dengan imajinatif dan penuh dengan tantangan yang seru. Walau hanya saya harus mengarang cerita tersebut. Asalkan saya mempunyai waktu untuk membuat sebuah cerita. Tapi ini merupakan cara ampuh untuk menghilangkan pikiran mengenai pasangan dan pacar yang ada dalam pikiran saya. Kalau dicampur seperti itu sepertinya kepikiran lagi tapi lumayan untuk mengingat masa kejayaanku saat SD dulu.

Saat saya mengkhayal seperti itu. Tiba-tiba ada kakek-kake menepuk bahu saya saat saya sedang memikirkan dan mengkhayal tentang masa SD dulu sambil tiduran. Kakek tersebut bertanya kepada saya tentang apa yang saya lakkukan di birai pegunungan hutan. Kemudian saya menjawab bahwa saya sedang istirahat dan mengingat masa-masa SD saya dulu. Kakek tersebut menaruh rasa simpatik kepada saya dan sambil bercerita mengenai dirinya. Kakek tersebut merupakan seorang pemburu pohon pisang di hutan dan dulunya dia memiliki masa jiwa avonturisme di dalam dirinya. Dahulu pada masa kecilnya, kakek tersebut pernah merantau sendirian ke tempat yang sangat jauh saat dia berumur 15 tahun. Perantauannya tersebut dikarenakan karena kedua orang tuanya telah meninggal, akhirnya dia pergi berjalan sendirian untuk mencari sesuatu yang baru dan bisa meneruskan hidupnya. Saat pada perjalanan merantaunya itu, dia ingin menccari sesuatu hal yang baru pada wilayah yang tertentu. Cerita kakek ini hampir sama seperti film yang ada di trans 7 yang berjudul Bolang (Bocah Petualang). Kakek itu sering bergaul dengan teman di wilayah yang kakek itu jelajahi lalu kakek itu pernah di tolong oleh warga karena keadaan kakek yang begitu kritis. Begitupun saat dia ingin menolong warga sekitar. Banyak orang yang membantunya jika adda sesuatu yang mengalami kesulitan.

Jika kita lihat dari cerita itu, kakek itu merupakan seorang yang suka berpetualang akan tetapi petualangan itu berakhir ketika dia kembali ke tempat asalnya dan menikah dengan pasangannya bahwa pasangannya itu menyukainya. Senadainya kalau saya berpetualang demi mendapatkan sang pujaan hati, mungkin ini bisa terwujud. Kakek itu menanyakan apa yang saya pikirkan dan masalahkan saat ini. Lalu saya menjawab secara sejujurnya bahwa saya memiliki masalah mengani hubungan teman dan pasangan atau pacar. Kakek itu mulai memberikan penjelasan dan beberapa cara agar apapun yang saya inginkan terkabulkan. Adapun seperti berikut.

1. Banyak beribadah dan gunakan optimalisasi dalam beribadah
2. Cobalah untuk bersabar dan tidak bermain pamer
3. Jalan kaki dari hutan ini kembali ke keluar hutan dengan menggunakan arah yang berlawanan
4. Cintailah tuhanmu barulah cintailah pasangan atau pacarmu
5. Pakailah batu permata yang bermanfaat.

Dalam poin ke 5 tersebut, saya bingung mengenai batu permata yang bermanfaat. Maka dari itu saya bertanya kepadda kakek tersebut tetang batu yang bermanfaat bagi saya, ternyata batu yang bermanfaat bagi saya ialah

1. Opal
2. Lapis Lazuli
3. Peridot
4. Sapphire
5. Chrysolite
6. Sardonyx
7. Tourmaline
8. Jasper
9. Zircon
10. Pink Tourmaline
11. Aquamarine
12. Agate
13. Fire Agate

Kelihatannya mencari batu permata seperti sangat sulit dan langka untuk ditemukan. Karena untuk mendapatkannya kita harus pergi kebawah tanah dan menambang di dalam tanah. Akan tetapi, kakek tersebut memberikan kemudahan. Yaitu saya harus mencari batu yang bernama Alexandrite di hutan ini. Maka dari itu, saya bergegas dan mencari batu Alexandrite itu di pedalaman hutan itu. Sebelum bergegas saya berpamitan kepada kakek itu dan langsung mencarinya. Saya merasa senang dan bahagia mendengar dari penjelasan si kakek itu. Akan tetapi saking saya terburu-buru untuk mencari batu permata tersebut. Saya tidak sengaja berada di luar birai pegunungan hutan itu dan akhirnya saya jatuh dan terguling.

Rasa sakit yang begitu menyakitkan sehabis jatuh dari biari pegunungan hutan. Kepala saya pusing dan remang-remang. Untungnya tidak ada yang terluka, baik kulit terkelupas maupun sobek dan berdarah. Saat saya sadar, saya berada di wilayah yangg tak asing lagi untuk saya untuk melihatnya. Ternyata saya berada di dalam pedesaan Pomad. Tempat tinggalnya teman saya yang lama yaitu Rahadian Yusuf. Kemudian saya bergegas untuk berjalan normal dan mampir melewati rumahnya Rahadian. Tapi sayangnya dirumahnya kelihatan sepi jadi mungkin di rumahnya rahadian tidak ada siapa-siapa. Kemudian saya lanjut ke jalan kelaur perkamppungan pomad dan saat itu saya menaiki angkot dan langsung pulang kerumah.

Keesokan harinya, saat class meeting berakhir lagi. Saya melanjutkan lagi perjalanan ke hutan lagi tapi saya bukan salah naik angkot lagi. Saya hanya berjalan kaki menempuuh jarak kurang lebih 3 kilometer dari sekolah SMAN 3 Cibinong menuju ke arah pertigaan antara SMAN 2 Cibinong, Pomad, dan Bogor Asri. Lalu saya melanjutkan perjalanan saya ke arah dimana saya berhenti di tempat dan masuk pedalaman pedesaan lalu di lanjutkan dengan memeasuki hutan. Didalam hutan saya mencari batu permata Alexandrite. Saya mencari di belakangan pohon besar, pohon bambu dibawah tanah, sampai-sampai saya harus menggali tanah. Memang ini merupakan sebuah side quest bagi saya kalau di permainan game RPG. Apa boleh buat. Memang sepertinya saya berada di dunia petualangan sekarang walau buka hal yang imajinatif. Saya berkeliling kesan-kemari tetapi tidak membuahkan hasil. Tiba-tiba datang lah teman seperpramuka saya yang bernama samaran *T*L. Saya kaget, dan *T*L bertanya kepada saya mengenai yang saya lakukan di hutan. Lalu saya menjawab bahwa saya sedang jalan-jalan di hutan. Akhirnya, *T*L yang sedang berjalan di tengah hutan sambil membawa motor khawatir dengan kondisi saya. Yah... apa boleh buat lagi deh, akhirnya saya diantarkan keluar dari hutan itu dan MISSION FAILED.

Keesokan harinya lagi, terakhir ini saya tidak mau aa orang yang menggaggu saya dalam eksplorasi hutan ini. Saat dimana waktu class meeting berakhir karena suasana hujan yang deras, akhirnya saya melanjutkan perjalanan saya lagi (Makin lama sudah merantau ke hutan inikalau begini jadinya). Pada saat itulah saya mungkin berencana untuk berjalan kaki saja tanpa menaiki angkot, akan tetapi selama perjalanan itu saya harus berwaspada terhadap orang yang mengganggu perjalanan saya. Adapun gangguan tersebut diantaranya ada beberapa teman saya sekelas yang lewat menghampiri saya. Untungnya saya tidak ketahuan tentang itu. Belum lagi ejekan dari sekolah lain karena pakaian olahraga SMAN 3 Cibinong yang mirip dengan pakaian anak TK ini. Setelah saya melewati halangan tersebut dan bisa memasuki hutan walau hujan makin deras. Saya memasuki hutan. Mencari batu permata tersebut denngan cara mencarinya di bawah pohon, pohon bambu, di tanah, di rerumputan, dan dimana-mana. Saya tidak menemukannya satupun sampai 2 jam di guyur air hujan. Akhirnya ketika saya berjalan dan menemukan goa. Saya berteduh di situ. Rasa penasaran saya muncul ddi dalam diri saya dan langsung saya memasuki kedalam goa tersebut walau meemang kelihatan gelap. Tapi sayangnya karena saya tidak terlalu gentle untuk masuk kedalam karena terlalu gelap dan menyeramkan tersebut akhirnya saya berteduh sampai hujan tersebut reda. Setelah itu, saya lanjut ke perjalan saya. Dan saya mengingat kata kaki tersebut bahwa kalau saya bisa berjalan dari hutan menuju ke luar hutan dengan arahh yang berlawanan maka hajatku akan terkabul. Okay, bisa ku coba. Saya mencari jalan keluar hutan yang berbeeda memang sungguh sulit walau hujanya masih terus menguyuri tubuh saya. Bermenit-menit saya berjalan kaki tetapi saya tidak menemukan hasil. Seperti yang di katakan dalam judul saya tersesat di hutan tetapi berpetualang untuk mencari batu permata tersebut dan ingin terkabulnya hajatku itu. Dalam arah pandangan saya di arah jarum jam 12. Saya menemukan ada kilauan cahaya di pandangan saya di hutan. Akhirnya saya pergi ke sumber kilauan cahaya itu dan akhuirnya saya bisa keluar dari hutan itu. Namun entah saya berada di tempat yang berbeda tapi penuh dengan rumah yang mewah.

Saya memang berhasil melewati hutan tersebut dengan jalan keluar yang berlawanan, tetapi lokasi keluarnya sungguh berbeda. Sepertinya saya perlu menjelajah tempat itu. Saya menjelajah tempat tersebut dan melihat papan nama tempat dan ternyata saya keluar di Villa Bogor Indah. Wow sepertinya tempat ini tidak asing bagi saya karena saya sudah tau tempat itu. Saya berjalan melewati sekolah SMAN 8 Bogor dan saya berjalan kaki sambil kelaur dari jalan Pomad. Akhirnya petualangan saya berhasil tetapi tidak menemukan batu permata sama sekali. Tetapi saat keluar dari situ saya melihat si Rio sedang beli ayam goreng disitu. Tapi kenapa ya dia tidak masuk padda hari itu. Tapi ya... nevermind.

Akan tetapi saya mendapatkan beberapa manfaat dan efek sehabis dari situ. Diantaranya :

1. Fisik dan mental saya meningkat
2. Akhirnya doa saya yang saya terus-teruskan akhirnya terkabulkan
3. Simfile request saya di konfirmasi oleh admin. Yeehay
4. Banyak orang sekarang yang menanyakan kabar saya dan ingin bermain dengan saya.
5. Teman lawan jenis saya makin lama ini makin banyak yang mengicar saya. Wow... gak disangka akan begini.

Tapi saya tidak nerima poin yang kelima tersebut. Mengapa ??? akupun ignin mendapatkan apa yang kudapatkan dan inginkan sekarang. Tapi sayangnya otakku jadi keracunan petualang gini. Ya apa boleh buat, aku hanya menyatakan say bye-bye saja, tapi dia tidak bisa melepaskannya begitu saja. Soalnya aku menyegel doa tersebut dan doa tersebut hanya bisa dilepaskan jika aku keluar dari pikiran petualangan ini. Allah memberikanku yang terbaik karena keikhlasan dalam beribadah saat itu dan aku juga menginginkan agar rasa petualangnnku saat SD kembali lagi kedalam diriku lagi. Allah pasti menjaga apapun yang ada dalam diriku dan melindungi dari mara bahaaya yang terjadi pada diriku. Untugnya apapun yang aku lakukan bisa dipikirakan denan cara yang matang. Kalau saya marah biasnaya omongan saya bisa merusak hati orang sehingga orang tersebut merasa sakit hati. So, what do you want for me ?? do you want to destroy me ?? killing me ??? or avoiding from me ?? You can’t do it because your spiritual are weak because you didn’t have a Reality Spiritual Life. God is the key. And what do you do for me ??? Use you power of Sacred power to beat me. There are2 keys to defeat me. Note that.

Rabu, 04 November 2009

Dilema Cinta yang Sulit di atasi

Kau tahu bahwa sebenarnya saya memiliki karakteristik tersendiri pada saat mencari persahabatan. Yaitu, berdiam diri dan menunggu efek dari teman-teman. Terkadang saya ini bersosialisasi dengan teman-teman saya yang lain. Saya juga bermain dan mengobrol dengan teman ala kadarnya.

Tetapi dalam mencari cinta, apalagi jodoh. Biasanya hanya inilah saya yang tidak bisa menghilangkan dan menghapusnya dalam memori saya. Kalau misalkan kita cinta kepada tuhan, tentu saja memori kita ingat selalu kepada kebiasaan kita mencintai tuhan kita. Jika kita benci justru yang di dapat yaitu sebuah penyesalan saja.

Dalam masalah daya tarik, saya dulunya memang tidak tertarik kepada perempuan. Tetapi banyak perempuan yang tertarik pada saya dan mendekati diri ke saya. Memang saya sih sah-sah saja terima atau tidaknya. Yang penting dia mau menjadi teman jodoh atau pacar saya.

Tetapi di dalam situasi yang saya alami SMA ini. Saya mengalami efek karakterisitk saya sendiri. Mencari teman dan berbincang dengannya. Saat saya berpindah ke tempat-tempat untuk mencari teman. Saya menemukan perempuan yang ingin berkenalan dengan saya, dimulai dari nama lengkap saya, lahir, nomor telepon, nama facebook saya hingga nama alamat blog saya. Memang seepertinya baru pertama kali berkenalan dnegan hal-hal kriteria seperti. Namun memang tidak demikian. Dia itu bernama ANA (inisialnya). Dia menggunakan kerudung walau saya tahu sisi lain di balik kerudung itu seperti apa, kenapa ? Karena saya sudah melihatnya di facebooknya. Ya keritingan dikit.

Selama pengenalan dengan dia, dia selalu menanyakan ke saya layaknya seperti orang yang berpura-pura tidak tahu apa-apa. Padahal memang dia tahu agar saya bisa meresponnya. Dia menanyakan setiap tentang sekolah, baik dia tidak masuk maupun tidak. Baikpun dalam masalah belajar maupun tidak. Yah saya sih bersikap biasa saja, dan sedikit berpura-pura karena sepertinya dia sudah bermain pura-pura dengan saya dan bermain jebakan. Dalam beberapa hari kemudian, saat dia sedikit ingin dengan saya (mungkin bisa dibilang hanya kepura-puraan saja), dia berpura-pura bahwa dia sedang kehabisan pulsa, padahal pulsanya saat dia masih sekarat tinggal 100, tetapi pas ngirim sampat 7 kali, pulsa masih belum habis. Padahal dia sepertinya ingin sekali mengetest kecocokan dan kelayakan menjadi cowoknya. Ya tapi ya saya belikan saja pulsa.

Saat berbuka puasa, saat dimana menjelang teman saya yang mengalami kecelakaan dan luka yang begitu parah dan berat untuk di obati. Si ANA Awalnya tidak ingin ikut menjenguk teman saa yang kecelakaan dan tidak mau ikut buka bersama, karena di ajak oleh wali kelas saya. Akhirnya, dia ikut berbuka puasa bersama. Walau dia memasang tampang senyum ke saya bahwa menandakan dia menyukai saya. Memang rada aneh. Tetapi, pas pulang berbarengan dengan dia. Dia membuka kerudungnya dan melambaikan rambutnya.

Memang tak disangka, dia itu hanya membuka kerudungnya agar saya tertarik dengannya. Memang, saya benar-benar tak tertarik dengannya. Tetapi karena nafsu dan syahwat yang tak terkendali. Akhirnya tanpa sengaja saya menyukainya.

Rasa yang ini memang sudah sukar untuk dilepas. Saat menjelang halal bihalal. Dia meminta saya untuk mengabarkan bahwa dia tidak masuk untuk hari itu. Yah.. saya diam saja dan bersikap normal mengani itu. Saat hari menjelang masuk sekolah, keadaan memang langsung berubah tanpa informasi. Ternyata, dia sudah mulai tidak mendekati saya lagi. Memang, seperti yang saya katakan. Tipe cewek seperti dia merupakan tipe ganti-ganti pacar. Perubahan ini sudah jelas karena sudah tidak mendekati saya lagi, lalu diikuti dengan membawa HP setiap hari, kemudian menelpon, dan saat kebetulan saya cek dan melihat seluruh isi HPnya, ternyata informasi yang saya dapat bahwa dia mempunyai banayk pacar yang lebih dari 13 !!!

Mengapa saya mengatakan pacar lebih dari 13 ? karena seseorang yang memiliki pacar yang lebih dari 13 merupakan seseorang yang hidup dewasanya kelak mendapati mushibah. Bukan itu, dia memang ingin mencari jodoh yang sesuai dengannya. Orang aneh memang. Menurut saya, mencari dengan cara mengoleksi pacar merupakan pencarian yang sungguh buruk dan berisiko tinggi. Tidak apa dia mencari menggunakan cara tersebut, jika ada orang yang kelihatan berselingkuh dengannya maka orang tersebut langsung membencinya. Benar kan ? Cara seperti ini memang terlalu tinggi resikonya. Sehingga ya terpaksa saya langsung membencinya. Daripada di dewasa nanti saya menikah dengan perempuan pembawa sial.

Sebulan berlalu saat kejadian tersebut. Saya sering mengeluarkan kata kasar di dalam status facebook saya dan kesedihan. Jika cinta itu putus, kebencian sulit dikendalikan. Saat dia menanyakan penyebab saya benci, kasar, dan sedih, saya hannya menjawab tanpa omongan di dalam facebook saya. Saya tidak merespon apapun yang saya katakan.

Sebenanrya jika kita mencari pacar dimulalilah dari hal yang tersimple, jadilah saja teman tetapi jangan sampai mengatakan cinta kepadanya. Mengapa ? karena jika dia menerima dan menolak itupun tergantung apa yang harus kamu perbuat. Jika kamu tidak bisa berbuat apa-apa. Habislah sudah riwayat cinta anda. Dan kamu hanya meninggalkan kesakitan hati saja. Kamu hanya mengatakan “saya suka padamu” dan mengatakan “tapi bukannya jadian dengan kamu , tapi saya hanya dan kamu hanyalah sebatas teman tapi saya mmasih menyukai mu”. Simple bukan ? Cobalaha untuk melakukan variasi yang lain.

Beberapa hari kemudian, sifat karakteristik saya menjadi kebalikan dari yang normal. Yang seharusnya saya mencari perempuan yang hanya menunggu respon bahwa dia menyukai saya. Malah sebaliknya, saya mennyukai perempuan dan perempuan hanya menunggu respon dari saya. Saat menjelang hari ulang tahun saya. Banyak sekali yang mencuek saya dan hanya orang luar negeri saja yang peduli dengan saya saat ulang tahun saya. Tetapi pada sehari selesai ulangtahun saya. Teman-teman pramuka saya merayakan ulang tahu saya walau di sertai dengan kesengsaraan. Saya mulai tertarik dengan teman perempuan saya yang ada di sekolah saya. Dia menggunaknna kerudung, selain itu wajahnya sangat cantik walau tidak terlalu seksi. Tetapi di balik kerudung tersebut masih mempunyai wajahnya yang sangat misterius. Untungnya saya dapat saat dia membawa HP dan meminjamnya, saya melihat fotonya. Dan ternyata..... Cantiknya sudah tidak bisa dikatakan lagi. Akhirnya saya menyukai dan mungkin bisa dibilang jatuh cinta dengannya. Dia bernama KR (inisialnya)

Akan tetapi kesenangan tersebut membuat ANA, curiga dengan saya. Dan mencari tahu penyebabnya. Akhirnya, dia datang dan menghampiri saya. Dan berbicara mengenai saya dan pacar saya yang sejak SMP dulu. Hingga padasaat itu, dia mentraktir saya untuk makan dan minum. Saya ikut saja dan mentaati apa yang dia hendaki saja. Kemudian, dia merayu saya untuk menjawab pacar yang sebenanrnya di sekolah saya. Dan saya menjawab KR, dan akhirnya dia ingin mencoba menjawab alasannya kenapa dan mengapa. Saya hampir menjawab secara jujur apa katanya. Akhirnya karena situasi yang tidak terkendali ini. Dia akhirnya, membicarakan ini kepada teman-teman saya di kelas dan akhirnya sudah menjadi barang gosipan.

Semua kacau, hancur lebur, semua menjadi baahan omongan satu kelas ini. Teman saya sampai banyak yang “prikitw’-‘prikitw’ jika saya ingin bicara dengan KR. Seminggu kemudian, setelah omongan tersebut. Banyak laki-laki yang mendekatinya, asalkan jangan lebih dari 13 saja. Saya berharap demikian. Walau saya memnag menyukainya, apalagi mencintainya, tetapi kalau misalkan ada peluang untuk dibenci, mendingan anggap saja menjadi teman bicara atau teman curhat. Asalkan saya tidak bilang mencintainya atau jadian dengannya dan anggap saja sebagai teman curhat atau teman obrolan.

Sampai sekarang ini, saya memiliki kendala untuk berbicara dengannya. Apalagi jika ANA disampingnya. Kecuali saya bisa bicara dengannya kalau si ANA, tidak masuk sekolah. Baik, satu kendala yang mungkin sulit untuk di ajak bicara. Saya ingin menelpon lewat Hpnya tetapi tidak direspon sama sekali. Memang rada sulit. Tetapi jika perantara saya baik dan mau membantu saya, apalagi dengan keluarga saya. Mungkin saya bisa mendapatkannya walau hanya sebatas teman saja. Jika ingin menjadikannya sebagai pacar, dia itu memang sukar dan misterius, pada saat dia mempunyai pacar. Dia masih menanggap teman tetapi lama-kelamaan temanya dia menjadi pacarnya. Ceritanya mungkin bisa di simpulkan di bawah ini.

Pada saat kelas 5 SD, KR bertemu dengan teman cowok yan g ingin menjadi temanya. Setelah satu bulan perkenalan, cowoknya ingin menjadikan dia sebagai pacarnya. Saat di SMP ddia dan si KR, berada di sekolah yang sama dan di kelas yang sama. Masih tetap dia pacaran. Walau katanya kelas 2 SMP berpisah dan tidak berpacaran lagi. Akan tetapi dalam istilah game Harvest Moonnya Rival Love Mate, muncul saat berada di kelas 3. pacarnya si KR masih mencintainya. Dan tiba-tiba, laki-laki lain ada yang tertarik dengan si KR saat dia masih dalam sendirian. Laki-laki tersbut mencoba dan berusaha untuk menarik perhaitannya dan ternyata gagal saat dia mendengarkan pacarnya si KR menyebutkan kata sayang, dan lupa lagi. Akan tetapi saat lulus di SMP si KR ini mengungkapkan bahwa dia mulai tidak suka dan membenci karena jarang bertemu dengannya. Apalagi dengan pikiran negatif pacarnya dia. Dan saat ini dia belum mempunyai pacar satupun.

Tanggapan saya, walaupun saya menyukai dan mencintainya. Tetapi saya hanya menilai sebagai sebatas teman saya. Jika saya paksa untuk mencintainya resiko sakit hati ada di dalam hait saya ini. Walau banyak cowok sekrang yang menyerbunya. Saat ini pula, saya ingin berusaha untuk berbicara dengan dia dan sharing dengannya. Pastinya, Allah akan selalu membantu jika ada kesulitan, dan Allah juga maha pemberi kemudahan.

Rabu, 09 September 2009

Keistimewaan Angka 9

Tahukah anda dengan angka 9 ? Angka 9 merupakan angka terakhir dalam suatu bilangan satuan. Sementara apa hubungannya dengan angka 9 ini. Saya menulis blog ini di tanggal 9 dibulan yang ke-9 dan di tahun 2009, tidur dijam 9 menit ke-9 dan detik ke-9. Mungkinkah ? Ya to the point to my story.

Disekolah saat saya belajar disekolah, mengenai bahasa inggris. Saya belajar tentang simple past tense. Kau tahu apakah tense tersebut ? Mungkin nanti saya jelaskan disini. Guru bahasa inggris saya menyuruh semua teman saya di kelas saya untuk membuat kalimat yang berhubungan dengan simple past tense yaitu 9 kalimat. Tapi kenapa bukan 10 saja sekalian ? Saat tugas telah dikerjakan, guru memeriksa LKSnya sampai 9 halaman dan soal teks hanya yang di periksa 9 soal. Karena soal nomor 1 selalu menanyakan tentang judul. Karena jawabannya cukup mudah. Tapi saat guru memeriksa, saya mendapatkan nilai 90 !! angka yang begitu lumayan bagi saya.

Saat pelajaran bahasa jerman tiba, guru menuliskan tanggal yang cukup istimewa. Yaitu :

Mittwoch, den 09-09-09
Deutsch

Sebenarnya sama dengan bahasa inggris jika ditulis seperti ini :

Wednesday, 09-09-09
English

Tapi kalau guru geografi saya menuliskan seperti ini :

Rabu, 09-09-09
Geografi

Guru biologi saya saat dikelas menceritakan tentang VIRUS. VIRUS itu RACUN. Tapi kenapa ini juga berhubungan dengan lagunya The Changcutter yang berjudul RACUN DUNIA. Kalau di samarkan seperti VIRUS DUNIA. Saat materi virus, guru ini menerangkan tentang reproduksi virus. Proses terjadinya virus ada 9 . Tapi banyak yang mengatakan jumlah virus itu sudah mencapai 9 tak terbatas.

Trivia tentang angka 9 :

1. Angka 9 merupakan angka paling terakhir dalam bilangan satuan.
2. Angka 9 merupakan angka tersulit untuk dimainkan jika kamu memainkan game DDR
3. Angka 9 merupakan angka yang hampir terbagus dalam penilaian di sekolah dari angka 10
4. Angka 9 merupakan angka proses terjadinya virus untuk berkembang biak
5. Angka 9 merupakan angka yang hasilnya bisa dihasilkan menjadi angka 9
6. Angka 9 merupakan angka peribahasa dari kucing bernyawa 9
7. Angka 9 merupakan angka sate terakhir yang saya makan saat buka bersama
8. Angka 9 merupakan angka 18 yang bisa dibagi dengan 2 saat buber reunian
9. Angka 9 merupakan angka yang terakhir yang saya buat dalam trivia ini.

Begitulah trivia tentang angka 9. Makanya angka 9 itu merupakan angka yang istimewa bagi saya. Jika ditulis disini, 9 yang saya tulis ada : 999999999

Tapi tidak saya tulis angka 9 nya seperti ini : 999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999

999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999
999999999999999999999999999999


Cukup saya capek. takutnya angka 9 di keyboard saya takut rusak. Kira-kira ada berapakah 9 yang saya ketik panjang lebar pada angka 9 di atas dan berapakah jumlahnya jika setiap baris di tambahkann dengan angka yang sama ? Kalau bisa tolong commentnya ya ?